
" Emang kamu bisa baca berkas sambil terbalik begitu?" tanya Lio sambil tersenyum smirk, Lio pun keluar dari kursi kebesarannya dan duduk di samping Manda yang bisa menatapnya dengan wajah merona karena salah tingkah.
" Ehm.. ya .. bisa aja!" sahut Manda gugup, ia dapat mencium aroma parfum maskulin yang dipakai Lio, dan Lio pun mendekat sangat rapat dengan tubuh Manda yang sekarang tampak gemetar karena gugup.
" Kenapa? " tanya Lio ambigu.
" Apanya?"
" Tangan kamu dingin." sahut Lio sambil tangannya meremas tangan Manda yang tidak memegang berkas. Sedang tangan satunya memeluk pinggang Manda dengan posesif.
" Oh, AC ruangan ini tambah dingin. Apalagi ada laki laki dingin disini. Jadi tambah dingin deh." sindir Manda dengan sarkas.
" Oh, mau dihangatkan?" tanya Lio masih dengan wajahnya yang datar tapi satu alisnya naik.
" Eh.. ga usah, ga usah terimakasih!" sahut Manda sambil menarik tangan yang di genggam oleh Lio. Tangan Lio yang besar itu memberi kenyamanan dan kehangatan. Sebenernya Manda merasa kehilangan saat ia menarik tangannya. Tapi ia ga mau jatuh gengsi. Kejadian selanjutnya membuat Manda terbuai dalam rasa yang membuatnya ingin masuk lebih dalam lagi.
Bibir Lio yang tipis dan dingin menempel di bibirnya yang tebal dan sexy. Lio dapat mencium aroma strawberry dari liptint yang dipakai oleh Manda, seketika itu membuat Lio terbang ke langit ke tujuh.
Ciuman tanpa hasrat, hanya ingin memberi rasa hangat kepada Manda, Lo ingin menghargai Manda sebagai wanitanya. Dan mereka menikmati ciuman yang syahdu tanpa berusaha meraih kenikmatan yang lain.
" Sudah merasa hangat?" tanya Lio saat ia melepaskan tempelan bibirnya di atas bibir Manda. Manda yang ditanya seperti itu hanya bisa menunduk dan hanya bisa mengangguk tipis saja. Bayangkan wajah Manda yang merah karena malu. Tapi Manda tidak bisa memungkiri,bersama dengan laki laki disampingnya itu ia merasakan sensasi dilindungi dan diberi kenyamanan. Yang tidak pernah ia dapatkan dari orang orang di sekitarnya, baik itu ayahnya maupun kakak kakaknya.
" Aku akan segera menemui ayah kamu. Mungkin aku akan menemuinya seorang diri. Kamu keberatan?" tanya Lio lagi. Bersama wanita cantik dan menarik macam Manda membuat ia mengingat semua yang sudah terjadi dimana malam panas itu terulang seperti kaset rusak di pikirannya. Badannya langsung memanas seketika. Buru buru,Lio mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Ia tidak mau mengulang kesalahaan yang sama walaupun ada gejolak yang tidak bisa ia pungkiri membuat tubuhnya bereaksi aneh.
" Mas, kamu ga takut? Maksudku, ayah aku masih kekeuh untuk menjodohkan aku sama laki laki pilihannya." bisik Manda lirih. Ia ga tau, rasanya seneng mendengar kalau Lio serius ingin meminang dirinya.
" Untuk mendapatkan wanita secantik kamu, apapun akan aku lakukan." sahut Lio dengan enteng, seolah kata kata itu tidak berarti. Padahal itu membuat jantung Manda berdisko ria. Ia merasa bahagia kalau dirinya bisa membuat Lio yang datar dan dinginmengatakan hal yang menghangatkan hatinya.
__ADS_1
"Mas.."
"Jangan larang aku, sayang! Untuk masalah calon suami kamu itu, aku bisa mengatasinya. Menurut aku rival terbesar aku adalah Kenan. Apa kamu ada rasa sama dia?" tanya Lio dengan to the point.
" Ish, apaaan sih kamu mas. Gak ada sama sekali di dalam pikiran aku bersama dengan dia." rajuk Manda yang kesal dengan pertanyaan Lio.
" Jadi kalau aku, kamu ada pikiran untuk bersamaku kah?" tanya Lio balik.
Manda tercekat, ia ga bisa jawab. Lio ini ga peka ya. Wajah Manda udah sampe kayak kepiting yang direbus gara gara pertanyaan menjebak macam itu.
" Kamu semakin cantik!" kata Lio saat melihat pipi Manda yang merona kayak pake blush on. Manda semakin salah tingkah.
" Kapan ayah kamu pulang dari Jogya?" tanya Lio lagi sedikit mengalihkan pembicaraan karena suasana jadi semakin awkward saat Manda tersipu malu.
" Gak tau deh, mas! Gak bilang apa apa juga." kata Manda lirih. Ia masih malu dengan hal tadi, tapi ia harus menjawab pertanyaan Lio kan.
" Aku rasa, hari ini ayahmu bakal balik."
" Lihat saja nanti. Begitu ayah kamu pulang, aku akan segera melamar kamu." kata Lio dengan yakin.
" Ehm terserah kamu aja mas. Kan mau yang bakal jadi calon imam aku. Aku nurut aja sama kamu." jawab Manda langsung menunduk karena tatapan memuja Lio ia tangkap.
" Good, jadi calon suami kamu ini tambah sayang karena calon istrinya menurut." sahut Lio menggoda. Apa? Menggoda? Lio sudah ada kemajuan banyak setelah bersama Manda. Bahkan ia bisa menggoda calon istrinya. Lio merasa ada kebahagiaan tersendiri saat bisa melihat pipi merona milik Manda,ia juga sangat bahagia saat melihat Manda tersipu malu, atau bahkan kesal karena digoda olehnya.
" Mas, ini sudah siang loh. Katanya bakal meeting?" tanya Manda mengalihkan perhatian.
" Ehm, sudah kamu pelajari?"
__ADS_1
" Sudah, bos!" sahut Manda profesional.
***
Sementara di tempat lain, Kenan sedang sibuk mengurus perusahaannya yang perjanjian kerjasamanya di batalkan sepihak.
" Gimana sih kamu kerjanya? Bagaimana bisa ini dibatalkan oleh pihak Telco? Avendra grup tidak pernah dibuat seperti ini." sentak Kenan dengan nada dingin kepada Rey, anak buah yang seyogyanya ia utus untuk menggolkan kerjasama ini.
" Kayaknya ada yang mensabotase bos!" sahut Rey dengan santun. Bosnya lagi mode senggol bacok, sebisanya ia harus bertingkah sopan dan bisa mengambil hati bosnya itu.
" Aku tahu, ga perlu kamu ngomong juga aku tahu. Yang aku belum tahu siapa yang mensabotase? Bukannya Telco sendiri yang ngemis minta kerja sama dengan kita, kenapa setelah semuanya fix dan tinggal tanda tangan, mereka malah membatalkan sepihak? Dasaar sialann. " geram Kenan dengan wajah marah yang sedang ia tahan. Rey, sebagai anak buahnya hanya bisa diam. Ia ga mau menyulut esmosi bosnya. Bisa bisa ia kena getahnya.
" Kerjaan kamu apa? "
" Kami sudah menyelidiki siapa yang mensabotase bos!"
" Sudah ketemu? "
" Ehm masih belum pasti bos. Kita menunggu dari pihak Telco dan pergerakannya. Kita sudah menanam mata mata di Telco bos. Jadi kita bisa secepatnya tahu siapa yang sudah bikin gara gara." sahut anak buahnya dengan takut takut.
" Itu namanya belum ketemu! Harus berapa lama lagi aku bisa tahu siapa yang ada di balik alasan pembatalan Telco.?" tanya Kenan dengan wajah yang menyeramkan. Seakan akan dia sanggup untuk menelan anak buahnya itu.
" Mereka akan mendapatkannya segera bos. Ehm, maksimal malam ini kita akan mendapatkan hasilnya." sahut Rey dengan nada semakin lirih, karena takut kena semprot bosnya yang tampak semakin menakutkan. Hiiiy!!
.
.
__ADS_1
.
TBC