
Jam baru menunjukkan pukul 09.00 malam suasana di desa sudah sangat hening rata-rata orang-orang di desa tersebut sudah tidur akibat lelahnya mencari nafkah di siang hari, hal berbeda terjadi pada Sabrina saat ini dia tidak dapat menutup matanya karena memikirkan nasibnya nanti.
Perlahan-lahan dia turun dari ranjang agar tidak membangunkan Sari yang sudah lelap tidur di sampingnya, setelah berhasil turun dari ranjang Sabrina keluar dari kamar tersebut menuju ke halaman belakang rumah.
Sabrina berjalan menuju gazebo yang berada tepat di atas kolam ikan di halaman belakang rumah tersebut, sesampainya di sana seketika Sabrina mendaratkan pantatnya duduk di atas kursi kayu yang ada di sana, Sabrina duduk sambil menyandarkan kepalanya pada tiang gazebo tersebut.
“Apa yang harus aku lakukan ?” ucap Sabrina pelan.
“Aku tidak ingin menikah dengan orang asing seperti ini ! bagaimana caranya agar aku bisa
keluar dari masalah ini ?” ucap Sabrina sambil matanya menerawang jauh.
“Mama apa kabar ? mama ada di mana sekarang ? apa mama merindukanku ? aku sangat merindukan mama.” racau Sabrina lagi lali menghembuskan napas panjangnya.
“Ehmmmm.” Tiba-tiba terdengar suara bariton seseorang dari arah belakang.
Sabrina seketika langsung menoleh ke arah sumber suara.
“Sedang apa ?” tanya Ardi yang baru saja datang tersebut menyapa Sabrina.
“Tidak ada.” Ucap Sabrina lalu memperbaiki posisi duduknya.
“Boleh aku duduk.” Tanya Ardi meminta ijin Sabrina terlebih dahulu sebelum dia ikut duduk di sebelahnya.
“Hmmm duduk saja tidak ada yang melarangnya.” Ucap Sabrina memberikan ijin kepada Ardi untuk ikut duduk di sebelahnya.
“Apa kamu tidak takut duduk sendirian di sini apalagi ini sudah malam.” Tanya Ardi kepada Sabrina.
“Takut dengan apa ?” tanya Sabrina kepada Ardi.
“Hantu misalnya.” Ucap Ardi.
“Hantu ?” Tanya Sabrina mengulang ucapan Ardi.
“Iya !” ucap Ardi menganggukkan kepalanya.
“Tidak ! kalau aku takut sudah dari tadi aku lari dari sini.” Ucap Sabrina.
“Kamu bisa melihat mereka ?” tanya Ardi jadi penasaran.
“Di situ ada satu !” ucap Sabrina sambil menunjuk di sebelah Ardi.
__ADS_1
“Ha ?” ucap Ardi tampak kaget.
“Iya !” jawab Sabrina memperjelas ucapannya sambil menganggukkan kepalanya.
Ardi tampak bergidik ngeri setelah mendengar ucapan Sabrina tersebut, dengan masih mempertahankan wibawanya Ardi pun segera berpindah duduk dari sana.
“Hahahaha.” Sabrina seketika tertawa melihat ekspresi Ardi tersebut.
“Di situ juga ada !” jelas Sabrina lagi sambil menunjuk ke sebelah Ardi.
Ardi pun mengusap tengkuknya karena dia merasakan bulu kuduknya berdiri seketika saat mendengar ucapan Sabrina tersebut.
“Kamu beneran bisa lihat ?” tanya Ardi kemudian duduk kembali di sebelah Sabrina.
“Kenapa kamu takut hantu ?” tanya Sabrina dengan santai kepada Ardi.
“Bener kamu bisa lihat ?” tanya Ardi lagi.
“Hmmm.” Ucap Sabrina menanggapi pertanyaan Ardi.
Dengan sedikit was-was Ardi melihat ke segala arah dia merasa sedikit takut dengan apa yang yang dikatakan oleh Sabrina, seumur hidup memang dia belum pernah bertemu atau melihat hantu secara langsung namun ada beberapa orang mengatakan jika mereka pernah melihat di sana.
Selama ini Ardi tidak terlalu memikirkannya namun kali ini dia merinding sendiri Ketika Sabrina mengatakan ada sosok mistis di sana, berbeda dengan Ardi yang tampak waspada Sabrina sendiri malah santai seolah sudah terbiasa dan tidak ada rasa takut sedikit pun.
“Apa tidak ada pilihan lain selain kita harus menikah ?” tanya Sabrina tiba-tiba.
“Ha ?” tanya Ardi sedikit kaget.
“Apa tidak ada pilihan lain selain kita harus menikah ?” tanya Sabrina mengulang ucapannya.
Lalu Ardi pun menatap balik ke arah Sabrina.
“Jika kamu pergi dari sini kita tidak harus menikah.” Ucap Ardi dengan entengnya.
“Ha ?” ucap Sabrina mendengar ide dari pria tersebut.
“Iya kamu harus pergi dari sini ! hanya itu jalan satu-satunya agar kita tidak perlu menikah.” Ucap Ardi menjelaskan kembali.
Sontak Sabrina pun terdiam mendengar ucapan dari pria tersebut.
“Aku harus pergi ke mana ? yang jelas untuk kembali ke rumah papa aku tidak mau selagi siluman tersebut masih ada di sana ! apa aku harus tetap di sini dan menikah dengannya sembari aku mencari tahu mama ada di mana ?” ucap Sabrina dalam hati.
__ADS_1
“Kenapa kamu tidak menolak untuk menikahi ku ?” tanya Sabrina kepada Ardi.
“Sebagai laki-laki aku harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di antara kita.” Ucap Ardi lagi menjelaskan.
Sontak Sabrina menyilangkan tangannya di dada sambil menatap ke arah Ardi dengan curiga.
“Kamu pikir aku apa ? aku tidak akan mengambil kesempatan di saat orang lain tidak berdaya ! kamu tenang saja tidak ada yang terjadi di antara kita !” ucap Ardi lagi menjelaskan.
Sabrina yang mendengar ucapan Ardi tersebut pun seketika menatap ke arah sosok pria yang ada di sampingnya tersebut.
“Jika yang kamu katakan itu benar kenapa tidak menolak menikah denganku jika memang tidak ada yang terjadi.” Tanya Sabrina kepada Ardi.
“Aku pernah mencoreng nama baik keluargaku sebelumnya ! aku tidak ingin nama baik keluargaku yang sudah pulih tercoreng kembali ! dan juga nama baikmu.” Ucap Ardi lagi.
“Aku ?” tanya Sabrina bingung.
“Apa yang akan di pikirkan orang-orang tentangmu jika sudah tidur bersama namun tidak menikah walaupun sebenarnya tidak ada yang terjadi di antara kita.” Ucap Ardi menjelaskan.
Seketika Sabrina merasa kagum dengan sosok pria yang duduk di sampingnya tersebut.
“Bagaimana denganmu ? jika kamu tidak ingin menikah kenapa tidak kabur saja ?” tanya Ardi lagi kepada Sabrina.
“Aku ?” tanya Sabrina sambil menunjuk dirinya.
“Iya.” Ucap Ardi sambil menatap ke arah Sabrina.
“Tanpa kamu bilang aku juga sudah berusaha untuk kabur sebelumnya namun pada akhirnya gagal dan aku harus kembali lagi kesini.” Ucap Sabrina dalam hati.
Sabrina menghela napas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.
“Aku tidak ingin mengambil resiko bagaimana aku bisa yakin jika malam itu kamu tidak macam-macam.” Ucap Sabrina kemudian.
“Jujur saja kalau sebenarnya kamu juga tertarik denganku dan kamu tidak ingin membuang kesempatan untuk menjadi istriku kan ?” Ucap Ardi percaya diri.
“Terlalu percaya diri juga tidak baik.” Ucap Sabrina menyindir Ardi.
“Hahaha.” Ardi pun seketika tertawa melihat mimik wajah Sabrina yang sedikit kesal.
“Ya lebih baik begini karena aku sendiri juga tidak punya tujuan, aku juga tidak tahu harus ke mana.” Ucap Sabrina dalam hati sambil melihat Ardi yang tertawa dengan puas.
Sesaat kemudian keadaan menjadi hening keduanya memilih diam dengan pikiran masing-masing sambil menatap hamparan langit yang tidak ada ujungnya, Sabrina sibuk dengan memikirkan nasibnya sedangkan Ardi sibuk melirik setiap arah serta was-was dengan makhluk mistis yang dikatakan oleh Sabrina sebelumnya, yang terdengar hanya suara jangkrik serta katak yang saling menyapa satu sama lain menambah suasana semakin mencekam.
__ADS_1
Bersambung...