Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 64


__ADS_3

Sabrina menganggukkan kepalanya mendengar cerita sang mama, saat ini dia baru mengetahui cerita yang sebenarnya terjadi penyebab dari orang tuanya berpisah saat dia sendiri masih kecil dan masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya.


“Kenapa mama tidak berusaha menjelaskan masalah yang terjadi ?” tanya Sabrina sambil terus melanjutkan membantu sang mama mengupas bumbu yang lainnya.


Sang mama pun tersenyum ketir ke arah Sabrina.


“Sudah mama sudah berusaha untuk menjelaskan namun papamu tidak memberikan mama kesempatan untuk menjelaskannya.” Ucap sang mama menjelaskan.


“Bagaimana dengan wanita itu ? apa dia tidak membantu mama agar menjelaskan kejadian sebenarnya sama papa ?” tanya Sabrina lagi.


“Entah lah ! pada saat itu dia hanya diam dan tidak berkata apa pun.” Ucap sang mama menghembuskan napas kasar.


“Dasar wanita ular ! tidak tahu terima kasih dan balas budi !” ucap Sabrina mengumpat.


“Sudahlah semua sudah terjadi dan tidak ada yang perlu di sesali ! tapi saat ini mama sangat bahagia karena sudah melihatmu tumbuh menjadi wanita yang baik dan cantik begini !” ucap sang mama tersenyum  menatap sang putri Sabrina.


“Hmmm mama!” ucap Sabrina memeluk sang mama.


Sang mama pun membalas memeluk sang putri.


“Sudah ah ! katanya mau belajar memasak ?” ucap sang mama pun melepaskan pelukan Sabrina.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan sang mama, kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya yang sebelumnya sempat tertunda.


Pelan-pelan sang mama pun mengajari Sabrina step by step cara memasak ayam goreng tumis kecombrang.


Lebih kurang satu jam kemudian ibu dan anak tersebut pun telah selesai memasak menu tersebut, sang mama pun meminta Sabrina untuk memindahkan masakan tersebut ke dalam piring saji, dengan hati-hati Sabrina pun menyelesaikan tantangan dari sang mama.


“Hmmm dari baunya sangat enak aku tidak sabar untuk mencicipinya.” Ucap Sabrina ngiler melihat masakan tersebut.


“Ayo cicipi ! tapi harus dengan nasi ya !” ucap sang mama mengambilkan sepiring nasi untuk Sabrina.


“Sudah ma cukup !” ucap Sabrina menghentikan sang mama menyendokkan nasi untuknya karena sudah terlalu banyak.

__ADS_1


“Sayang kamu harus makan yang banyak agar tidak kurus begini !” ucap sang mama meletakkan sepiring nasi di atas meja lalu menepuk pelan bahu sang putri.


“Mama ! ini bukan kurus namanya !” ucap Sabrina mengambil lauk yang tadi di masak dan menaruhnya di atas piring nasinya.


“Ya ya terserah kamu !” ucap sang mama tersenyum menatap sang putri.


“Mama tidak makan ! nanti kamu bawa pulang ya.” Ucap sang mama sambil ikut duduk menemani sang putri makan.


“Oh iya Zahra apa kabar ma ? kapan dia ke sini ?” tanya Sabrina kepada sang mama.


“Kabar baik ! entah lah mama tidak yakin karena akhir-akhir ini mamanya Nadia sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk pulang ke sini !” ucap sang mama seketika menjadi murung.


“Padahal mama sudah katakan jika mama tidak keberatan anak itu tinggal sama mama tapi Nadia tidak ingin katanya tidak mau merepotkan mama.” Ucap sang mama lagi menjelaskan.


“Hmmmmm.” Ucap Sabrina menganggukkan kepalanya mendengar cerita sang mama.


“Makanya kalian cepatlah punya anak ! biar mama ada teman dan tidak kesepian lagi di sini.” Ucap sang mama tiba-tiba.


“Uhukkk.” Seketika Sabrina menjadi tersedak mendengar permintaan sang mama.


“Di minum dulu !” ucap sang mama menyerahkan segelas air kepada Sabrina.


Buru-buru Sabrina menerima segelas air yang di serahkan oleh sang mama kepadanya karena tersedak saat sedang makan cabe itu rasanya sangat tidak enak kemudian meminum air tersebut dengan segera.


“Apa kamu sudah telat datang bulannya ?” tanya sang mama lagi saat Sabrina meletakkan gelas tersebut di atas meja.


Mendengar pertanyaan sang mama seketika wajah Sabrina menjadi merah seperti udang rebus, Sabrina menjadi malu-malu mendengar pertanyaan sang mama tersebut.


“Sudah aku katakan masakan mama paling enak sedunia !” ucap Sabrina tiba-tiba hendak mengalihkan pembicaraan agar sang mama tidak membahas masalah anak lagi.


“Benar ?” tanya sang mama lagi tampak sumringah.


“Iya !” ucap Sabrina menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan sang mama.

__ADS_1


“Kalau begitu di makan lagi !” ucap sang mama tersenyum kepada Sabrina sambil mendorong piring yang berisi Ayam goreng tumis kecombrang tersebut ke arah Sabrina.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya kemudian menyendokkan kembali lauk tersebut ke atas piring makannya.


Beberapa saat kemudian Sabrina pun telah menyelesaikan makannya dan membantu sang mama merapikan kembali meja makan serta membantu mencuci kembali piring dan alat yang mereka gunakan tadi untuk memasak.


Selesai beres-beres ibu dan anak tersebut pun kembali mengisi waktu dengan duduk santai di gazebo depan rumah sambil bercerita satu sama lain kehidupan keduanya saat mereka terpisah, mulai dari kehidupan Sabrina saat sang mama pergi, saat Sabrina menginjak bangku sekolah hingga saat akhirnya mereka bertemu kembali.


Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore Sabrina pun pamit untuk kembali ke rumah sang mertua rumah tempat dia tinggal saat ini, tidak lupa sang mama pun meminta Sabrina untuk membawa pulang masakan yang tadi mereka buat serta sedikit oleh-oleh lainnya.


Sabrina pun berjanji akan mengenalkan sang mama kepada keluarga suaminya tersebut namun dia meminta sang mama untuk menunggu sedikit lagi karena dia tidak mau terjadi sesuatu lagi dengan sang mertua saat mendengar jika orang tua Sabrina masih ada karena dari awal Sabrina mengatakan jika dia tidak memiliki orang tua dan tidak tahu keberadaan orang tuanya di mana saat ini.


Jika dia mengatakan saat ini dia khawatir jika ibu mertuanya kaget dan memperburuk keadaannya dan Sabrina sendiri tidak menginginkan hal tersebut terjadi lagi.


Sabrina pun pamit pulang dengan mengendarai sepeda yang tadi dia bawa ke rumah sang mama, Sabrina menyusuri jalanan desa tersebut dan melewati jembatan yang tidak terlalu besar dengan Sungai yang membentang di bawahnya serta hamparan persawahan serta kebun-kebun yang hijau dan tampak sangat subur.


“Tante ?” panggil Intan saat Sabrina melewati rumah gadis kecil tersebut.


“Hai !” ucap Sabrina tersenyum kepada gadis kecil tersebut kemudian menghentikan sepedanya tersebut.


“Tante dari mana ?” tanya Inta menyapa Sabrina.


“Dari sana.” Ucap Sabrina sambil menunjuk arah yang dia maksud.


Intan pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina.


“Oh iya tunggu sebentar.” Ucap Sabrina kepada Intan sambil memeriksa barang bawaannya yang dia letakkan di dalam keranjang sepeda tersebut.


“Ambil ini !” ucap Sabrina tersenyum sambil memberikan beberapa kue yang di bungkus dengan daun pisang kepada gadis kecil tersebut.


“Terima kasih tante !” ucap Intan tersenyum senang.


Sabrina pun ikut tersenyum melihat Intan yang senang menerima pemberiannya tersebut, kemudian Sabrina pun pamit pulang kepada Intan dan berjanji lain kali akan mengajaknya jalan-jalan keliling desa tersebut.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2