
Ardi cukup lama menatap Sabrina yang sudah tertidur dengan lelap tersebut dan memperhatikan sosok wanita yang saat ini sudah menjadi tanggung jawabnya itu.
“Apakah ini benar benar nyata ?” ucap Ardi bertanya tanya di dalam hatinya sambil menatap Sabrina dengan lekat.
Kemudian Ardi menggeleng-gelengkan kepalanya agar seolah dia tersadar, mungkin saja semua ini hanya mimpi atau imajinasinya sendiri, namun setelah itu keadaan tetap sama dan tidak ada yang berubah.
“Istriku… dia cantik juga !” ucap Ardi tanpa sadar mengagumi paras Sabrina.
Ardi menghela napas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan, namun sesaat kemudian dia pun menggelar karpet untuk alas tidurnya tidak lupa dia juga mengambil bantal serta selimut di dalam lemari.
Ardi pun segera merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut hingga menutupi batas pinggangnya, tanpa terasa akhirnya Ardi pun terlelap dengan sendirinya.
Jam dinding saat ini sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, udara malam terasa lebih dingin hingga menusuk sampai ke tulang baik Ardi maupun Sabrina semakin mengeratkan selimut agar lebih terasa hangat.
Keduanya semakin terlelap dalam tidur masing-masing hingga tanpa terasa pagi pun datang menyambut.
Sabrina bangun dari tidurnya tepat pukul setengah enam pagi pada saat hendak bangun dia pun melihat Ardi yang sedang terlelap tertidur di lantai beralaskan karpet, Sabrina pun mengurungkan niatnya untuk bangun dia lebih memilih menatap Ardi dari atas ranjang.
“Dia tampan juga ?” ucap Sabrina pelan sambil tersenyum tipis.
“Suami ?” ucap Sabrina mengerutkan keningnya.
Saat Sabrina terhanyut menatap Ardi yaang saat itu masih tertidur Ardi pun menggeliatkan tubuhnya, Sabrina pun buru-buru menutup kembali matanya pura-pura tertidur.
Ardi bangun dari tidurnya lalu dengan cekatan merapikan kembali alas tidurnya tersebut lalu meletakkan kembali ke tempat semula, kemudian dia pun melangkahkan kakinya berjalan menuju kearah ranjang yang di tiduri oleh Sabrina.
Ardi pun mendaratkan pantatnya di pinggir ranjang di samping Sabrina yang tengah pura-pura tertidur kemudian dengan pelan dia pun menepuk lengan Sabrina agar terbangun dari tidurnya.
“Hei !” ucap Ardi pelan.
Sabrina pun pura-pura menggeliatkan tubuhnya.
“Hei bangun !” ucap Ardi lagi.
“Hmmm !” ucap Sabrina dengan suara serak khas bangun tidur.
“Jika tidak bangun sekarang kamu tidak akan bisa ikut ke kota pagi ini !” ucap Ardi menjelaskan.
__ADS_1
“Eh !” ucap Sabrina sambil buru-buru bangkit dari tidurnya.
“Bangun !” ucap Ardi lagi.
Kemudian Ardi segera berdiri dan mengambil handuknya lalu bergegas menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Namun Sabrina yang masih menunggu giliran untuk ke kamar mandi memilih merebahkan tubuhnya kembali di atas ranjang.
Sementara itu beberapa saat kemudian Ardi pun masuk kembali ke dalam kamar dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian pinggang hingga ke kaki.
Saat sampai di kamar Ardi menggelengkan kepalanya melihat Sabrina yang memilih tidur kembali, Ardi melangkahkan kakinya menuju ke ranjang di mana Sabrina yang tengah tertidur tanpa di duga Ardi pun mengacak rambutnya yang basah tepat di depan Sabrina hal itu membuat percikan air dari rambut Ardi mengenai Sabrina.
“Banjir… banjir tolong !” ucap Sabrina.
Ardi pun terkekeh melihat tingkah Sabrina, tanpa di duga sebelumnya Sabrina pun segera bangun dan berpegangan pada apa saja yang bisa di raih oleh tangannya.
Sialnya Sabrina bangun dengan meraih handuk yang tengah d kenakan oleh Ardi dan terpampang lah dengan nyata pemandangan langka yang belum pernah Sabrina lihat sebelumnya.
Waktu terus berjalan saat itu Sabrina masih belum sadar dengan apa yang ada di depannya dan setelah beberapa detik kemudian Sabrina menatap pemandangan langka tersebut pada akhirnya dia pun menyadarinya.
“Aaaaa !” ucap Sabrina sedikit teriak.
“Jangan teriak ! kamu mau membangunkan semua orang ?” ucap Ardi kepada Sabrina dengan tangannya masih membungkam mulut Sabrina.
Sabrina hanya menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Ardi.
“Tenang oke ! jangan teriak !” ucap Ardi kepada Sabrina agar dia lebih tenang.
Sabrina pun menganggukkan kepalanya mengerti dan paham dengan apa yang di ucapkan oleh Ardi.
“Bagus ! “ ucap Ardi sambil pelan-pelan melepaskan tangannya yang tadi membungkam mulut Sabrina.
Beberapa detik kemudian tangan kanan Sabrina pun melemparkan bantal kearah Ardi sementara tangan kirinya menutupi kedua matanya.
“Itu gajah kecilnya tolong di kondisikan dong ! dasar mesum !” ucap Sabrina mengumpat.
Ardi pun tersadar dengan apa yang di ucapkan oleh Sabrina kemudian dia pun buru-buru mengambil handuknya tadi jatuh lalu menutupi kembali area pribadinya tersebut.
__ADS_1
“Kamu sendiri yang penasaran dengannya kenapa aku yang di salahkan !” ucap Ardi bingung karena Sabrina asal tuduh.
“Lah aku ? untuk apa aku penasaran dengan gajah berukuran mini tersebut !” ucap Sabrina sedikit sewot.
“Walaupun mini tapi kamu pasti akan kagum jika dia sudah mulai beraksi !” ucap Ardi tidak mau kalah.
Sabrina pun bergidik ngeri mendengar ucapan Ardi.
“Bagaimana? tidak percaya ? mau mencobanya ?” ucap Ardi lagi kepada Sabrina sambil berusaha mendekat kearah Sabrina.
“Tidak usah !” ucap Sabrina menolak kemudian membuka matanya lalu buru-buru berjalan keluar dari kamar.
“Ayolah !” ucap Ardi masih berusaha menggoda Sabrina.
“Dasar mesum !” umpat Sabrina sambil membalikkan badannya menghadap kearah Ardi sebelum dia menghilang dari balik pintu kamar tersebut.
Ardi menggelengkan kepalanya melihat tingkah menggemaskan Sabrina sambil senyum tipis menghiasi bibirnya.
“Dasar laki-laki mesum !” umpat Sabrina sambil menutup kembali pintu kamar mandi dari dalam.
“Eh tunggu yang tadi itu apa ?” ucap Sabrina berbicara dengan dirinya sendiri sambil membayangkan sesuatu yang tadi tidak sengaja dilihatnya.
“Kenapa bentuknya aneh begitu ?” ucap Sabrina lagi sambil mengerutkan dahinya karena merasa heran.
“Tidak… tidak aku pasti salah lihat.” Ucap Sabrina sambil berusaha menghilangkan bayangan gajah kecil tersebut dari dalam pikirannya.
“Tapi kalau di pikir-pikir lucu juga mini-mini gitu !” ucap Sabrina sambil tertawa cekikikan.
Kemudian Sabrina pun mencelupkan tangannya ke dalam air untuk memastikan agar airnya tidak terlalu dingin.
“Awww dingin !” Ucap Sabrina sambil menarik kembali tangannya dari dalam air.
“Bagaimana mungkin aku bisa mandi dengan air yang sedingin es begini ?” ucap Sabrina bicara sendiri.
“Lebih baik aku cuci muka dan sikat gigi saja ! iya begitu lebih baik.” ucap Sabrina sesaat kemudian mengambil keputusan.
Kemudian Sabrina pun segera mencuci wajahnya agar lebih segar dan tidak lupa setelah itu diapun menyikat gigi agar tidak bau mulut.
__ADS_1
Usai menyelesaikan urusannya di dalam kamar mandi Sabrina pun bergegas keluar dari kamar mandi tersebut menuju ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya karena sesuai dengan rencana dia akan ikut dengan Ardi ke kota.
Bersambung….