Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 88


__ADS_3

Pak Yuda pun berusaha mengetuk pintu kamar sang putri dengan penuh kekhawatiran akan keadaan sang putri.


“Sa ! ini papa.” Ucap sang papa.


Namun tidak jawaban dari dalam kamar Sabrina hal tersebut membuat sang papa menjadi cemas.


“Sasa buka pintunya nak ! kamu baik-baik saja kan ?” tanya sang papa lagi sambil terus mengetuk pintu kamar sang putri.


Mendengar suara berisik di lantai atas Nyonya Rosita pun mengajak sang putri untuk melihat keadaan di lantai atas.


“Ada apa ini ?” tanya Nyonya Rosita saat sampai di ujung tangga atas.


“Kata bibik Sabrina dari tadi tidak keluar-keluar dari kamar ! takut ada apa-apa dengan putriku.” Jawab pak Yuda menanggapi ucapan sang istri.


“Tidak ada apa-apa dengannya ! orang saat pulang tadi dia baik-baik saja kok, mungkin saja dia hanya malu kembali setelah sekian lama kabur dari rumah .” Ucap sang istri.


“Iya yang dikatakan mama benar kok pa.” ucap Renata ikut menimpali.


“Tapi tetap saja papa harus memastikan keadaan Sabrina.” Ucap pak Yuda kemudian berusaha kembali mengetuk dan memanggil Sabrina sang putri.


“Sasa ini papa buka pintu nya nak.” Ucap pak Yuda.


Sementara itu dari dalam kamar Sabrina pun akhirnya terbangun saat mendengar suara ribut-ribut di depan pintu kamarnya, mau tidak mau akhirnya dengan langkah gontai Sabrina pun bangkit dari ranjang dan berjalan menuju ke arah pintu kamar tersebut dan membukanya.


“Ada apa pa ?” tanya Sabrina sambil mengucek matanya yang masih terasa berat.


“Sasa !” ucap sang ayah saat melihat sang putri keluar dari kamar dengan mata yang sedikit sembab.


“Ada apa ? apa yang terjadi ?” tanya sang ayah sambil menangkup pipi sang putri menggunakan kedua tangannya.


Sabrina hanya menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan sang papa.


“Apa yang membuat mu sedih hingga membuat mata mu sembab begini ?” tanya sang papa lagi.


“Tidak ada yang terjadi pa ! aku baik-baik saja.” Ucap Sabrina menegaskan.


“Apa non Sabrina yakin tidak ada yang terjadi ? bibik khawatir non.” Ucap bik Ina kepada Sabrina.


Sabrina pun menatap ke arah bik Ina dan tersenyum.


“Aku baik-baik saja bi.” Ucap Sabrina kemudian.

__ADS_1


Walaupun Sabrina mengatakan jika dia baik-baik saja namun hal tersebut tidak membuat sang papa percaya begitu saja.


“Palingan juga masalah cowok !” ucap Renata spontan.


Deg mendengar hal tersebut seketika jantung Sabrina berdetak lebih cepat.


Sedangkan Nyonya Rosita menyikut Renata sang putri agar tidak berbicara sembarangan tentang Sabrina di depan sang suami.


“Gue masih punya harga diri ! jangan samakan dengan wanita yang suka mencuri pria milik wanita lain !” ucap Sabrina membela diri.


“Kamu !” ucap Nyonya Renata seketika menjadi kesal.


“Mas !” ucapnya lagi berharap sang suami membelanya.


“Loh kenapa tiba-tiba kesal Nyonya Rosita ? ucapanku benar bukan ?” tanya Sabrina lagi.


“Mas bilangin sama putrimu hargai aku sebagai istri mas dan juga mamanya.” Ucap Nyonya Rosita kepada sang suami.


“Apa kali ini papa juga akan menyalahkan akan sikapku ? semua disini mendengar siapa yang memulai pertengkaran.” Ucap Sabrina tiba-tiba berbicara dengan sang papa yang tengah berdiri di depannya.


Pak Yuda berusaha mengontrol dirinya agar tidak terjadi hal yang seperti sebelumnya, kali ini dia tidak ingin menyalahkan sang putri setelah bik Ina menceritakan semuanya.


“Tapi jangan bermimpi agar aku menganggap anda seperti mama kandungku sendiri yaitu sahabat anda sendiri… aku tegaskan itu tidak akan terjadi.” Ucap Sabrina dengan suara lantang.


Emosinya kali ini benar-benar tidak bisa dikendalikan.


“Sudah cukup ! apa kalian sudah tidak menghargai aku sebagai kepala rumah tangga dan pemimpin di sini ?” ucap pak Yuda akhirnya karena tidak tahan melihat keributan yang terjadi.


“Tidak bisa mas ! aku tidak terima putrimu tidak bisa menghargaiku ! kurang apa aku ? selama ini aku mengurusnya sama dengan mengurus putri kandungku sendiri… tetapi kenapa dia tidak bisa menghargai aku sebagai ibunya.” Ucap Nyonya Rosita seakan tengah bersedih.


“Dasar rubah betina.” Ucap Sabrina mengumpat.


“Mas lihat ! sikap nya sangat tidak menghargaiku.” Ucap Nyonya Rosita seakan menjadi orang yang tengah tersakiti dengan air mata buayanya.


“Sudah cukup !” ucap pak Yuda kemudian.


“Lo jahat ! lo sudah membuat mama menangis ! dan papa juga.” Ucap Renata membela sang mama.


“Kalian dengar ya ! seharusnya aku yang marah atas perlakuan kalian pada keluargaku, membuat mama ku pergi dari rumahnya sendiri dan memisahkan aku dari kedua orang tuaku.” Ucap Sabrina emosi.


“Semua itu terjadi akibat kelakuan Adelia sendiri tidak ada hubungannya denganku.” Ucap Nyonya Rosita membela diri.

__ADS_1


“Aku tidak habis pikir seorang sahabat tega menghancurkan keluarga sahabatnya sendiri.” Ucap Sabrina menggelengkan kepalanya.


“Jangan asal bicara kamu ! bocah kemarin sore tahu apa kamu ha ?” tantang Nyonya Rosita.


Tiba-tiba Sabrina tersenyum licik menatap Nyonya Rosita dan Renata bergantian, Sabrina pun berjalan masuk ke dalam kamar dan mengambil ponsel miliknya dan memutar video yang sempat direkam olehnya dan menyerahkannya kepada sang papa.


“Silah kan papa nilai sendiri mana yang benar dan mana yang hanya menumpang hidup seperti parasite.” Ucap Sabrina sambil menekankan kata-kata parasite tersebut sambil melihat ke arah Nyonya Rosita.


Mendengar ucapan Sabrina Nyonya Rosita bertambah kesal karena Sabrina berani mengatainya seperti parasite yang hanya menumpang hidup dan merugikan inangnya.


Usai menonton video yang di rekam oleh Sabrina tersebut wajah sang papa berubah menjadi merah padam menahan emosi.


“Apa maksud semua ini ?” ucap pak Yuda kepada sang istri sambil menunjukkan video tersebut.


“Apa mas ? aku tidak mengerti apa yang mas maksud !” ucap Nyonya Rosita bingung.


“Jadi selama ini kamu hanya bersandiwara  dan memfitnah Adelia telah berselingkuh dengan mantan suamimu ?” tanya pak Yuda dengan nada suara yang lebih keras dari sebelumnya.


“Maksud mas apa ? aku tidak mengerti !” ucap Nyonya Rosita gelagapan.


“Jangan pura-pura bodoh ! selama ini kamu hanya memanfaatkan mantan istriku dan mengambil keuntungan dari kebaikannya.” Ucap pak Yuda.


Pak Yuda mengusap kasar wajahnya berusaha menahan emosinya.


“Dan kamu memfitnah sahabatmu berselingkuh agar bisa menguasai hartaku ! bukan begitu ?” tanya pak Yuda lagi.


“Itu tidak benar mas ! semua itu salah… aku tidak berniat menguasai hartamu karena aku mencintaimu mas.” Ucap Nyonya Rosita.


“Cinta ? persetan dengan cinta.” Umpat Sabrina.


Sementara bik Ina hanya diam melihat keributan tersebut.


“Setelah ada bukti masih berani kamu menyangkal semuanya ? tidak aku pikir ini salah.” Ucap pak Yuda lagi seperti kehabisan kata-kata.


“Kemasi semua barang-barangmu dan pergi dari sini detik ini juga aku menceraikanmu.” Ucap pak Yuda membuat keputusan.


“Tidak mas ! jangan lakukan itu jangan ceraikan aku mas !” ucap Nyonya Rosita berlutut di kaki sang suami sambil menangis begitu juga dengan Renata sang putri.


Sabrina tersenyum puas melihat kejadian tersebut, dia tidak berharap banyak agar orang tuanya kembali bersatu setidaknya sang mama mendapat keadilan dan terbukti tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2