Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 44


__ADS_3

Sari tengah duduk di gazebo yang terletak di belakang rumah tepatnya di atas kolam ikan milik keluarganya.


“Tahan sebentar ya mbak ini agak sedikit perih !” ucap Sari kepada Sabrina saat hendak membersihkan lukanya.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sari.


“Kenapa bisa luka sih mbak ! pasti sakit ya ?” tanya Sari lagi.


“Nggak kok ! sama sekali tidak sakit !” ucap Sabrina berpura-pura.


Jika tadi tidak ada orang lain sudah bisa di pastikan jika Sabrina akan menangis sekencang-kencangnya, karena ini pertama kalinya dia mengalami hal tersebut.


“Beneran ?” tanya Sari memastikan sambil terus membalut luka yang ada pada jari Sabrina tersebut.


“Hmmm.” Jawab Sabrina pasti.


“Baiklah ! selesai.” Ucap Sari.


“Terima kasih ya.” Ucap Sabrina tersenyum.


“Sama-sama mbak.” Balas Sari sambil tersenyum kepada Sabrina.


“Eh mbak ?” ucap Sari bersemangat.


“Apa ?” tanya Sabrina.


“Cie… cie yang habis honeymoon.” Ucap Sari menggoda Sabrina.


“Apaan sih Sar !” ucap Sabrina tidak berani menatap Sari karena seketika wajahnya memerah seperti tomat matang.


“Gimana mbak ? mas Ardi keren nggak ?” pancing Sari.


“Apa an sih Sar ! anak kecil nggak boleh kepo ya ! ntar ke pengen lagi !” ucap Sabrina mengingatkan Sari.


“Ya elah mbak aku sudah bukan anak kecil kali ! sudah dewasa juga ! kalau mau nikah juga udah bisa.” Ucap Sari seketika sewot saat Sabrina mengatakan jika dirinya anak kecil.


“Ya sudah kalau masih pengen tahu kamu nikah aja .” ucap Sabrina lagi.


“Boro-boro nikah ! orang pacar aja nggak punya !” ucap Sari sendu.


“Kamu nggak punya pacar ?” tanya Sabrina kepada Sari.


Sari pun menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan pertanyaan Sabrina.


“Hmmmm ngomong-ngomong mbak ada temen cowok nggak ?” tanya Sari kepada Sabrina dengan semangat.


“Ada banyak ! kenapa memangnya ?” tanya Sabrina bingung.

__ADS_1


“Kali aja salah satunya jodohku mbak!” ucap Sari tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


“Serius mau dikenalin ?” tanya Sabrina memastikan.


“Hmmmm.” Ucap Sari menganggukkan kepalanya.


“Iya kapan-kapan aku kenalin.” Jawab Sabrina.


“Bener ya mbak ?” tanya Sari penuh harap.


“Iya.” Ucap Sabrina tersenyum.


“Mbak baik banget ! terima kasih lo mbak ! kali aja aku menemukan jodohku yang selama ini tersesat.” Ucap Sari senang sambil memeluk Sabrina.


“Hahahaha ! segitu bahagianya ya ?” ucap Sabrina.


“Iya !” ucap Sari sambil menganggukkan kepalanya.


Saat kedua wanita tersebut masih saling rangkul tiba-tiba ponsel milik Sari berdering, dia pun mengambil ponsel tersebut dari dalam kantung piyama nya lalu mengangkat panggilan tersebut.


Saat panggilan tersambung Sari pun berbicara dengan orang yang ada di seberang telepon, hanya sebentar lalu setelahnya sambungan telepon terputus dan Sari pun kembali memasukkan ponsel genggam miliknya ke dalam kantung piyama yang dikenakannya.


“Eh ya mbak !” ucap Sari kepada Sabrina.


“Iya kenapa “ jawab Sabrina.


“Memangnya mas mu di mana sekarang ?”tanya Sabrina kepada Sari.


“Di kebun buah coklat yang ada di ujung sana mbak.” Terang Sari.


“Jauh ya ?” tanya Sabrina.


“Nggak terlalu kok ! kalau naik sepeda bisa lebih cepat sampai.” Ujar Sari.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Sari.


“Ya udah mbak masuk yuk ! barang kali mbok Ya sudah menyiapkan bekal yang akan mbak antarkan untuk mas Ardi.” Ucap Sari.


Lalu kedua wanita tersebut segera melangkahkan kaki meninggalkan gazebo tersebut menuju ke dalam rumah namun kali ini Sari tidak menemani Sabrina karena dia sendiri langsung pulang ke rumah yang berada di sebelah untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.


Sari melangkahkan kaki masuk menuju ke dapur, di sana mbok Ya seperti sebelumnya masih berkutat dengan peralatan masaknya.


“Mbok butuh bantuan ?” tanya Sabrina saat sampai di dapur.


“Tidak usah mbak sudah hampir selesai kok ! lukanya sudah di obati ?” tanya Mbok Ya kepada Sabrina.


“Iya sudah .” ujar Sabrina.

__ADS_1


“Syukurlah kalau begitu.” Ucap Mbok Ya tersenyum sambil tangannya terus fokus bekerja.


Beberapa saat kemudian mbok Ya pun selesai memasak dan menyiapkan bekal yang akan di bawa oleh Sabrina, namun kali ini Mbok Ya membiarkan Sabrina untuk membantunya.


…..


Sabrina saat ini tengah mengendarai sepedanya menuju ke kebun di mana Ardi sang suami tengah berada, karena semalam hujan turun sangat lebat akibatnya saat ini udara terasa sangat karena cahaya matahari masih malu-malu menyinari bumi.


Sambil terus mengayuh sepedanya menuju ke tempat tujuan Sabrina tiada hentinya mengagumi pemandangan sekitar yang masih tampak sangat alami, pemandangan yang tidak pernah dia temui saat masih tinggal di kota.


“Indahnya !” ucap Sabrina lalu berhenti sejenak menikmati pemandangan,


“foto dulu ah !” ucap Sabrina berbicara sendiri lalu mengeluarkan ponsel genggamnya dari dalam kantung celana yang dia kenakan.


“Di sini sepertinya akan bagus !” ucap Sabrina berswafoto sambil mengarahkan kameranya.


Setelah beberapa kali mengambil gambar Sabrina pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat di mana sang suami berada.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Sabrina pun sampai di tempat yang sesuai dengan arahan yang dimaksud oleh Sari tersebut, saat Sabrina memarkirkan sepedanya seorang pria yang dikenalnya datang menghampiri.


“Mau ketemu mas Ardi mbak ?” tanya pria yang bernama Joni tersebut.


“Eh iya ! kamu di sini Jon ?” tanya Sabrina kepada Joni.


“Iya mbak !” ucap Joni menanggapi ucapan Sabrina.


“Kamu apa kabar ?” tanya Sabrina lagi.


“Baik mbak ! lewat sini mbak !” ucap Joni kepada Sabrina mengarahkan jalan.


“Iya terima kasih Jon.” Jawab Sabrina.


“Sama-sama mbak.” Ucap Joni.


Kemudian Sabrina pun mengikuti ke mana langkah Joni dari belakang menuju ke tempat di mana Ardi berada, tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di tempat  yang di maksud.


Di sana tampak Ardi yang tengah sibuk memantau serta memeri arahan kepada para pekerja yang membantu usaha orang tuanya tersebut.


Saat melihat kedatangan Sabrina Ardi pun sekilas tersenyum sambil menyuruh Sabrina untuk menunggunya di sebuah rumah kebun yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempat Sabrina berdiri.


Sabrina pun mengerti apa yang di maksud oleh Ardi dia pun melangkahkan kaki menuju ke rumah kebun tersebut untuk meletakkan bekal tersebut sambil menunggu Ardi menyelesaikan pekerjaannya sementara itu Joni meninggalkan Sabrina seorang diri dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Setelah sampai di rumah kebun tersebut Sabrina pun meletakkan bekal yang dia bawa tadi di atas meja yang ada di sana, kemudian dia pun pergi berkeliling melihat-lihat keadaan di sekitar untuk mengusir rasa bosan.


Di sana banyak pria dan wanita paruh baya yang bekerja, walaupun umur sudah tidak muda lagi namun mereka sangat bersemangat dalam bekerja hal itu membuat Sabrina terharu melihat kegigihan mereka dalam menstabilkan ekonomi keluarga


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2