Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 65


__ADS_3

Di sisi lain Reyhan tengah memarkirkan mobilnya di kediaman Yuda Mahendra setelah memastikan mobil parkir dengan aman Reyhan pun segera keluar dari mobil dan berjalan menuju ke pintu rumah kediaman Mahendra.


Tokk…tokk… Reyhan mengetuk pintu rumah tersebut sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


“Mas Rey ?” ucap Bik Ina saat melihat tamu yang datang tersebut merupakan Reyhan.


“Om Yudanya ada bik ?” tanya Reyhan sambil tersenyum ke arah bik Ina.


“Ada mas ! ayo silah kan masuk.” Ucap bik Ina mempersilahkan Reyhan masuk ke dalam rumah.


“Duduk dulu mas ! bibik akan panggilkan bapak terlebih dahulu.” Ucap bik Ina kepada Reyhan.


“Baik terima kasih bik.” Ucap Reyhan kemudian duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah tersebut.


Bik Ina pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan pemuda tampan tersebut, kemudian berlalu meninggalkan Reyhan di ruang tamu untuk memberitahu sang majikan jika ada yang datang menemuinya.


Renata yang saat itu melintas tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat Reyhan tengah duduk di sofa ruang tamu.


“Mas Reyhan !” teriak Renata kegirangan sambil berlari mendekat ke arah pemuda tersebut.


Setibanya di sana Renata pun segera duduk di samping Reyhan dan bergelayut manja di lengan pemuda tersebut.


“Rena !” ucap Reyhan merasa sedikit risih dengan tingkah gadis tersebut.


“Mas Rey ke mana saja ? Rena tu kangen tahu sama mas Rey !” ucap Renata sedikit manja kepada Reyhan.


Reyhan yang merasa risih melihat Renata bergelayut di lengannya pun berusaha menjaga jarak dengan gadis tersebut.


“Tidak baik terlalu dekat begini ! kita sama-sama sudah dewasa !” ucap Reyhan kepada Renata sembari menepis Renata dari lengannya.


Sontak Renata seketika menjadi cemberut karena melihat reaksi Reyhan yang tidak begitu tertarik dengannya.


“Eh ada nak Reyhan !” ucap Rosita sang mama yang tiba-tiba saja muncul.


“Iya tante !” ucap Reyhan tersenyum.


“Sayang di ambilkan donk Reyhan nya minuman !” ucap sang mama kepada Renata.


Renata pun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sang mama kemudian segera bangkit dari duduknya.


“Tidak usah tante ! saya di sini hanya sebentar.” Ucap Reyhan menolak dengan halus.


Mendengar hal itu Renata pun mengurungkan niatnya dan mendaratkan pantatnya kembali di atas sofa.

__ADS_1


“Kamu datang Rey?” ucap pak Yuda saat sampai di ruang tamu.


“Iya om !” ucap Reyhan menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan pak Yuda.


Pak Yuda pun ikut bergabung duduk di ruang tamu tersebut.


“Ada hal apa yang membuatmu begitu terburu-buru ?” ucap Pak Yuda kepada Reyhan karena sebelumnya tadi dia mendengar Rayhan menolak di buatkan minum dengan alasan dia sedang terburu-buru.


“Apa sudah ada kabar dari Sabrina om ?” tanya Reyhan kepada pak Yuda.


Mendengar hal tersebut seketika ekspresi Rosita dan juga sang putri Renata menjadi berubah, mereka terlihat seperti tidak senang saat nama Sabrina di sebut.


Pak Yuda tersenyum mendengar pertanyaan Reyhan.


“Mari kita bicara di ruang kerja !” ucap Pak Yuda sambil bangkit dari duduknya.


Mendengar ucapan sang suami Rosita tiba-tiba protes.


“Mas ! ada rahasia apa yang mas sembunyikan ? apa tidak bisa bicara di sini saja ? aku juga ingin tahu bagaimana kabar Sabrina !” ucap Rosita kepada sang suami tidak terima.


“Iya pa ! Sabrina kan juga kakakku aku juga ingin tahu apakah dia baik-baik saja.” Ucap Renata kepada pak Yuda.


“Sabrina baik-baik saja ! ada hal yang ingin aku bicarakan dahulu dengan Reyhan !” ucap Pak Yuda menanggapi ucapan istri dan anak sambungnya tersebut.


Reyhan pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan pak yuda dan bangkit dari duduknya melangkahkan kakinya mengikuti pak Yuda dari belakang.


“Mama ! kenapa semua orang hanya peduli dengan Sabrina itu !” ucap Renata menghentakkan kakinya ke lantai karena merasa kesal dengan ayah sambungnya tersebut.


“Sebenarnya ada hal penting apa yang akan mereka bicarakan sehingga kita tidak boleh mendengarnya.” Ucap Rosita ikut kesal.


Di ruangan kerja…


“Apa ada kabar dari Sabrina om ?” tanya Reyhan kepada Pak Yuda setelah mereka berada di ruang kerja pak Yuda.


“Duduk dulu !” ucap pak Yuda kepada Reyhan mempersilahkan pemuda tersebut untuk duduk.


Reyhan pun menuruti ucapan Pak Yuda tersebut dan duduk di kursi yang terletak di seberang meja kerja pria paruh baya tersebut.


Pak Yuda menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.


“Rey !” ucap pak Yuda.


“Iya om ?” jawab pemuda yang bernama Reyhan tersebut.

__ADS_1


“Sebelumnya om ucapkan banyak terima kasih kepadamu karena berkat bantuanmu akhirnya om menemukan putri om Sabrina.” Ucap Pak Yuda kepada Reyhan.


Reyhan pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menanggapi ucapan pria paruh baya tersebut.


“Dan juga om minta maaf karena harus menyampaikan kabar yang kurang baik tentang perjodohan kamu dengan Sabrina karena semua ini di luar kendali om.” Ucap pak Yuda merasa tidak enak menyampaikan kabar tersebut.


“Kabar apa om ? apa Sabrina baik-baik saja ?” tanya Reyhan tampak khawatir.


Pak Yuda pun menganggukkan kepalanya .


“Sabrina baik-baik saja ! hanya saja rencana perjodohan kalian sepertinya tidak bisa di lanjutkan dan om akan bicara sendiri kepada orang tuamu mengenai hal ini !” ucap pak Yuda dengan wajah yang serius.


“Tidak bisa di lanjutkan bagaimana maksud om ?” tanya Reyhan sedikit bingung tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


“Putri om Sabrina sudah menikah !” ucap pak Yuda berkata jujur.


“Menikah ?” tanya Reyhan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


“Iya !” ucap Pak Yuda menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan pemuda tersebut.


Seperti tersambar petir di siang bolong Reyhan menjadi terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa mendengar penjelasan pria paruh baya tersebut, tidak ingin percaya dengan semua yang di dengarnya namun dia juga tidak bisa menyangkal karena tidak mungkin pria paruh baya tersebut membohonginya.


“Siapa laki-laki itu om ?” tanya Reyhan akhirnya kepada pak Yuda.


“Apa Sabrina mencintainya ?” tanya Reyhan lagi.


Pak Yuda pun menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan pemuda tersebut.


Raut kekecewaan tampak jelas dari wajah Reyhan mendengar jawaban jika Sabrina telah menikah dan mencintai pilihannya tersebut.


“Rey ! om minta maaf karena kali ini om tidak bisa berbuat apa-apa !” ucap pak Yuda kepada Reyhan.


“Aku paham om ! tapi apa boleh aku menemuinya ?” ucap Reyhan kepada pak Yuda.


Pria paruh baya tersebut tampak diam mendengar ucapan pemuda yang bernama Reyhan tersebut.


“Aku janji tidak akan membuatnya kesulitan atau mengacaukan segalanya.” Ucap Reyhan lagi.


“Aku hanya ingin memastikan jika dia benar-benar memilih pria yang tepat dan hidup dengan bahagia.” Ucap Reyhan lagi kepada pak Yuda.


Dari manik matanya tampak sebuah kejujuran dan niat yang tulus hanya memastikan jika Sabrina bahagia dengan pilihannya tidak ada kebohongan di sana.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2