Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 49


__ADS_3

Adelia tampak serius mendengar penjelasan sang mantan suami tentang kepergian sang putri dari rumah.


“Aku sudah lama tidak melihatnya… apa aku bisa melihat fotonya ?” tanya Adelia kepada sang mantan.


Kemudian pak Yuda pun mengeluarkan ponselnya dari dalam kantung celana lalu menunjukkan foto sang putri kepada mantan istrinya tersebut.


“Ya ampun nak ternyata kamu sudah ada di dekat mama, hanya saja mama yang tidak bisa mengenali putri mama sendiri.” Ucap Adelia menatap gambar yang di tunjukkan oleh sang mantan suami.


Tanpa terasa air mata membasahi pipi wanita paruh baya tersebut.


“Kamu tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik sayang.” Ucap Adelia tersenyum haru.


“Apa kamu mengenalinya ? putri kita di sini ?” tanya pak Yuda.


Mendengar pertanyaan sang mantan Adelia pun menyerahkan kembali ponsel milik pak Yuda lalu menghapus air matanya menggunakan kedua tangannya.


“Dia tidak ada di sini.” Jawab Adelia kemudian.


“Apa kamu tahu dia ada di mana sekarang ?” tanya pak Yuda lagi.


Adelia pun menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan sang mantan suami.


Kemudian Adelia pun menghubungi seseorang melalui ponsel genggamnya, saat sambungan telepon tersambung dia pun mengobrol sebentar dengan orang yang dihubunginya tersebut.


Setelah mematikan sambungan telepon Adelia pun meminta Pak Yuda untuk mengantarkannya ke suatu tempat tanpa membuang-buang waktu mereka pun segera berangkat ke tempat tujuan menggunakan mobil yang dikendarai oleh pak Yuda.


Mobil melaju membelah jalanan malam yang cukup sepi karena memang di desa tersebut masih sedikit yang memiliki kendaraan pribadi, di dalam mobil baik Adelia maupun sang mantan tidak banyak bicara hanya suara deru mesin mobil yang terdengar.


Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya pak Yuda pun menghentikan mobilnya, Adelia segera keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kaki ke arah taman kecil yang ada di sana.


Di sana tampak sepasang manusia yang tengah duduk sambil mengobrol.


“Sasa.” Ucap Adelia saat sampai di dekat kursi taman tersebut.


Sabrina menoleh ketika seseorang memanggilnya dengan panggilan kesayangan kedua orang tuanya tersebut seketika menoleh ke arah sumber suara.


“Tante ?” ucap Sabrina saat melihat siapa yang memanggilnya.


Sabrina pun bangkit dari duduknya diikuti oleh Ardi sang suami setelahnya.


Tante Adelia pun memeluk erat tubuh Sabrina melepaskan kerinduan yang selama ini terpendam, Sabrina hanya diam tidak mengerti atas sikap sang tante, begitu pula dengan Ardi dia merasa bingung tidak mengerti dengan adegan yang terjadi di depannya tersebut.


Sang tante pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang sempat menetes di pipinya tersebut.


“Ini mama sayang!” ucap tante Adelia.

__ADS_1


Sabrina mengerutkan keningnya tidak mengerti.


“Mama ?” ucap Sabrina bingung.


“Iya sayang ini mama !” jawab tante Adelia.


Sabrina semakin tidak mengerti dengan semua ini.


Kemudian Pak Yuda yang sedari tadi tengah berdiri tidak jauh dari sana ikut buka suara.


“Sa !” ucap pak Yuda memanggil sang putri.


Sabrina dan juga Ardi menatap ke arah sumber suara.


“Benar beliau memang mamamu !” Ucap Pak Yuda memberikan penjelasan agar Sabrina tidak bingung.


“Mama ?” panggil Sabrina.


Kemudian Sabrina pun berhamburan memeluk sang mama yang selama ini tidak di kenalinya tersebut, di dalam pelukan sang mama Sabrina pun menangis melepaskan rindu yang selama ini tidak tersampaikan.


“Maafkan mama sayang karena pergi meninggalkanmu… maafkan mama karena tidak melihat proses tumbuh kembangmu nak, maafkan mama karena tidak lebih dulu mengenalimu.” Ucap sang mama terisak.


Sabrina semakin terisak mendengar ucapan sang mama.


Setelah beberapa saat sang mama pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata sang putri, sedangkan sang papa melangkahkan kakinya mendekat ke arah ibu dan anak tersebut.


Sabrina pun memeluk sang papa, sedangkan Ardi dan juga mama Adelia tersenyum senang melihat sang istri yang sudah berdamai dengan keadaan dan menemukan kebahagiaannya.


“Apa pria ini kekasihmu ?” tanya papa Yuda sesaat kemudian.


“Bukan !” ucap Sabrina sambil menggelengkan kepalanya.


“Lantas ?” tanya papa Yuda lagi.


Ardi pun mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya kepada papa Yuda.


“Saya Ardi.” Ucap Ardi memperkenalkan dirinya.


Papa Yuda pun mengangukkan kepalanya paham.


“Dia menantu kita !” jawab mama Adelia.


“Hah ?” ucap papa Yuda melongo tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“Menantu ? itu berarti mereka berdua sudah…” ucap papa Yuda menebak.

__ADS_1


“Iya mereka sudah menikah.” Jawab mama Adelia.


“Tidak bisa ! ini tidak bisa bagaimana mungkin kamu menikah tanpa sepengetahuan papa.” Ucap papa Yuda tidak terima.


Seketika Ardi menjadi sedikit gugup mendengar ucapan sang mertua, begitu juga dengan Sabrina dia seketika takut jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan antara sang papa dan juga suaminya.


“Sudah lah mas ! toh pernikahan mereka sudah sah tinggal kita sebagai orang tua memberikan restu dan doa agar rumah tangga mereka Sakinah mawadah warrahmah.” Ucap sang mama menimpali.


Flash back on


Seorang gadis muda tengah berdiri di depan pintu sebuah apartemen dengan sedikit cemas, sesat kemudian dia pun mengetuk pintu tersebut dari balik pintu keluarlah seorang pemuda tampan mengenakan kaos oblong di padukan dengan celana pendek.


“Kamu sudah sampai ? ayo masuk !” ucap pria tersebut kepada wanita yang merupakan kekasihnya tersebut.


Gadis muda tersebut pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen tersebut, dari raut wajahnya tampak tengah cemas dan takut seperti tengah memikirkan sesuatu.


“Ada apa ?” tanya sang pemuda saat menyadari ada yang tidak biasa dari sang kekasih.


Namun sang gadis diam sambil memainkan ujung kemeja yang tengah di pakainya.


“Apa terjadi sesuatu ?” tanya pemuda tersebut semakin penasaran dengan perubahan sikap sang kekasih.


Kemudian dengan seluruh keberanian yang dimiliknya sang gadis pun menatap ke arah sang kekasih.


“Mas apa kamu mencintaiku ?” tanya gadis tersebut.


“Tentu aku sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri.” Jawab pemuda tersebut.


“Janji tidak akan meninggalkanku ?” tanya gadis tersebut kembali.


“Aku tidak akan meninggalkanmu  ! bagaimana mungkin aku meninggalkan wanita yang sangat aku cintai.” Ucap sang pemuda.


 “Ada apa denganmu ? tidak seperti biasanya.” Ucap sang pemuda merasa heran dengan sikap sang kekasih.


“Aku hamil mas !” ucap sang gadis tiba-tiba.


“Apa ?” ucap sang kekasih kaget.


Sang gadis pun menatap mata pemuda tersebut sambil menganggukkan kepalanya memberikan jawaban.


“Tidak mungkin ! bagaimana mungkin ? kita hanya pernah sekali melakukannya.” Jawab pemuda tersebut.


“Jadi maksud mas apa ? janin ini bukan milik mas ? atau jangan-jangan mas berpikir aku melakukannya orang lain ?” ucap gadis tersebut seketika meluapkan emosinya.


“Bukan seperti itu !” ucap sang pemuda lalu mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


Tanpa sadar sang pemuda pun berdiri lalu melemparkan sebuah pajangan yang terletak di atas meja meluapkan emosinya, sang gadis tampak kaget melihat sikap sang kekasih  yang berubah 360 derajat dari biasanya.


Bersambung….


__ADS_2