Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 85


__ADS_3

Karena merasa ada yang janggal dengan Sabrina Ardi pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah dia pun meminta Joni untuk mengambil alih pekerjaannya, sebagai anak dari pemilik lahan perkebunan dan pertanian tentu tidak banyak pekerjaan yang mengharuskan Ardi untuk turun langsung ke lapangan karena sudah ada warga setempat yang di pekerjakan oleh keluarganya.


Ardi hanya bertugas mengontrol mengawasi serta memberikan arahan kepada para pekerja tentang usaha dan upaya agar bisa menghasilkan panen yang bagus dan dapat di pasarkan.


Dengan terburu-buru Ardi menaiki anak tangga rumah orang tuanya sambil menenteng rantang makanan yang belum sempat dia makan isinya tersebut.


“Sayang !” teriak Ardi saat dia sampai di depan pintu.


Tidak ada jawaban dari dalam rumah Ardi pun segera melangkahkan kakinya menuju ke meja makan dan meletakkan rantang makanan tersebut di atas meja makan.


“Sayang !” teriak Ardi lagi sambil melihat ke arah Gazebo yang ada di belakang rumah.


Namun di sana dia tidak melihat sosok yang di carinya tersebut, Ardi pun memutuskan untuk mencarinya di dalam kamar mungkin saja apa yang dikatakannya tadi benar jika sang istri tidak enak badan.


Saat Ardi hendak membuka pintu kamar terdengar suara mbok Ya memanggil, dia pun menghentikan aksinya tersebut dan berbalik arah menghadap ke sumber suara.


“Mas Ardi.” Ucap mbok Ya.


“Sebentar mbok ! aku lihat istriku dulu !” ucap Ardi buru-buru kemudian membuka pintu kamar tersebut.


“Terlambat mas !” ucap mbok Ya seketika.


Mendengar hal tersebut Ardi pun menatap mbok Ya dan menutup kembali pintu kamar yang baru sedikit terbuka.


Mbok Ya pun berjalan menghampiri Ardi yang tengah merasa aneh dengan ucapan mbok Ya tersebut.


“Terlambat apanya mbok ?” tanya Ardi tidak mengerti arah pembicaraan mbok Ya.


“Mas Ardi terlambat ! mbak Sabrina baru saja pergi !” ucap mbok Ya menjelaskan.


“Pergi ? ke mana ?” tanya Ardi yang tidak mengerti.


Mbok Ya menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ardi tersebut.


“Apa ada masalah antara mas Ardi dan mbak Sabrina ?” tanya mbok Ya cemas.


“Masalah ? tidak ada… kami tidak ada masalah.” Jawab Ardi menggelengkan kepalanya.


“Mbak Sabrina baru saja pergi dengan mengemasi semua barangnya.” Ucap mbok Ya lagi.


“Apa ?” ucap Ardi kaget mendengar ucapan mbok Ya.


Raut wajahnya seketika berubah Ardi pun meninggalkan mbok Ya begitu saja dan buru-buru masuk ke dalam kamar mencari keberadaan sang istri.

__ADS_1


“Sayang kamu di sini kan ?” ucap Ardi saat pintu kamar terbuka.


Ardi mengitari pandangannya di tiap sudut kamar tersebut namun orang yang di carinya tersebut tidak tampak berada di sana, Ardi pun melangkahkan kakinya ke arah lemari pakaian dan tidak menemukan koper milik sang istri yang biasanya ada di samping lemari tersebut.


Masih tidak ingin mempercayai apa yang di dengarnya dari mbok Ya Ardi pun segera membuka lemari pakaian tersebut dan melihat jika benar pakaian milik Sabrina sudah tidak ada lagi di sana.


Ardi pun berjalan mundur hingga terduduk lemas di pinggir ranjang sambil mengingat apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Sabrina pergi meninggalkannya tanpa meninggalkan sepatah kata terlebih dahulu.


“Ada apa ini ?” ucap Ardi bertanya kepada dirinya sendiri.


Ardi pun mengusap kasar wajahnya kemudian Ardi pun mengeluarkan ponsel genggam miliknya dan mencoba menghubungi kembali nomor sang istri namun kali ini hasilnya berbeda jika sebelumnya masih tersambung namun kali ini nomor milik sang istri sudah tidak dapat dihubungi alias sudah tidak aktif.


“Sayang ada apa denganmu ?” tanya Ardi lagi.


“Kenapa pergi begitu saja.” Ucap Ardi lirih.


Sementara mbok Ya terus memperhatikan Ardi yang tampak terpukul saat mengetahui jika Sabrina sudah pergi dari sana.


“Mas !” panggil mbok Ya sambil berjalan masuk ke dalam kamar tersebut.


Ardi pun menatap ke arah mbok Ya yang tengah berjalan menghampirinya tersebut.


“Apa mas Ardi dan mbak Sabrina bertengkar ?” tanya mbok Ya sambil memegang bahu Ardi yang sudah di anggapnya seperti anak sendiri tersebut.


“Mbok paham setiap rumah tangga pasti ada saja ujiannya meskipun berawal dari masalah sepele jika tidak di selesaikan akan menjadi masalah besar nantinya, dan apa pun itu mbok berharap segera selesaikan dan bawa kembali mbak Sabrina pulang.” Ucap mbok Ya sambil menepuk pelan bahu Ardi lalu mbok Ya pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar meninggalkan Ardi.


Ardi hanya diam mendengar ucapan mbok Ya sambil menganggukkan kepalanya, dia sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi hingga membuat sang istri pergi tanpa pamit terlebih dahulu.


“Aku harus menyusulnya ! iya benar aku harus menyusulnya.” Ucap Ardi mulai bersemangat.


Dia pun segera bangkit dan mengambil kunci motor lalu buru-buru melangkah keluar dari kamar.


“Mbok !” panggil Ardi.


“Iya mas !” jawab mbok Ya.


“Tadi mbok bilang Sabrina baru saja pergi kan ?” tanya Ardi lagi.


“Iya mas betul !” jawab mbok Ya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ardi.


“Oke ! terima kasih mbok.” Ucap Ardi kemudian buru-buru melangkahkan kakinya keluar dari rumah hendak menyusul sang istri berharap nantinya dia bisa menyusul dan membawa kembali sang istri ke rumah.


Ardi pun mengeluarkan sepeda motor miliknya dari dalam gudang kemudian mencoba menyalakan mesinnya.

__ADS_1


“Ayo dong bro bekerja samalah !” ucap Ardi kepada sepeda motor miliknya tersebut.


Setelah beberapa kali berusaha menyalakan mesin sepeda motor tersebut akhirnya nyala dan Ardi pun mengendarai sepeda motor tersebut menjauhi kediamannya untuk menyusul sang istri dengan harapan yang sangat besar bisa bertemu sang istri dan membawanya kembali pulang.


Ardi pun menyusuri jalan yang kemungkinan di lalui oleh Sabrina, di sepanjang jalan Ardi memperhatikan kendaraan yang mungkin saja ada mobil milik Sabrina menjadi salah satunya.


Satu mobil pun tidak luput dari pandangan Ardi karena dia benar-benar berharap masih bisa bertemu dengan sang istri.


“Sayang ke mana kamu pergi !” ucap Ardi sambil menambah laju sepeda motornya tersebut.


Setelah beberapa lama mengendarai sepeda motor tanpa terasa Ardi pun sudah hampir memasuki perkotaan, karena tidak tahu harus mencari Sabrina ke mana Ardi pun memutuskan untuk menghentikan sepeda motornya di pinggir jalan raya.


Baru saja menghentikan sepeda motornya Ardi pun merasakan jika ponsel miliknya bergetar, tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang memanggil Ardi pun mengangkat panggilan tersebut.


“Sayang kamu di mana ?” ucap Ardi saat panggilan tersebut tersambung.


Karena dia yakin jika yang menghubunginya tersebut adalah Sabrina.


“Sayang… sayang… dasar ! apa kamu tidak lihat siapa yang menghubungimu !” ucap seseorang dari seberang telepon.


Ardi pun kemudian melihat kembali layar ponselnya memastikan siapa yang menghubunginya.


“Mama !” ucap Ardi lirih.


“Eh maaf ma !” ucap Ardi akhirnya.


“Ini aku Nadia… mama memintaku untuk menghubungimu karena ponsel Sabrina tidak bisa di hubungi.” Ucap Nadia.


“Kalian di mana ? mama dari tadi menanyakan kenapa kalian belum datang ke rumah.” Ucap Nadia lagi.


“Eh ya maaf ! Nad tolong sampaikan sama mama kami tidak bisa ikut makan siang bersama.” Ucap Ardi.


“Ada apa ? ada masalah ? apa Sabrina sakit ?” tanya Nadia lagi.


“Tidak bukan seperti itu.” Jawab Ardi.


“Oke baiklah tidak usah khawatir.” Jawab Nadia.


“Terima kasih Nad.” Jawab Ardi.


Kemudian panggilan tersebut terputus dan Ardi pun mencoba untuk menghubungi kembali ponsel sang istri namun hasilnya tetap sama nomor tersebut tidak dapat di hubungi.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2