Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 27


__ADS_3

Mobil melaju membelah jalanan kota yang cukup ramai oleh kendaraan yang hilir mudik melintas, seperti sebelumnya mobil tersebut masih dikemudikan oleh Joni sementara Ardi duduk di sebelahnya.


Sabrina yang duduk di sebelah Ardi hanya diam sambil merenung tengah memikirkan sesuatu, Ardi merasa ada yang salah dengan Sabrina karena selama perjalanan menuju kembali pulang ke desa dia merasa Sabrina menjadi pendiam sangat jauh berbeda pada saat mereka hendak berangkat tadi pagi.


“Ada apa ?” tanya Ardi kepada Sabrina.


“Oh ?” ucap Sabrina kaget saat Ardi bertanya padanya.


“Ada apa denganmu ?” ucap Ardi memastikan lagi.


“Aku ? kenapa aku ?” tanya Sabrina kepada Ardi sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.


“Semenjak tadi kamu hanya diam tidak banyak omong seperti sebelumnya !” ucap Ardi menjelaskan.


“Bukan apa-apa !” ucap Sabrina sambil menggelengkan kepalanya.


“Huh bagaimana mungkin aku menceritakan apa yang aku lihat tadi kepadanya! Apa yang akan dipikirkannya tentang keluargaku ?” Ucap Sabrina di dalam hatinya.


“Jika kamu masih kepikiran tentang ibuku kamu tenang saja biar aku yang akan menjelaskannya nanti.” Terang Ardi kepada Sabrina.


Sabrina pun hanya diam tidak menanggapi ucapan Ardi, dia lebih memilih menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil sambil melihat pemandangan di luar jendela.


Ardi pun menghembuskan napas panjang melihat Sabrina yang memilih diam tidak menanggapi ucapannya, kemudian dia pun membiarkan Sabrina larut dengan pikirannya sementara dia sendiri memilih berbincang dengan Joni yang sedang mengemudikan mobil.


Berkilo-kilo meter jalan yang mereka tempuh menggunakan mobil pada akhirnya mereka pun sampai kembali di rumah dengan selamat, mobil berhenti tepat di halaman depan rumah.


Sabrina pun memilih keluar lebih dulu dari dalam mobil, dengan langkah gontai dia pun menuju ke rumah Sari yang berada tepat di sebelah Ardi.


“Jon tolong ya ?” ucap Ardi kepada Joni sambil menunjuk ke arah bak mobil tersebut.


“Siap mas !” jawab Ardi semangat seperti biasa.


Ardi pun menganggukkan kepalanya mendengar tanggapan Joni.


Kemudian kedua pria tersebut mulai menurunkan mesin cuci yang tadi di beli oleh Sabrina tersebut dan membawanya masuk ke dalam rumah.


“Jon di antar ke belakang saja sekalian.” Ucap Ardi kepada Joni saat mesin cuci terebut sudah sampai di dalam rumah.


“Ke belakang mana mas ?” tanya Joni kepada Ardi.

__ADS_1


“Udah ikut saja.” Ucap Ardi lagi kepada Joni.


“Iya mas.” Ucap Joni menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ardi.


Kemudian Ardi pun membawa mesin cuci tersebut di bantu oleh Joni ke halaman belakang di tempat di mana biasanya mbok Ya mencuci baju, tempat di mana dia membantu Sabrina mencuci baju kemarin.


Pada saat itu sang ibu sedang duduk di gazebo yang hanya beberapa langkah dari tempat di mana Ardi akan meletakkan mesin cuci tersebut, Bu Siti ditemani oleh mbok Ya sedang sibuk mengupas bawang merah.


“Eh mau di bawa ke mana ?” tanya u Siti kepada Ardi.


Seketika Ardi dan Joni pun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah sumber suara.


Buru-buru Bu Siti meninggalkan mbok Ya yang sedang mengupas bawang merah tersebut dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat Ardi dan Joni berada.


“Untuk apa kamu buang-buang uang untuk membeli barang mahal seperti ini.” Ucap Bu Siti kepada sang putra.


“Bu bos tenang saja mbak Sabrina memakai uangnya sendiri kok.” Ucap Joni seketika.


"Kamu diam !" ucap Bu Siti kepada Joni.


Joni pun diam seketika sambil membuat isyarat menutup mulutnya.


“Apa itu benar ?” tanya Bu Siti kepada Ardi.


Ardi yang hendak ingin menanggapi ucapan sang ibu pun memutuskan untuk diam dan membiarkan sang ibu mencercanya dengan berbagai pertanyaan.


“Ibu tenang dulu ya ?” ucap Ardi kepada sang ibu.


“Bagaimana ibu bisa tenang kalau begini ceritanya ! pulang-pulang kamu bawa barang mahal begini, bagaimana mungkin jika bukan wanita itu yang memintamu membeli ini ?” ucap Bu Siti masih emosi dan marah terhadap Sabrina menantunya tersebut.


“Apa dia pikir uang bisa di petik dari pohon ? ibu tidak suka kamu terlalu memanjakannya apalagi untuk hal-hal yang tidak berguna begini.” Ucap Bu Siti lagi kepada Ardi.


“Makanya ibu tenang dulu ya aku akan jelaskan.” Ucap Ardi memberi sang ibu pengertian agar tenang dulu.


“Ini memang Sabrina yang membelinya dan dia membeli ini menggunakan uang pribadinya seperserpun tidak ada memakai uangku, dan dia membeli ini agar mbok Ya tidak terlalu capek dan lelah jika harus mencuci pakaian semua orang.” Ucap Ardi sedikit berbohong.


“Dan nanti aku akan mengganti uangnya.” Ucap Ardi di dalam hati.


“Apa ibu bisa percaya dengan apa yang kamu katakan ?” tanya Bu Siti kepada sang putra.

__ADS_1


“Apa aku pernah berbohong ?” tanya Ardi lagi kepada sang ibu.


Mendengar hal tersebut Bu Siti pun mulai melunak.


“Ya sudah kalau begitu !” ucap Bu Siti akhirnya.


“Ayo Jon !” ucap Ardi kepada Joni yang sejak tadi hanya diam mendengarkan kedua majikannya tersebut berdebat.


Joni pun akhirnya membantu Ardi meletakkan mesin cuci tersebut di tempat yang pas.


“Bagaimana hasil panen kali ini ?” tanya sang ibu kepada Ardi.


“Oke pas ! terima kasih Jon.” Ucap Ardi kepada Joni karena telah membantunya.


“Sama-sama mas !” jawab Joni menanggapi ucapan Ardi.


“Dan ini untukmu.” Ucap Ardi kepada Joni sambil menyerahkan lembaran uang kertas.


“Wah cair …. Terima kasih banyak mas.” Ucap Joni sambil menerima lembaran uang tersebut.


“Iya sama-sama.” Jawab Ardi menanggapi.


“Kalau begitu saya permisi mas … Bu bos.” Ucap Joni kepada Ardi dan juga Bu Siti.


Ardi pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Joni sedangkan Bu Siti hanya tersenyum sekilas.


“Oh ya Bu untuk panen kali ini kita lumayan untung dari panen sebelumnya, dan ini !” ucap Ardi kepada sang ibu sambil menyerahkan uang  penjualan hasil kebun beserta notanya.


Bu siti pun tersenyum lebar mendengar penjelasan Ardi dan dengan senang hati dia pun menerima uang yang di serahkan oleh sang putra.


“Ayah di mana ?” tanya Ardi kepada sang ibu sambil celingak-celinguk mencari keberadaan sang ayah.


“Ayahmu pergi ke kebun.” Jelas Bu Siti.


“Oh iya kamu sudah makan ? mbok Ya tadi sudah masak lauk kesukaanmu.” Ucap Bu Siti kepada Ardi.


“Sudah Bu.” Jawab Ardi.


“Ya sudah kalau begitu ibu mau menyimpan ini dulu.” Ucap Bu Siti kepada Ardi sambil menunjukkan uang yang ada di tangannya.

__ADS_1


Ardi pun menganggukkan kepalanya mengerti, kemudian Bu Siti bergegas melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah meninggalkan Ardi sendiri.


Bersambung….


__ADS_2