Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 67


__ADS_3

Reyhan pun tersenyum ramah sambil menunggu jawaban dari ibu-ibu tersebut, berharap jika Sabrina memang benar ada di desa tersebut.


“Yang di foto itu kan istrinya mas Ardi ?” ucap salah seorang ibu-ibu yang ada di sana.


Kemudian ibu-ibu yang terlihat lebih tua di antara mereka menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan salah satu ibu-ibu tersebut.


“Bagaimana apakah ibu-ibu mengenalnya ?” tanya Reyhan lagi.


“Iya wanita itu merupakan istri dari mas Ardi anak dari pemilik perkebunan di sini.” Ucap ibu-ibu tersebut.


“Apakah saya boleh tahu rumahnya di mana bu ?” tanya Reyhan lagi.


Ibu-ibu tersebut pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Reyhan kemudian dia pun mengarahkan Reyhan agar bisa sampai di kediaman pak Agus pemilik perkebunan di sana.


“Terima kasih bu !” ucap Ardi kepada ibu-ibu tersebut karena sudah menunjukkan alamat rumah di mana Sabrina saat ini sedang berada.


Reyhan pun pamit undur diri setelah mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu tersebut dan berjalan dengan cepat menuju ke arah mobilnya.


Ardi masuk ke dalam mobil kemudian mengemudikan kembali mobil tersebut sesuai dengan arahan para ibu-ibu petani tadi.


“Bagaimana mas ? Sabrina benar ada di sini ?” tanya Ziva kepada Reyhan penasaran.


“Iya.” Ucap Reyhan menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ziva.


Ziva tampak bahagia mendengar kabar tersebut karena memang dia merasa sudah sangat rindu dengan Sabrina sahabatnya tersebut.


“Jadi nggak sabar !” ucap Ziva tersenyum girang.


Reyhan pun ikut tersenyum melihat Ziva yang tampak girang namun dibalik senyumannya tersebut terselip kesedihan yang cukup dalam semenjak dia mengetahui jika Sabrina sudah menikah dengan orang lain, namun dari lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat ingin memastikan jika Sabrina bahagia dengan lelaki yang tepat.


Setelah mengikuti arahan yang diberikan oleh ibu-ibu petani tadi akhirnya Reyhan menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah mertua Sabrina tersebut.


“Loh mas ! ini kan mobil Sabrina ?” ucap Ziva bertanya kepada Reyhan.


Reyhan pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan dari Ziva tersebut.


“Berarti Sabrina memang benar ada di sini !” ucap Ziva sambil melepaskan sabuk pengaman yang tadi masih terpasang.


Ziva segera keluar dari mobil kemudian berdiri di sisi mobil tersebut sambil memperhatikan rumah serta pemandangan di sekitar, di susul oleh Reyhan setelahnya.


“Apa di sini mas ?” tanya Ziva lagi kepada Reyhan memastikan jika mereka sampai di alamat yang tepat.


“Sepertinya begitu !” ucap Reyhan menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ziva tersebut.

__ADS_1


Reyhan pun berjalan mendekat ke arah rumah panggung tersebut di susul oleh Ziva dari belakang.


“Permisi !” ucap Reyhan dengan suara agak sedikit keras.


Namun tidak ada jawaban dari pemilik rumah tersebut.


“Permisi !” ucap Reyhan lagi.


Terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah.


“Iya !” ucap seorang wanita yang terlihat sudah berumur sambil berjalan menuruni anak tangga rumah panggung tersebut.


“Maaf bu apa betul wanita ini tinggal di sini ?” tanya Reyhan dengan sopan sambil menunjukkan selembar foto kepada wanita yang terlihat sudah berumur tersebut.


Wanita tersebut pun mengambil foto yang di serahkan oleh Reyhan tersebut lalu memperhatikan potret seorang wanita yang ada di sana, setelahnya wanita tersebut memperhatikan Reyhan dan juga Ziva secara bergantian dari kepala sampai ke ujung kaki.


Melihat respons wanita tua tersebut Reyhan pun buru-buru memperkenalkan dirinya agar wanita tersebut tidak menaruh curiga dengannya.


“Perkenalkan nama saya Reyhan !” ucap Reyhan mengulurkan tangannya kepada wanita tersebut.


Dengan sedikit ragu-ragu wanita tersebut menyambut uluran tangan Reyhan.


“Mbok Ya !” ucap wanita tersebut kepada Reyhan.


“Dan ini teman saya namanya Ziva !”ucap Reyhan memperkenalkan Ziva kepada wanita tua tersebut.


Mbok ya pun menganggukkan kepalanya mengerti usai Reyhan dan Ziva memperkenalkan dirinya.


“Kami berdua teman Sabrina wanita yang ada di foto itu.” Ucap Ziva memberitahukan siapa mereka kepada mbok Ya.


“Oh temannya mbak Sabrina.” Ucap Mbok Ya menganggukkan kepalanya mengerti mendengar ucapan Ziva.


“Iya mbok !” ucap Ziva tersenyum kepada mbok Ya.


“Iya mbok paham… jadi mbak dan mas berdua ini teman mbak Sabrina dan ingin bertemu dengan mbak Sabrina begitu ya.” Ucap mbok Ya lagi.


Reyhan dan Ziva pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan mbok Ya tersebut.


“Sabrina nya ada mbok ?” tanya Ziva lagi.


“Oh iya mbok sampai lupa ! ayo silahkan masuk.” Ucap mbok Ya kepada Ziva dan Reyhan.


Keduanya pun melangkahkan kakinya mengikuti mbok Ya dari belakang menaiki anak tangga masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


“Kebetulan mbak Sabrina nya sedang pergi mengantar makan siang untuk mas Ardi.” Ucap mbok Ya menjelaskan keberadaan Sabrina.


“Mbak dan mas silahkan duduk dulu !” ucap mbok Ya mempersilahkan Ziva dan Reyhan duduk di kursi yang ada di beranda rumah panggung tersebut.


“Sebentar ya mbok tinggal ke dalam dulu.” Ucap mbok Ya lagi.


Reyhan dan Ziva pun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan mbok Ya.


Ziva pun berdiri di tepi beranda sembari tangannya berpegangan pada pembatas beranda tersebut.


“Suasana di sini jauh berbeda dengan di kota ! pantas saja sabrina lebih betah tinggal di sini, iya kan mas ?” tanya Ziva lagi kepada Reyhan.


Mendengar ucapan Ziva Reyhan seketika tersenyum kecut karena dia sebenarnya sudah tahu alasan Sabrina tinggal di sana karena dia Sabrina telah menikah dan sudah seharusnya dia tinggal di sana.


“Mas wanita itu siapa ?” tanya Ziva kepada Reyhan saat tidak sengaja matanya tertuju kepada seorang wanita yang sedang menatap ke arahnya sedang duduk di kursi roda di dekat jendela.


“Jangan terlalu ingin tahu kita hanya tamu di sini !” ucap Reyhan menanggapi pertanyaan Ziva.


Seketika Ziva mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Reyhan kepadanya.


“Silahkan diminum !” ucap mbok Ya yang baru saja datang sambil menyuguhkan minuman.


“Terima kasih mbok !” ucap Reyhan dan juga Ziva kepada mbok Ya.


Mbok Ya pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Reyhan dan juga Ziva.


“Oh iya mas dan mbak berdua mbok minta maaf tidak bisa menemani di sini karena mbok harus menjaga ibu yang sedang sakit !” ucap mbok Ya.


“Tidak apa-apa mbok kami bisa menunggu !” ucap Reyhan lagi.


“Atau biar tidak bosan mas dan mbak silah kan berkeliling dulu di sekitar sini sembari melihat-lihat keadaan di sini !” ucap mbok Ya lagi.


“Terima kasih mbok !” ucap Ziva semangat.


“Intan !” panggil mbok Ya yang tiba-tiba melihat Intan lewat di depan rumah.


“Iya mbok !” ucap Intan.


“Sini !” ucap mbok Ya memanggil Intan agar mendekat.


Intan pun segera menaiki anak tangga rumah tersebut.


“Intan bisa tidak temani om dan tantenya berkeliling atau ajak saja ke tempat mas Ardi bekerja ! mbak Sabrina juga di sana.” Ucap mbok Ya kepada Intan.

__ADS_1


Intan pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan mbok Ya.


Bersambung….


__ADS_2