
Keesokan harinya…
Jam baru saja menunjukkan pukul 10.00 pagi sedangkan mama Adelia tampak sibuk di dapur sedang menyiapkan makan siang karena sesuai janjinya Nadia dan juga Zahra sang cucu hari ini akan datang, setelah sebelumnya Nadia memberi kabar kalau mereka akan sampai sebelum makan siang, untuk itu beliau tampak sibuk menyiapkan
hidangan untuk menanti kedatangan sang cucu dan juga dia juga akan mengundang Sabrina putri kandungnya untuk di perkenalkan kepada Nadia dan juga Zahra.
….
Di kediaman sang mertua Sabrina tampak sedang antusias belajar memasak di bantu oleh mbok Ya yang sudah ahli di bidang masak memasak tentunya.
Mbok Ya tampak sabar mengajari Sabrina yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan apa pun dalam memasak.
Kali ini mbok Ya mengajari Sabrina membersihkan ikan mas yang tadi di tangkap di kolam belakang rumah, karena ikannya masih hidup jadi Sabrina sedikit kesusahan untuk membersihkannya mbok Ya dengan sabar mengajarinya.
Setelah menghabiskan beberapa waktu akhirnya Sabrina pun selesai membersihkan ikan tersebut walaupun bentuknya menjadi tidak rapi tetapi mbok Ya sangat menghargai niat Sabrina yang mau belajar tersebut.
Mbok Ya pun menjelaskan kepada Sabrina bagaimana cara meracik bumbu agar meresap sampai ke dalam daging ikan tersebut, Sabrina tampak fokus mendengarkan penjelasan mbok Ya tersebut.
Lebih kurang dua jam Sabrina habiskan waktu untuk memasak akhirnya lauk untuk makan siang hari ini pun jadi dengan tambahan sayur yang di masak sendiri oleh mbok Ya.
Sabrina pun menyiapkan sepiring nasi di lengkapi dengan lauk dan juga sayur untuk bu Siti sang mertua kemudian menyuapi sang mertua dengan telaten sedangkan mbok Ya sibuk membersihkan kembali peralatan bekas memasak tadi.
Usai menyuapi sang mertua Sabrina kembali ke dapur dan melihat sebuah rantang yang sedang di isi oleh mbok Ya.
“Untuk siapa mbok ?” tanya Sabrina kepada mbok Ya.
“Mas Ardi mbak !” jawab mbok Ya menanggapi pertanyaan Sabrina.
“Nggak makan bareng di rumah ?” tanya Sabrina lagi kepada mbok Ya.
“Sebelum mas Ardi berangkat ke ladang tadi beliau titip pesan agar di antarkan makan siang sama mbak.” Jawab mbok Ya menjelaskan.
“Ohhh… mau di antar ke mana ?” tanya Sabrina kepada mbok Ya.
“Dekat kolam ikan yang di sana mbak !” ucap mbok Ya memberitahu Sabrina ke mana harus mengantarkan makan siang tersebut.
“Oke aku tahu !” ucap Sabrina mengerti sembari menganggukkan kepalanya.
“Nasinya ibu habis mbak ?” tanya mbok Ya kepada Sabrina.
“Nggak mbok ! sisa sedikit tapi ibu makan lumayan banyak kok.” Terang Sabrina kepada mbok Ya.
Mbok Ya pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina.
“Sudah mbok ?” tanya Sabrina kepada mbok Ya.
__ADS_1
“Iya mbak sudah !” ucap mbok Ya kepada Sabrina.
Sabrina pun seketika mengambil rantang tersebut dan hendak melangkah pergi.
“Loh mbak tidak makan dulu ?” tanya mbok Ya.
“Nanti saja mbok !” jawab Sabrina menanggapi ucapan mbok Ya.
Mbok Ya pun hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina tersebut.
“Makan siang untuk suamimu ?” tanya pak Agus saat bertemu Sabrina di ujung anak tangga.
“Iya yah ! ayah sudah pulang ? mau aku siapkan makan siang ?” tanya Sabrina hendak masuk kembali kembali ke dalam rumah.
“Eh tidak usah ! kamu segera saja antar makan siang untuk Ardi.” Ucap pak Agus kepada Sabrina sambil segera masuk ke dalam rumah.
Akhirnya Sabrina pun menuruni anak tangga rumah tersebut dan berjalan ke arah rumah sang bibi yang berada di sebelah.
“Bi… Sari pergi ya ?” tanya Sabrina kepada sang bibi.
“Iya sudah dari tadi ! ada apa ?” tanya sang bibi kepada Sabrina.
“Heheheh bukan apa-apa bi !” ucap Sabrina seketika cengengesan.
“Mau antar ini bi !” ucap Sabrina sambil menunjukkan rantang nasi yang di bawanya.
“Ohhh…” ucap sang bibi menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban Sabrina.
Sabrina pun segera pamit kepada sang bibi untuk segera pergi mengantarkan makan siang untuk sang suami.
Di sisi lain mama Adelia tengah berdiri di halaman rumahnya sambil menatap ke arah jalan menunggu kedatangan sang cucu, karena Nadia baru saja menghubunginya dan mengatakan akan segera sampai di rumah.
Di ujung halaman rumah tampak sebuah mobil memasuki pekarangan rumah, mama Adelia tersenyum lebar menyambut kedatangan sang cucu.
“Nenek !” panggil Zahra saat dia turun dari mobil.
Dengan tersenyum sambil merentangkan tangannya mama Adelia pun menyambut sang cucu yang tengah berlari ke arahnya.
“Cucu nenek !” ucap mama Adelia memeluk sang cucu gemas sambil menciumi pipi gadis kecil tersebut.
“Hahahahaha…. Nenek geli nek !” ucap Zahra kepada sang nenek.
Karena menciuminya dengan bertubi-tubi.
Seketika mama Adelia pun menghentikan aksinya tersebut dan beralih menyambut Nadia, usai berdrama mereka pun segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
“Apa benar yang mama katakan jika mama sudah bertemu dengan putri mama ?” tanya Nadia penasaran kepada sang mama.
“Iya benar ! mama sangat senang akhirnya mama bisa bertemu dengannya setelah sekian lama tidak bertemu.” Jawab mama Adelia semangat.
“Aku senang mendengarnya ! mulai sekarang mama tidak boleh bersedih lagi oke !” ucap Nadia kepada sang mama.
“Iya kamu benar.” Ucap sang mama menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Nadia.
“Ya ampun mama sampai lupa mengabarinya agar makan siang di sini.” Ucap mama Adelia menepuk jidatnya.
“Sebentar mama akan menghubunginya sekarang !” ucap mama Adelia sambil berjalan cepat menuju ke meja makan untuk mengambil ponselnya untuk menghubungi Sabrina sang putri.
Setelah mencoba menghubungi Sabrina namun tidak ada jawaban, berkali-kali mama Adelia mencoba menghubungi Sabrina namun panggilan tersebut tidak di angkat akhirnya mama Adelia pun meletakkan kembali ponselnya.
“Bagaimana ma sudah mama hubungi ?” tanya Nadia.
“Sudah tapi tidak di angkat.” Jawab sang mama memberitahu Nadia jika teleponnya tidak di angkat oleh Sabrina.
“Entahlah !” jawab sang mama sambil menggelengkan kepalanya.
Kemudian mama Adelia pun berjalan keluar dan melihat Ardi yang berada tidak jauh dari rumah tersebut tepatnya sedang berdiri di pinggir kolam ikan tengah memperhatikan orang-orang yang sedang bekerja.
“Kalian tunggu sebentar !” ucap mama Adelia kepada Nadia.
“Eh mama mau ke mana ?” tanya Nadia penasaran ke mana sang mama pergi.
“Ke sana !” ucap sang mama menunjuk ke arah Ardi.
“Itu Ardi ?” tanya Nadia penasaran.
“Iya.” Ucap sang mama.
“Eh mama mau ngapain ke sana ?” tanya Nadia lagi semakin penasaran.
“Mau memberi tahunya agar datang ke sini dengan Sabrina !” jawab mama Adelia.
“Maksud mama dengan Sabrina ?” tanya Nadia sedikit bingung.
“Jangan bilang Ardi menikah dengan Sabrina putri mama ?” tanya Nadia penasaran.
“Iya kamu benar !” ucap sang mama menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Nadia.
Tampak Nadia melongo tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya dari sang mama tersebut.
Bersambung….
__ADS_1