Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 12


__ADS_3

Beberapa hari kemudian …


Suasana kediaman pak Agus saat ini ramai oleh kerabat dan juga tetangga yang datang ikut memberikan ucapan selamat ke pada pengantin baru tersebut, ya baru saja Sabrina dan juga Ardi telah sah menjadi sepasang suami istri.


Saat ini para kerabat dan tamu yang hadir tengah menyantap hidangan sederhana yang di siapkan oleh tuan rumah, pernikahan mereka hanya diadakan sangat sederhana namun tetap mengundang banyak tetangga dan juga kerabat dekat.


Tampak dua orang ibu-ibu yang tengah duduk menyantap hidangan yang telah di sediakan sambil mengobrol satu sama lain.


“Saya loh kaget tiba-tiba saja mas Ardi menikah.” Ucap salah seorang ibu-ibu yang memiliki tubuh sedikit lebih gemoi.


“Iya sama saya juga kaget awalnya tapi istrinya cantik ya orang kaya lagi.” Ucap ibu-ibu yang bertubuh lebih kecil.


“Iya tapi sayangnya satu pun keluarga dari istrinya tidak ada yang hadir ! apa istrinya tahu masa lalu mas Ardi ?” tanya ibu-ibu bertubuh gemoi tadi.


“Iya kenapa ya tidak ada yang hadir dari keluarga istrinya ! entahlah ! kasihan istrinya ya kalau mas Ardi tidak memberitahunya.” Ucap ibu-ibu yang bertubuh lebih kecil.


“Iya saya merasa kasihan dengan wanita masa lalu mas Ardi dan lebih kasihan dengan istrinya apa mereka tidak direstui oleh keluarga istrinya.” Ucap ibu-ibu bertubuh gemoi tersebut.


“Hush kalian ini gosip saja ! kasihan tu istrinya mas Ardi dengar.” Ucap ibu-ibu yang baru saja datang kepada dua orang ibu-ibu tersebut sambil menunjuk ke arah Sabrina yang sedang mengambil air minum.


Ya Sabrina mendengar semua apa yang dua orang ibu-ibu tersebut sedang bicarakan namun dia hanya diam tidak bereaksi apa pun.


“Mbak ?” ucap ibu-ibu gemoi tadi dengan pelan.


Terlihat jelas dari wajahnya jika dia merasa ketakutan dan cemas jika Sabrina mendengar apa yang mereka katakan.


Namun Sabrina hanya tersenyum kecut ke arah ke dua ibu-ibu tersebut, setelah itu Sabrina memilih kembali duduk di pelaminan sambil menyambut tamu yang memberikan selamat kepada mereka.


“Selamat ya bu.” Ucap tamu yang hadir sambil menyalami bu Siti.


Namun bu Siti hanya tersenyum masam sambil menyambut uluran tangan tamu tersebut, sampai detik ini bu Siti masih tidak rela jika Sabrina yang menikah dengan putranya namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak bisa menentang keputusan pak Agus sang suami, sementara kerabat yang lain sangat menyukai dan bersyukur jika Sabrina yang menjadi jodoh Ardi.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam semua tamu yang datang juga sudah pulang ke rumah masing-masing, di dalam kamar Sabrina di bantu oleh Sari membersihkan riasan tipis di wajah Sabrina.


“Sar kamu tidur sama aku ya ?” ucap Sabrina kepada Sari.

__ADS_1


“Tidak bisa begitu dong mba, sekarang mba tidur harus sama suami mbak dong kalian kan sudah menikah !” ucap Sari.


“Mas Ardi akan marah jika aku tidur sama mbak.” Ucap Sari lagi.


“Tapi kan ?” ucap sabrina protes.


“Sudah tidak apa-apa !” jawab Sari menenangkan Sabrina.


“Atau aku saja yang tidur di kamarmu.” Ucap Sabrina masih berusaha mencari tempat yang aman.


“Nah selesai… pokoknya mbak tidur sama mas Ardi ! aku ke luar dulu ya.” Ucap sari lalu buru-buru melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut.


“Sari tunggu !” panggil Sabrina lagi.


“Dah mbak aku tinggal ya !” ucap Sari mengabaikan panggilan Sabrina dan menutup kembali pintu kamar pengantin tersebut.


“Sari !” panggil Sabrina lagi.


Namun Sari sudah tidak dapat lagi mendengar panggilan dari Sabrina karena pintu kamar tersebut sudah di tutup oleh Sari dari luar.


“Bagaimana ini ? apa yang harus aku lakukan ?” tanya Sabrina kepada dirinya sendiri.


“Apa iya aku harus…” ucap Sabrina bergidik ngeri sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan.


“Tidak…tidak jangan sampai kita begitu ! tapi bagaimana kalau dia memaksa ? apa aku akan kehilangan…! Bagaimana ini ?” ucap Sabrina berbicara sendiri.


Tanpa Sabrina duga pintu kamar tersebut terbuka kembali.


“Eh…!” ucap Sabrina tampak kaget.


Dari balik pintu muncul sosok Ardi pria yang saat ini telah sah menjadi suaminya.


“Ada apa ? apa kamu sedang memikirkan sesuatu yang akan terjadi di antara kita malam ini ?” tanya Ardi saat melihat ekspresi Sabrina yang kaget saat menyadari kedatangannya sambil berjalan mendekat menuju arah ranjang.


“Bagaimana dia bisa menebak ?” ucap Sabrina dalam hati.

__ADS_1


“Tidak bagaimana mungkin aku repot-repot memikirkan hal itu !” ucap Sabrina membantah apa yang di ucapkan oleh Ardi kepadanya.


“Tidak usah malu ! kita di perbolehkan untuk melakukan hal tersebut.” Ucap Ardi lagi sambil duduk di pinggir ranjang.


“Dasar gila ! laki-laki cabul !” umpat Sabrina kesal.


“Hahaha… kamu pikir kita akan melakukan apa ? yang cabul itu kamu ! aku berpikir kita hanya akan tidur malam ini !” terang Ardi menjelaskan kepada Sabrina.


“Ha ? aku juga berpikir seperti itu !” ucap Sabrina membela diri.


“Atau kamu berharap kita melakukan…” ucap Ardi lagi.


“Tidak ! ambil ini untukmu !” ucap Sabrina buru-buru mengambil bantal dan menyerahkannya kepada Ardi.


“Apa kamu tidak ingin kita tidur di ranjang yang sama ? mungkin malam ini akan turun hujan dan udara akan sedikit lebih dingin.” Ucap Ardi lagi menggoda Sabrina.


“Tidak ! dasar mesum !” ucap Sabrina lagi sambil mengusir Ardi dari ranjang.


Ardi pun terkekeh melihat tingkah lucu Sabrina kemudian dia meletakkan bantal yang tadi di berikan oleh Sabrina di lantai yang beralaskan karpet lalu dia berjalan ke arah lemari yang ada di dalam kamar tersebut lalu mengambil sebuah selimut dari dalam sana.


Sedangkan Sabrina sudah lebih dulu naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di atas sana lalu masuk ke dalam selimut yang cukup tebal.


Usai mengambil selimut Ardi berjalan kembali menuju ke karpet di mana dia akan tidur malam ini lalu mulai merebahkan tubuhnya di sana serta tidak lupa memakai selimut karena udara di sana cukup dingin malam ini.


“Awas jangan coba macam-macam !” ucap Sabrina sedikit memberikan ancaman kepada Ardi.


“Tidak akan ! tetapi aku tidak yakin untuk tidak ke sana tidur malam ini.” Ucap Ardi lagi.


“Mau apa kamu !” ucap Sabrina sedikit ketakutan.


“Kamu pikir aku mau ngapain ? coba saja tidur di sini ! ini sangat dingin.” Ucap Ardi lagi kepada Sabrina.


Mendengar hal tersebut Sabrina sedikit lebih tenang, padahal sebelumnya dia merasa ketakutan jika benar Ardi akan melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya dan dia sendiri tidak bisa membayang kan apa yang akan terjadi kepadanya setelah itu, karena pernikahan ini terjadi bukanlah atas keinginan mereka melainkan karena ada sesuatu yang tidak pernah dibayangkan terjadi di antara mereka.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2