
Jam dinding baru menunjukkan pukul setengah 5 pagi Ziva terbangun karena merasa ingin buang air kecil, kemudian dia pun membangunkan Sabrina untuk menemaninya ke kamar mandi yang terletak di belakang rumah panggung tersebut.
“Sa… Sa bangun dong!” ucap Ziva membangunkan Sabrina sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sabrina agar tersadar dari tidurnya.
“Kenapa Zi ? gue ngantuk banget !” ucap Sabrina dengan suara khas bangun tidur.
“Antar gue ke kamar mandi yuk !” pinta Ziva kepada Sabrina.
Setelah berusaha membangunkan Sabrina akhirnya dia pun terbangun, ke dua sahabat tersebut pun bangkit dari ranjang lalu melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar tersebut berjalan menuju ke kamar mandi.
Tidak berlama-lama menyelesaikan hajatnya di kamar mandi Ziva pun keluar dari kamar mandi kemudian keduanya berniat kembali untuk melanjutkan tidurnya.
Saat sampai di depan kamar tanpa sengaja Sabrina melihat kedua pria yang semalam menolak untuk tidur bersama dengan posisi tidur yang sangat lucu.
Sabrina pun memberitahukan Ziva sontak keduanya terkekeh bersamaan, tidak ingin kehilangan momen Sabrina pun memotret kedua pria yang sedang tidur tersebut kemudian mereka pun memutuskan kembali melanjutkan tidur setelah selesai memotret kedua pria tersebut.
“Lucu juga ya mereka !” ucap Sabrina.
“Hahahaha iya lo benar !” jawab Ziva.
“Tapi jujur gue senang akhirnya lo punya pacar !” ucap Sabrina saat merangkak naik ke atas ranjang.
“Apa sih !” ucap Ziva malu-malu.
“Cie yang baru jadian.” Goda Sabrina.
“Udah ah ! gue mau tidur !” ucap Ziva mengalihkan pembicaraan agar Sabrina berhenti menggodanya.
Sabrina seketika terkekeh melihat tingkah Ziva sahabatnya tersebut kemudian dia pun melanjutkan kembali tidurnya.
……
__ADS_1
Cahaya bulan telah digantikan oleh sang surya yang memberikan kehangatan bagi seluruh makhluk hidup, pagi ini di kediaman Pak Yuda sang tuan rumah terbangun saat merasakan di sampingnya tidak ada Nyonya rumah yaitu Rosita.
Karena kebetulan hari ini adalah hari libur seperti kebiasaan mereka sebelum-sebelumnya penghuni rumah tersebut akan bangun sedikit lebih lama kecuali bi Ina yang asisten rumah tangga yang di haruskan untuk bangun lebih awal setiap hari untuk membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan untuk sang majikan.
Dengan mata yang setengah terpejam pak Yuda pun bangkit dari ranjang untuk mencari keberadaan sang istri karena semalam Rosita sang istri mengatakan dia merasa tidak enak badan dan pagi ini sudah tidak berada di tempat tidur hal tersebut membuat pak Yuda sedikit bertanya-tanya apakah sang istri sudah sembuh atau belum.
Pak Yuda pun membuka tirai serta pintu kaca yang menuju ke arah balkon kamar tersebut namun apa yang di carinya tidak tampak berada di sana, kemudian dia berjalan ke arah kamar mandi dan saat sampai di depan pintu kamar mandi pak Yuda mengerutkan keningnya melihat pintu kamar mandi yang terbuka sedikit.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Pak Yuda memegang gagang pintu tersebut dan berniat untuk masuk ke dalam untuk mencari keberadaan sang istri namun belum sempat membuka pintu kamar mandi lebih lebar pak Yuda mendengar suara sang istri tengah berbicara dengan seseorang.
“Apa lagi mas ? aku sudah tidak bisa memberikanmu uang !” ucap Rosita dengan suara yang sedikit pelan.
Pak Yuda merasa penasaran dia pun kemudian menajamkan pendengarannya agar bisa mendengarkan sang istri tengah berbicara dengan siapa.
“Bulan lalu aku sudah memberikanmu uang ! saat ini aku sudah tidak memiliki uang lagi.” Ucap Rosita masih dengan nada suara yang di pelankan.
“Uang ? kepada siapa dia memberikan uang ?” tanya pak Yuda kepada dirinya sendiri di dalam hati.
Untuk sesaat pak Yuda tidak mendengar lagi suara sang istri dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi tetapi dia kembali mengurungkan niatnya saat mendengar kembali suara sang istri.
“Tidak ! jangan mas aku mohon jangan beritahu mas Yuda dan jangan ganggu hidupku lagi aku sudah bahagia dengan hidupku yang sekarang.” Ucap Rosita lagi tiba-tiba merasa ketakutan seolah-olah sedang mendapat ancaman.
“Apa yang tidak boleh aku ketahui ?” ucap pak Yuda di dalam hati merasa curiga dengan tingkah sang istri.
“Baik aku mengerti ! aku akan segera kirimkan uangnya secepatnya.” Ucap Rosita kemudian.
Mendengar hal tersebut pak Yuda buru-buru kembali ke ranjang dan berpura-pura untuk kembali tidur agar Rosita sang istri tidak curiga jika dia mendengar obrolannya.
Beberapa saat kemudian Rosita pun keluar dari dalam kamar mandi dan naik ke atas ranjang berbaring di samping membelakangi sang suami.
“Apa yang tengah kamu sembunyikan dariku ?” ucap pak Yuda menatap punggung sang istri.
__ADS_1
Tiba-tiba saja seketika Pak Yuda tidak ingin melanjutkan tidurnya dan bangkit dari ranjang, Rosita yang merasa jika sang suami bangun dia pun membalikkan tubuhnya menghadap ke arah sang suami.
“Mas sudah bangun ?” tanya Rosita kepada sang suami.
“Hmmm.” Ucap pak Yuda menganggukkan kepalanya.
“Bukannya hari ini mas tidak pergi ke kantor ?” tanya Rosita lagi kepada pak Yuda.
“Iya tapi aku sudah tidak mengantuk.” Jawab pak Yuda menanggapi pertanyaan Rosita sang istri.
“Ya sudah kalau begitu ! mas mandi dulu sana… aku akan membantu bi Ina menyiapkan sarapan.” Ucap Rosita kepada sang suami merasa tidak terjadi apa-apa.
“Apa yang kamu sembunyikan ? aku harus mencari tahu !” ucap Pak Yuda di dalam hati masih merasa penasaran dan curiga dengan gelagat sang istri.
Pak Yuda pun berlalu masuk ke dalam kamar mandi tanpa menanggapi ucapan sang istri.
Merasa ada yang aneh dan tidak seperti biasanya Rosita pun mengernyitkan keningnya menatap punggung sang suami.
“Ada apa ? kenapa mas Yuda terlihat dingin pagi ini.” Ucap Rosita bertanya kepada dirinya sendiri.
“Apa ini hanya pikiranku saja ?” ucap Rosita lagi berbicara pelan.
“Tidak ! aku yakin ada sesuatu yang terjadi… karena mas Yuda biasanya tidak seperti ini.” Ucap Rosita lagi.
“Atau jangan-jangan dia mendengar apa yang aku bicarakan di telepon tadi ? tidak mungkin mas Yuda mendengar pembicaraanku karena aku yakin sudah menutup pintu kamar mandi sebelum mengangkat panggilan tersebut.” Ucap Rosita lagi.
“Tapi tunggu ! seingatku saat aku keluar tadi pintu sudah dalam keadaan terbuka sedikit… apa mas Yuda mendengarnya ? bagaimana ini ?” ucap Rosita panik sendiri.
“Tidak… tidak aku harus tenang ! mas Yuda tidak akan menguping karena itu bukan kebiasaannya.” Ucap Rosita menenangkan dirinya sendiri.
Kemudian Rosita pun menarik napas dalam lalu membuangnya secara perlahan guna mengontrol emosinya, setelah itu Rosita pun segera keluar dari kamar menuju ke dapur berniat untuk membantu bi Ina menyiapkan sarapan.
__ADS_1
Bersambung….