Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 60


__ADS_3

Sabrina meletakkan kembali gelas bekas dia minum tersebut di atas meja kemudian tiba-tiba terdengar suara nada dering yang berasal dari telepon genggam miliknya berbunyi, dengan cepat Sabrina pun berjalan melangkahkan kaki menuju ke arah kamar di mana ponsel miliknya berada.


“Mama.” Ucap Sabrina saat melihat layar ponsel miliknya.


Sabrina pun segera mengangkat panggilan tersebut agar bisa tersambung.


“Iya ma ?” ucap Sabrina saat panggilan sudah tersambung.


“Hush kamu ini ! assalamualaikum nya mana ?” protes sang mama dari seberang telepon.


“Hehehe iya ma… assalamualaikum.” Ucap Sabrina tersenyum nyengir.


“Waalaikumsallam.” jawab sang mama.


“Hari ini kamu sibuk tidak sayang ?” tanya sang mama lagi kepada Sabrina.


“Hari ini ? nggak kenapa ma ?” tanya Sabrina.


“Ke rumah mama dong ! mama kangen sama kamu, nanti sekalian biar mama bisa ajarin kamu masak !” ucap sang mama.


“Iya ma nanti aku ke sana ya ! mama harus masak enak pokoknya.” Ucap Sabrina lagi kepada sang mama.


“Pasti mama akan masak enak untuk kamu.” Ucap sang mama.


“Ya sudah kalau begitu mama tunggu ya ! assalamualaikum.” ucap sang mama lagi kemudian menutup panggilan tersebut.


“Iya ma… waalaikumsallam.” Jawab Sabrina.


Kemudian Sabrina memasukkan ponsel genggamnya ke dalam tas selempang kecil miliknya dan melangkahkan kaki menuju ke luar kamar menemui mbok Ya.


“Mbok !” ucap Sabrina memanggil mbok Ya.


Saat itu mbok Ya tengah berada di halaman belakang sedang mencuci pakaian.


“Iya mbok di halaman belakang.” Ucap mbok Ya


“Mbok ibu sudah tidur ?” tanya Sabrina kepada mbok Ya.


“Sudah mbak.” Ucap mbok Ya menghentikan aktivitasnya.


“Ohhh…mbok aku pergi sebentar ya.” Ucap Sabrina kepada mbok Ya.


“Iya mbak.” Ucap mbok Ya.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan mbok Ya lalu kemudian dia pun segera melangkahkan kaki meninggalkan rumah tersebut.


Saat sampai di halaman rumah Sabrina pun mengambil sepeda milik Sari agar dia lebih cepat sampai.


“Sar ! sepedanya aku pakai ya !” teriak Sabrina.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Sabrina pun telah meluncur menggunakan sepeda milik Sari tersebut menuju ke rumah sang mama yang tidak jauh dari sana.


Dengan semangat empat lima Sari mengendarai sepeda melewati jalanan yang sisi kiri dan kanannya di penuhi oleh sawah dan kebun yang jika di lihat pemandangan tersebut bisa memanjakan mata yang memandang.


Sari juga melintasi sebuah jembatan yang di bawahnya terdapat Sungai yang airnya sangat jernih dan bersih dari sampah, dan biasanya orang-orang juga memanfaatkan air Sungai tersebut untuk kebutuhan pertanian dan juga memandikan hewan ternak seperti sapi dan kerbau.


Pemandangan yang sangat jauh berbeda dari tempat Sabrina di besarkan, jika di kota semuanya serba di beli dan instan sementara di sini jika ingin makan tinggal di petik karena rata-rata tiap rumah setidaknya menanam tanaman yang bisa mereka konsumsi tiap hari dan ke pasar hanya membeli kebutuhan yang lain yang tidak ada di rumah.


Sabrina pun akhirnya sampai dia menghentikan sepedanya tepat di halaman rumah sang mama, di  depan pintu tampak sang mama sudah berdiri menyambut sang putri dengan tersenyum.


“Tadinya mama khawatir jika kamu tidak di izinkan datang ke sini !” ucap sang mama berdiri di ujung tangga beranda rumah tersebut.


Sabrina pun melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga rumah tersebut.


“Jadi dong ma !” ucap Sabrina kemudian memeluk sang mama saat sampai di atas beranda tersebut.


“Mama kangen banget sama kamu.” Ucap sang mama memeluk erat sang putri.


“Oh iya bagaimana keadaan mertuamu ?” tanya sang mama.


“Jauh membaik ma.” Jawab Sabrina.


“Syukurlah kalau begitu !” ucap sang mama sambil menganggukkan kepalanya.


“Ayo masuk !” ucap sang mama sambil merangkul sang putri.


“Kesini tadi pamit dulu kan ?” tanya sang mama lagi.


“Sama suamimu ?” tanya sang mama lagi.


“Nggak.” Jawab Sabrina sambil menggelengkan kepalanya.


Sang mama pun menghentikan langkahnya lalu memutar tubuh Sabrina agar menghadap ke arahnya.


“Tidak boleh seperti itu ! sebagai seorang istri jika ingin pergi haus minta izin dulu sama suami !” ucap sang mama memberikan nasihat kepada Sabrina.


“Sekarang telepon suamimu dan katakan saat ini kamu ada di sini !” ucap sang mama lagi kepada Sabrina.


“Nanti aja lah ma !” jawab Sabrina kemudian merangkul tangan sang mama.


“Tidak bisa begitu ! telepon sekarang !” ucap sang mama sedikit tegas.


“Iya ma… iya.” Jawab Sabrina akhirnya sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tas selempang kecil yang dibawanya.


Sang mama pun menggelengkan kepalanya tidak habis pikir melihat sikap sang putri, sedangkan Sabrina tampak sibuk mengutak-atik layar ponsel miliknya berniat hendak menghubungi sang suami.


Sabrina pun melangkahkan kakinya menuju ke beranda rumah saat panggilan tersebut tersambung.


“Mas aku di rumah mama ya !” ucap Sabrina buru-buru tampa mengucapkan salam lebih dulu.

__ADS_1


“Usap salam dulu !” teriak sang mama dari dalam rumah.


“Iya ma.” Ucap Sabrina menanggapi ucapan sang mama.


“Assalamualaikum mas !” ucap Sabrina akhirnya.


“Waalaikumsallam.” Jawab Ardi dari seberang telepon.


“Tumben ! ada apa sayang ?” tanya Ardi yang merasa heran saat mendengar Sabrina mengucapkan salam karena ini pertama kalinya dia mendengar sang istri mengucapkan salam padanya.


“Tumben apa nya ?” tanya Sabrina lagi.


“Iya biasanya sama mas kamu tidak pernah mengucapkan salam lebih dulu.” Ucap Ardi jujur.


“Jadi aneh gitu ? ya sudah lain kali lebih baik aku seperti biasa saja.” Ucap Sabrina.


“Bukan begitu sayang ! mas suka kamu yang seperti ini.” Ucap Ardi lagi.


“Jadi sebelumnya tidak suka ?” tanya Sabrina sedikit sensi.


“Suka sebelumnya mas suka ! kali ini mas lebih suka !” ungkap Ardi jujur.


Untuk ke sekian kalinya wajah Sabrina memerah mendengar pengakuan Ardi kepadanya.


“Gombal !” ucap Sabrina jadi salah tingkah.


“Serius !” ucap Ardi lagi.


“Udah ah ! aku Cuma mau bilang saat ini aku lagi ada di rumah mama.” Ucap Sabrina kepada Ardi.


“Hmmmm jadi ceritanya lagi minta izin suami ni ?” ucap Ardi sedikit menggoda Sabrina.


“Terserah !”jawab Sabrina malu.


“Kalau marah nanti cepat tua lo !” goda Ardi lagi.


“Udah ah… assalamualaikum.” Ucap Sabrina kemudian segera mematikan teleponnya.


Disisi lain Ardi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya gemas melihat kelakuan sang istri yang mematikan telepon saat salah tingkah.


Usai mematikan sambungan telepon Sabrina pun memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam tas selempang kecil yang dibawanya kemudian dia berjalan kembali masuk ke dalam rumah.


“Mama di mana ma ?” panggil Sabrina saat tidak melihat sang mama di tempat tadi.


“Sini sayang mama ada di kamar ! kamu sini deh.” Ucap sang mama dari dalam kamar.


Sabrina pun melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar di mana suara sang mama tadi terdengar.


Bersambung….

__ADS_1


Hai terima kasih sudah mampir di karya receh author ini, jangan lupa dukung author ya agar bisa lebih semangat lagi menulis cerita ini bisa dengan cara like tiap episode  dan tambahkan juga ya ke dalam daftar favorit reader semua ya... terima kasih banyak.


__ADS_2