Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 79


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju pulang tiba-tiba ponsel genggam milik Reyhan berdering tanpa menunggu lama dia pun mengangkat panggilan tersebut dan membiarkan ketiga wanita tersebut berjalan lebih dulu agar dia bisa berbicara dengan leluasa.


“Ada apa ?" tanya Reyhan kepada orang yang menghubunginya saat panggilan tersebut sudah terhubung.


Tampak Reyhan serius mendengarkan dengan seksama orang yang menghubunginya tersebut.


“Baiklah aku mengerti !” ucap Reyhan menanggapi.


Kemudian Reyhan pun memutuskan panggilan telepon tersebut lalu berjalan sedikit lebih cepat mengejar ketiga wanita tersebut.


“Apa yang terjadi ?” tanya Sabrina saat Reyhan sampai di dekat mereka dengan ekspresi wajah yang terlihat sedikit tidak nyaman.


“Bagini !” ucap Reyhan sedikit tidak enak.


“Sepertinya saat ini juga kita berdua harus kembali !” ucap Reyhan menanggapi ucapan Sabrina sambil menunjuk dirinya dan juga Ziva.


“Ha !” ucap Ziva spontan saat dia mendengar mereka harus segera kembali.


“Iya kita harus segera kembali !” ucap Reyhan kepada Ziva.


“Ada apa ? apa terjadi sesuatu ?” tanya Sabrina lagi.


“Ya ada sedikit masalah pekerjaan.” Ucap Reyhan menjelaskan kepada Sabrina.


“Baiklah kalau begitu !” ucap Sabrina akhirnya mencoba mengerti.


Beberapa saat kemudian….


Reyhan dan juga Ziva baru saja selesai mengemasi barang-barang mereka sedangkan Sabrina Sari dan juga sang mama tengah berdiri di beranda rumah untuk melepas kepergian Reyhan dan juga Ziva, sedangkan Ardi dan juga orang tuanya saat ini belum kembali dari rumah sakit.


“Gue cabut dulu ya ?” ucap Ziva sambil memeluk Sabrina.


“Iya lo hati-hati ya ! lain kali lo harus jengukin gue ke sini nanti gue akan kenalin lo ke nyokap gue !” ucap Sabrina lagi.


“Iya pasti gue akan datang lagi !” jawab Ziva menanggapi ucapan Sabrina sambil melepaskan pelukannya.


Kemudian Ziva pun berpamitan kepada bibi Farida dan juga Sari.


“Bi pamit ya ! terima kasih sudah menerima kita selama di sini.” Ucap Ziva kemudian memelik bibi Farida.


“Iya sayang ! lain kali mampir lagi ya… bibi senang kalau di rumah ini rame seperti ini.” Ucap bibi Farida mengelus punggung Ziva.


“Iya bi pasti ! lain kali aku harus coba masakan bibi !” ucap Ziva sedikit terkekeh.


“Hahahaha…. Pasti lain kali jika kalian kesini lagi bibi akan buatkan sesuatu yang enak.” Ucap bibi Farida lagi.


Ziva pun melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah Sari yang berdiri di pinggir pembatas beranda tersebut.


“Aku pamit ya !” ucap Ziva sambil tersenyum kepada Sari.


Sari pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ziva lalu tersenyum, tanpa dia duga Ziva pun ikut memeluknya.

__ADS_1


“Terima kasih kamu memperlakukan aku dengan baik selama di sini !” ucap Ziva memeluk Sari.


“Iya mbak !” ucap Sari menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ziva tersebut.


“Walaupun cuma sebentar !” ucap Ziva lagi kemudian tertawa kemudian melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah mbok Ya.


Semua orang ikut tertawa mendengar ucapan Ziva.


“Mbok pamit ya !” ucap Ziva sambil memeluk mbok Ya.


“Iya mbak… hati-hati di jalan.” Ucap mbok Ya menanggapi ucapan Ziva.


“Terima kasih karena banyak merepotkan mbok Ya selama kita di sini.” Ucap Ziva lagi.


“Sama sekali tidak merepotkan kok !” ucap mbok Ya lagi.


Ziva pun melepaskan pelukannya dari mbok Ya dan saat ini giliran Reyhan yang berpamitan kepada semua orang.


“Sa bagaimana dengan mas Ardi dan juga mertua lo ?” tanya Ziva kemudian.


“Lo tenang saja nanti gue akan sampaikan.” Ucap Sabrina sembari mengelus lengan sahabatnya tersebut.


“Iya tidak usah dipikirkan nanti bibi akan sampaikan jika kalian harus segera kembali.” Ucap bibi Farida tersenyum.


Ziva pun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan bibi Farida tersebut.


Usai berpamitan Ziva dan juga Reyhan pun melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga rumah tersebut sambil menenteng tas kopir milik mereka.


Setelah sampai di dekat mobil miliknya Reyhan pun segera memasukkan koper miliknya dan juga Ziva ke dalam bagasi mobil kemudian menutup kembali pintu bagasi tersebut.


Ziva pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Reyhan tersebut.


“Dahhhhh….” Ucap Ziva melambaikan tangannya kepada semua orang sebelum masuk ke dalam mobil.


Sementara Reyhan hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada semua orang sebelum dia ikut masuk ke dalam mobil.


“Hati-hati !” ucap Sabrina sembari melambaikan tangannya.


Rayhan pun sempat membunyikan klakson sebelum mengemudikan mobilnya menjauhi kediaman mertua Sabrina tersebut.


“Sebenarnya apa yang terjadi ?” tanya bibi Farida saat melihat mobil Reyhan sudah menghilang dari pandangannya.


“Entahlah bi !” jawab Sabrina sambil menghembuskan napasnya.


“Apa mungkin ada sesuatu yang terjadi ?” tanya bibi Farida tampak khawatir.


“Mas Rey bilang ada sedikit masalah dengan pekerjaannya hanya itu yang dia katakan.” Jelas Sabrina lagi.


Bibi Farida pun menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Sabrina.


“Semoga saja semua baik-baik saja.” Ucap bibi Farida.

__ADS_1


“Aamiin.” Ucap semua orang.


“Sudah jam berapa sekarang ? seharusnya mereka sudah kembali !” ucap bibi Farida sambil melihat ke arah jalan.


“Apa terjadi sesuatu dengan ibu ?” tanya Sari.


“Hush tidak boleh bicara sembarangan !” ucap sang mama kepada Sari.


“Mungkin saja dokternya sedang banyak pasien yang harus di periksa !” ucap Sabrina ikut menimpali.


“Iya semoga saja hanya begitu !” ucap bibi Farida lagi.


Di sisi lain…


Reyhan tampak fokus mengemudikan mobilnya membelah jalanan desa menuju ke kota mereka tinggal, raut wajahnya tampak tidak baik-baik saja.


“Mas ada masalah apa ?” tanya Ziva akhirnya buka suara.


Karena dia merasa tidak nyaman saat Reyhan mengemudikan mobilnya dengan sangat laju.


Namun Reyhan diam sama sekali tidak menggubris pertanyaan Ziva tersebut.


“Mas !” ucap Ziva lagi dengan nada yang sedikit lebih keras karena dia khawatir dengan cara Reyhan mengemudikan mobilnya.


“Bisa diam nggak !” ucap Reyhan dengan nada sedikit membentak.


Seketika Ziva langsung diam karena dia kaget mendengar Reyhan berbicara dengan nada yang tidak seperti biasanya dan Ziva merasakan seketika hatinya merasa sangat sakit seperti sedang di remas oleh makhluk tak kasat mata.


Beberapa saat kemudian Ardi pun menyadari kesalahannya karena sudah membentak Ziva.


“Maaf.” Ucap Ardi akhirnya.


Namun Ziva hanya diam memilih tidak mendengarkan perkataan Reyhan barusan sambil melihat ke luar jendela.


Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja matanya menjadi berkaca-kaca seketika, dia berusaha menahan perasaannya agar tidak sedih namun hal tersebut di luar kendalinya setetes air matanya jatuh mengalir di pipinya, Ziva pun dengan cepat menghapus air matanya menggunakan jari tangannya.


“Maaf ! aku sama sekali tidak bermaksud untuk membentakmu !” ucap Reyhan lagi kepada Ziva.


Ziva tetap dengan pendiriannya dia tetap mengabaikan ucapan Reyhan tersebut.


“Aku bilang aku minta maaf !” ucap Reyhan lagi.


“Lagian kenapa kamu harus menangis hanya karena aku membentakku ? biasanya kamu tidak akan se cengeng ini !” ucap Reyhan kepada Ziva.


Ziva pun tetap memilih diam dan tidak ingin menanggapi ucapan Reyhan.


“Apa kamu berpikir karena ucapanku semalam kita benar-benar akan pacaran ?” tanya Reyhan lagi.


“Tidak !” ucap Ziva mengelak tuduhan Reyhan.


“Lantas kenapa kamu harus sedih !” tanya Reyhan lagi.

__ADS_1


Seketika Ziva pun terdiam kembali tidak tahu harus bagaimana menanggapi ucapan Reyhan.


Bersambung…


__ADS_2