Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 36


__ADS_3

Sabrina kekeh tidak mau menatap mata sang suami namun untuk Ardi sendiri tidak pantang menyerah hingga pada akhirnya Sabrina pun mau menatapnya.


“Maaf !” ucap Ardi sambil menatap Sabrina.


Namun Sabrina hanya diam tanpa ada reaksi sulit bagainya saat ini untuk mengungkapkan isi hatinya karena dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya sendiri.


“Sayang kamu masih marah ?” tanya Ardi kepada Sabrina.


Nihil masih tidak ada jawaban dari mulut sang istri.


“Marah ?” tanya Sabrina di dalam hati.


“Untuk apa aku marah ? aku hanya kesal dengan calon istrimu itu !” ucap Sabrina dalam hati.


“Sayang dengerin aku !” ucap Ardi lembut.


Entah mengapa mendengar hal itu dengan sendirinya Sabrina merespons walaupun hanya dengan gerakan mata.


“Tentang semua yang kamu dengar dari Sinta kamu tidak perlu khawatir ! untuk saat ini dan seterusnya hanya kamu yang akan menjadi istriku dan ibu dari anak-anak kita kelak.” Ucap Ardi dengan wajah yang serius tidak ada kebohongan dari sorot matanya.


Mendengar hal itu seketika pipi Sabrina menjadi merah dan panas, ada rasa bahagia terselip di hatinya saat mendengar ucapan Ardi pria yang saat ini telah menjadi suaminya.


“Aku akan cari cara agar semua ini cepat selesai agar kita bisa fokus menata masa depan.” Ucap Ardi lagi.


“Kamu tahu ?” tanya Ardi kepada Sabrina.


Namun Sabrina masih diam tetapi di dalam hatinya dia merasa penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Ardi.


Walaupun Sabrina hanya diam namun Ardi tetap melanjutkan ucapannya karena dia paham dan mengerti perasaan Sabrina saat ini, untuk itu dia harus mengatakan apa yang sejak beberapa hari ini dia rasakan.


“Aku mencintaimu.” Ucap Ardi lembut namun masih bisa di dengar jelas oleh Sabrina.


Mendengar pengakuan Ardi entah bagaimana hatinya bisa menjadi berbunga-bunga, ada rasa bahagia yang tidak bisa di jelaskan dengan ungkapan kata-kata.


“Aku tidak tahu di mulai dari kapan ! namun saat ini aku merasa sangat marah kepada diriku sendiri karena tadi tidak mengejarmu dan mengungkapkan tentang perasaanku saat ini kepadamu.” Terang Ardi.


“Aku selalu ingin berada di dekatmu sebagai suami, dan juga ayah dari anak-anak kita nanti.” Ucap Ardi lagi.


Blush wajah Sabrina kembali merona mendengar pengakuan Ardi sang suami yang menikah dengannya secara tiba-tiba tersebut.


Namun Sabrina berusaha bersikap biasa saja seolah sudah biasa mendengarnya padahal yang terjadi sebenarnya ingin rasanya dia melompat ke sana kemari untuk menggambarkan betapa bahagianya dia mendengar hal tersebut.

__ADS_1


“Bagaimana denganmu ?” tanya Ardi kepada Sabrina.


Deg seketika jantung Sabrina berdetak lebih cepat.


“Bagaimana ini ?” ucap Sabrina di dalam hati.


“Apa kamu juga merasakan hal yang sama ?” tanya Ardi lagi.


“Eh itu…” ucap Sabrina.


“Bagaimana dengan wanita itu ?” ucap Sabrina berusaha mengalihkan pembicaraan sambil menatap mata Ardi.


“Aku akan selesaikan urusan dengannya dengan cepat.” ucap Ardi yakin.


“Bagaimana dengan ibumu ?” tanya Sabrina lagi.


“Aku yakin pada akhirnya ibuku akan menerimamu sebagai istriku dan juga menantunya.” Ucap Ardi.


“Dan bagaimana denganmu ?” tanya Ardi lagi kepada Sabrina.


“Bagaimana apanya ?” tanya Sabrina pura-pura lupa.


“Apa kamu juga mencintaiku ?” tanya Ardi serius sambil menatap dalam kedua bola mata Sabrina.


Melihat respons Sabrina Ardi pun tersenyum bahagia, walau Sabrina tidak mengatakan jawabannya secara langsung namun dari ekspresinya Ardi mengerti jika Sabrina juga merasakan hal yang sama dengannya.


Secara alami Ardi menatap dalam kedua manik mata Sabrina lalu secara perlahan tapi pasti dia  pun mendekatkan wajahnya ke arah Sabrina, Sabrina sendiri hanya diam sambil menatap kembali ke dua manik mata sang suami.


Semakin lama jarak antara mereka semakin tipis hingga hembusan napas satu sama lain makin terasa sangat jelas tanpa di perintah dengan sendirinya Sabrina pun menutup kedua matanya dan cup sebuah kecupan lembut mendarat tepat di bibir ranum milik Sabrina.


Bermula dari kecupan yang sangat lembut pada akhirnya entah siapa yang memulai aksi keduanya pun berlanjut ke tahap yang lebih jauh di mana keduanya seolah memiliki kendali atas tubuh pasangannya seakan mereka sudah lama tidak bertemu.


Kedua mata Ardi tampak berkabut seakan ingin memiliki Sabrina seutuhnya, begitu juga dengan Sabrina sediki tpun tidak ada penolakan darinya yang ada dia sangat menikmati perlakuan Ardi sang suami kepadanya.


Satu inci pun  tidak ada yang terlewatkan oleh Ardi untuk mengeksplor bagian-bagian yang dimiliki oleh sang istri yang saat itu juga sudah menjadi candu baginya hingga pada akhirnya untuk pertama kalinya mereka melakukan hal yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri lainnya.


“Terima kasih sayang.” ucap Ardi sambil mengecup kening Sabrina di saat keduanya usai melakukannya.


Sabrina tersipu malu sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ardi.


Kemudian Ardi merebahkan tubuhnya di samping Sabrina yang sudah menutup tubuhnya hingga hidung menggunakan selimut yang terlihat hanya bagian matanya hingga rambut.

__ADS_1


Melihat Sabrina menutupi tubuhnya menggunakan selimut Ardi pun menghadap ke arah Sabrina sambil membuka selimut yang menutupi separuh wajah Sabrina.


“Sayang kenapa di tutup ?” tanya Ardi dengan lembut.


“Bukan apa-apa!" Ucap Sabrina tidak berani menatap ke arah Ardi.


“Kamu malu ?” tebak Ardi.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ardi.


“Kenapa harus malu ? aku sudah melihat semuanya.” Ucap Ardi dengan santai.


“Kamu ih.” Ucap Sabrina sambil memukul dada sang suami.


“Hahahaha.” Ardi pun tertawa melihat Sabrina salah tingkah.


Mendengar Ardi yang menertawakannya Sabrina pun seketika memalingkan tubuhnya membelakangi sang suami.


Menyadari kesalahannya Ardi pun seketika berhenti tertawa saat melihat Sabrina yang tiba-tiba tidur  membelakanginya, dengan lembut Ardi menggeser tubuhnya mendekati Sabrina lalu memeluk Sabrina dari arah belakang.


“Sayang maaf.” Ucap Ardi.


Namun Sabrina hanya diam tidak menanggapi ucapan Ardi.


“Maafin aku ya ? aku tidak ada maksud apa-apa, aku hanya gemas.” Ucap Ardi jujur.


“Aku hanya bingung tidak tahu harus bagaimana karena ini pertama kalinya bagiku.” Ucap Sabrina akhirnya.


Ardi tersenyum mendengar pengakuan Sabrina, dia merasa sangat bahagia karena dia adalah yang pertama bagi Sabrina sang istri.


“Terima kasih sayang.” Ucap Ardi sekali lagi sambil memeluk Sabrina dengan erat.


“Hmmmm.” Jawab Sabrina.


“Bagaimana dengan ibumu dan wanita itu ?” tanya Sabrina kembali.


“Sssttt.” Ucap Ardi mengisyaratkan agar Sabrina tidak membahas masalah tersebut lagi.


“Aku akan menyelesaikannya dengan cepat agar aku bisa fokus denganmu dan juga calon anak kita.” Ucap Ardi sambil mengelus perut rata Sabrina.


Sekali lagi wajah Sabrina di buat memerah seperti udang rebus mendengar ucapan sang suami, ada rasa bahagia dan juga terharu.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2