Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 38


__ADS_3

Ardi mengambil becak motor miliknya yang biasa di gunakan untuk mengangkut aneka hasil kebun ke Gudang miliknya, sementara Sabrina mengerutkan dahinya heran melihat Ardi membawa becak motor tersebut.


“Ayo naik !” ucap Ardi kepada Sabrina.


“Hah ?” ucap Sabrina.


“Naik !” ucap Ardi lagi.


“Aku naik ini ? Nggak aku nggak mau !” tolak Sabrina.


“Kenapa ? kamu malu ?” tanya Ardi.


Namun Sabrina hanya diam menanggapi pertanyaan Ardi.


“Ya sudah kalau kamu nggak mau ikut ! padahal aku mau ajak kamu ke suatu tempat !” jelas Ardi lagi.


Kemudian Ardi hendak meletakkan becak motor tersebut ke tempat semula karena dia ingin membatalkan niatnya untuk pergi mengajak Sabrina dikarenakan Sabrina sendiri tidak ingin ikut.


“Eh mau ke mana ?” tanya Sabrina berubah pikiran.


“Katanya tidak ingin pergi ? ya sudah aku mau taruh ini kembali.” Jelas Ardi.


“Ayo pergi !” ucap Sabrina cepat sebelum Ardi benar-benar menaruh becak motor tersebut kembali.


Ardi pun tersenyum lebar mendengar ucapan Sabrina.


“Naik !” ucap Ardi menyuruh Sabrina untuk naik.


“Bagaimana ? aku mau duduk di mana ?” tanya Sabrina bingung.


“Di sini !” ucap Ardi sambil menepuk-nepuk jok yang kosong tepat  di belakang nya.


“Hah ?” ucap Sabrina melongo tidak percaya.


“Iya ! ayo naik .” ucap Ardi lagi.


Dengan sedikit ragu-ragu Sabrina pun akhirnya menurut dia pun duduk tepat di belakang sang suami.


“Pegangan dong !” ucap Ardi sebelum mengemudikan becak motor tersebut.


Sabrina pun memegang ujung baju Ardi menggunakan tangan kiri dan kanannya.


“Pegangan yang benar sayang nanti kamu jatuh !” ucap Ardi membawa kedua tangan Sabrina memeluk pinggangnya.


“Eh !” ucap Sabrina spontan.


Kedua pipinya spontan memerah seperti udang rebus saat Ardi mengarahkan untuk memeluk pinggangnya.


“Nah begini lebih baik!” ucap Ardi tersenyum.


Kemudian Ardi pun menghidupkan becak motor tersebut dan mengemudikannya menuju ke tempat yang ingin dia tuju.


“Kita mau ke mana ?” tanya Sabrina kepada Ardi.


“Ke tempat yang pastinya akan kamu suka !” ucap Ardi membuat Sabrina penasaran.


“Benar ya ?” tanya Sabrina.


“Pasti kamu akan suka !” ucap Ardi yakin sabrina akan menyukai tempat pilihannya tersebut.

__ADS_1


“Kalau aku nggak suka bagaimana ?” tanya Sabrina lagi.


“Aku akan berikan yang lain yang pasti kamu akan menyukainya.” Ucap Ardi dengan sedikit nada menggoda.


“Apaan sih !” ucap Sabrina mencubit pinggang Ardi.


“Awww.” Ucap Ardi kaget tidak menyangka Sabrina akan mencubit pinggang nya.


Hal tersebut membuat laju becak motor tersebut sedikit oleng.


“Eh eh… hati-hati dong !” ucap Sabrina mengeratkan pelukannya di pinggang Ardi.


Hal tersebut membuat Ardi tersenyum dan mendapatkan ide, dia pun kemudian sengaja membuat laju becak tersebut sedikit oleng tidak beraturan agar Sabrina ketakutan dan memeluknya dengan kencang.


Hal tersebut di sadari oleh Sabrina, dia pun kembali mencubit pinggang Ardi dengan kuat.


“Aduh duh !” ucap Ardi kesakitan.


“Siapa suruh mengambil kesempatan dalam kesempitan !” ucap Sabrina kepada Ardi kemudian melepaskan cubitannya dari pinggang Ardi.


“Hahahaha…. Tidak ada yang salah juga kan sama istri sendiri.” Ucap Ardi sambil tertawa.


“Ya jangan gitu juga ! aku kan jadi takut.” Ucap Sabrina lagi.


“Iya sayang.” Ucap Ardi mengerti akan ketakutan sang istri.


Kemudian dia pun kembali melajukan becak motor tersebut seperti semula.


Beberapa saat kemudian merekan pun sampai di tempat yang ingin di tuju, Ardi pun menghentikan becak motor tersebut.


“Sampai !” ucap Ardi.


Dari tempatnya berdiri tampak jelas bukit-bukit hijau yang menjulang tinggi, perkebunan dan juga area persawahan yang sangat memanjakan mata saat melihatnya.


“Kamu suka ?” tanya Ardi.


“Iya aku suka ! sangat suka.” Ucap Sabrina.


“Tapi tempat apa ini ?” tanya Sabrina lagi.


“Tempat di mana aku ingin menghabiskan waktu ku bersamamu dan juga anak-anak kita nanti.” Ucap Ardi kemudian memeluk Sabrina dari arah belakang.


Sabrina menjadi salah tingkah mendengar ucapan Ardi, dia pun berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami.


“Apa kamu suka Air terjun ?” tanya Ardi lagi.


“Suka !” jawab Sabrina senang.


“Ayo !” ucap Ardi mengulurkan tangannya.


“Ke mana ?” tanya Sabrina.


“Air terjun !” ucap Ardi menanggapi.


Tanpa pikir panjang Sabrina pun menyambut uluran tangan Ardi dan mengikuti ke mana langkah kaki Ardi menuntunnya.


Tidak jauh dari tempat semula akhirnya mereka pun sampai di tempat di mana  ada air terjun yang sangat cantik terpampang dengan jelas.


“Cantik sekali !” ucap Sabrina sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam air.

__ADS_1


Ardi pun tersenyum saat melihat Sabrina sangat menyukai tempat tersebut, tidak ingin membiarkan Sabrina sendiri bermain air akhirnya Ardi pun ikut masuk ke dalam air menemani sang istri.


Dengan semangat Ardi pun mengambil air menggunakan kedua telapak tangannya dan menyiramkannya kepada Sabrina.


“Awwww…” teriak Sabrina tak menyangka di siram oleh Ardi.


Tidak ingin kalah akhirnya Sabrina pun membalas menyiramkan air ke arah Ardi dan mereka pun saling melempar air satu sama lain hingga tanpa sadar baju keduanya pun basah.


Menyadari hal tersebut seketika Sabrina masuk ke dalam air agar bentuk tubuhnya tidak terlihat jelas oleh Ardi.


“Aku sudah lihat semuanya !” ucap Ardi menggoda Sabrina.


“Dasar mesum !” ucap Sabrina kemudian memilih berenang di sana.


“Hahaha.” Ardi pun tertawa melihat Sabrina salah tingkah.


Kemudian Ardi pun ikut berenang menikmati segar nya air terjun favoritnya tersebut.


Ardi pun menyelam di bawah air hingga Sabrina sendiri tidak menyadari jika Ardi sudah berada di dekatnya, Ardi pun tiba-tiba memeluk Sabrina yang saat itu Tengah asyik memainkan air menggunakan ke dua tangannya.


“Eh !” ucap Sabrina kaget saat kedua lengan Ardi memeluknya.


“Mau ngapain ?” tanya Sabrina berusaha menghindar.


“Hanya ingin memeluk istriku.” Ucap Ardi santai kemudian tanpa aba-aba Ardi mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi sang istri.


Mendapat perlakuan manis tersebut  Sabrina menjadi salah tingkah seakan ingin menghilang seketika.


“Aku ingin pulang !” ucap Sabrina tiba-tiba.


“Kenapa ? kamu marah ?” tanya Ardi tidak mengerti kenapa sang istri tiba-tiba ingin pulang.


“Tidak ! aku hanya merasa kedinginan.” Ucap Sabrina mengelak.


Padahal sebenarnya dia masih ingin berenang namun dia bingung harus bagaimana bersikap dan menanggapi perlakuan Ardi kepadanya.


“Kamu kedinginan ?” tanya Ardi khawatir.


“Iya.” Ucap Sabrina sedikit berbohong sambil menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ardi.


“Ayo !” ucap Ardi mengulurkan tangannya mengajak Sabrina untuk segera keluar dari dalam air.


Namun Sabrina enggan keluar dari dalam air, melihat Sabrina hanya diam Ardi pun paham jika Sabrina malu jika keluar dari dalam air.


“Ya sudah aku jalan duluan.” Ucap Ardi.


“Iya.” Ucap Sabrina menganggukkan kepalanya.


Kemudian Sabrina pun menyusul langkah kaki Ardi dari belakang.


“Apa lain kali kamu ingin kembali ?” tanya Ardi dengan spontan melihat ke arah Sabrina.


Melihat Ardi melihat ke belakang spontan Sabrina menyilangkan kedua tangannya di dada.


“Iya.”  Jawab Sabrina.


Ardi pun tersenyum kemudian mengangguk mendengar jawaban Sabrina.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2