
Hingga suatu hari badai menghantam rumah tangga Adelia dan sang suami Yuda, pada sore itu di rumah hanya ada Adelia dan Sabrina kecil serta Rosita dan juga sang putri Renata sedangkan untuk Yuda masih belum pulang dari kantor sedangkan asisten rumah mereka beberapa hari yang lalu izin cuti untuk pulang kampung.
Adelia tengah sibuk di dapur sedangkan Rosita tengah menemani anak-anak menonton televisi, tiba-tiba ada yang datang mengetuk pintu rumah tersebut.
“Del sepertinya ada tamu !” teriak Rosita kepada sahabatnya tersebut.
“Tolong ya aku lagi sibuk banget ini !” ucap Adelia dari arah dapur.
“Iya !” jawab Rosita sambil bangkit dari duduknya kemudian berjalan melangkahkan kaki menuju ke arah pintu.
Belum sempat membukakan pintu untuk tamu yang datang dari balik kaca jendela sekilas Rosita melihat sosok Bagas mantan suaminya tersebut.
Dengan tergesa-gesa Rosita berlari menuju ke dapur sambil membawa Renata sang putri untuk meminta bantuan Adelia sang pemilik rumah.
“Del…” ucap Rosita tampak ketakutan sambil melirik ke arah belakang.
“Ada apa ? siapa yang datang ? kenapa kamu terlihat ketakutan begitu ?” tanya Adelia sambil mencuci tangannya serta membuka celemek yang melekat padanya.
“Bagas Del ! dia ada di depan !” ucap Rosita semakin ketakutan sambil memegang erat Renata.
“Bagaimana bisa dia tahu kalo kalian ada di sini ?” tanya Adelia.
“Aku tidak tahu !” ucap Rosita menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Adelia sahabatnya tersebut.
“Tenang ya ! kamu tenang dulu dan tunggu di sini jangan ke mana-mana apalagi ke depan !” ucap Adelia kepada sahabatnya tersebut.
“Iya terima kasih Del !” ucap Rosita menganggukkan kepalanya.
Kemudian Adelia pun berjalan melangkahkan kakinya ke arah pintu.
“Bagas ?” ucap Adelia saat pintu terbuka.
“Di mana Sita ?” tanya Bagas tanpa basa-basi kepada Adelia.
“Bagaimana mungkin kamu mencari istrimu sendiri di sini ?” tanya Adelia pura-pura tidak tahu.
“Sita ! Sita !” teriak Bagas dari luar sambil celingak-celinguk melihat ke dalam rumah.
“Sita tidak ada di sini !” ucap Adelia sambil menutup sedikit pintu agar pandangan Bagas sedikit terhalang.
“Aku yakin dia ada di sini !” ucap Bagas berusaha mendorong pintu tersebut.
Namun Adelia berusaha menahan agar Bagas tidak bisa masuk ke dalam rumahnya.
“Aku bilang dia tidak ada di sini ! atau kamu mau aku teriakin maling agar orang-orang berdatangan ke sini dan menghajarmu ?” ucap Adelia mengancam.
Mendengar ucapan Adelia Bagas pun menjadi tambah emosi dan memaksa untuk masuk ke dalam rumah namun dengan tenaga penuh Adelia berusaha menahannya hal itu membuat Bagas menjadi kehilangan kesabaran.
__ADS_1
“Oh jadi kamu begitu peduli dengan wanita sialan itu ha ?” ucap Bagas berteriak di depan Adelia.
“Tidak masalah !” ucap Bagas sambil melirik kiri kanan.
“Aku tahu suami mu tidak berada di rumah ! bagaimana kalau kita…” ucap Bagas tersenyum mendekat ke arah Adelia.
Seketika Adelia pun berjalan mundur agar menjauh dari Bagas.
"Apa maumu ?" ucap Adelia seketika menjadi gugup.
“Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan wanita sialan itu dari awal aku hanya menyukaimu.” Ucap Bagas terus mendekat lalu mengelus lengan Adelia.
Melihat gelagat Bagas Adelia pun seketika langsung menepis tangan pria tersebut agar tidak menyentuhnya.
“Jangan mendekat ! atau aku akan berteriak !” ucap Adelia mengancam.
“Silah kan sayang ! silah kan kamu berteriak !” ucap Bagas terus mendekat serta membekap mulut Adelia dengan tangannya.
Adelia seketika memberontak melepaskan diri dari Bagas namun kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan laki-laki tersebut.
“Sampai sekarang aku masih ada hati denganmu ! jangan menolak ku kali ini !” ucap Bagas berusaha melakukan sesuatu yang tidak pantas dia lakukan.
Adelia berusaha memberontak dan berteriak namun tidak bisa karena mulutnya di bekap serta kekuatan mereka tidak sebanding.
Sedangkan di rumah tidak ada yang bisa membantunya karena Rosita tengah bersembunyi di kamar, sekuat tenaga Adelia berusaha mempertahankan harga dirinya hingga akhirnya dia sendiri kehabisan tenaga nasib baik masih menghampirinya.
“Apa-apaan ini ?” ucapnya marah melihat sang istri dengan seorang laki-laki.
Mendengar suara bariton tersebut Bagas seketika menghentikan aksinya kemudian bangkit dan melepaskan Adelia dari kungkungannya.
“Mas !” panggil Adelia sembari merapikan pakaiannya yang sudah acak-acakan karena melakukan perlawanan.
“Bajingan !” ucap Yuda seketika mendaratkan bogem mentah di pipi Bagas.
Seketika Bagas jatuh tersungkur di atas lantai.
“Beraninya kalian berbuat dosa di rumahku !” ucap Yuda terus menghajar membabi buta menghajar Bagas.
Mendengar suara ribut-ribut dari ruang tamu Rosita pun keluar bersama sang putri dan juga Sabrina kecil.
“Papa !” teriak Renata saat melihat Bagas terkulai lemah.
Rosita menahan sang putri agar tidak mendekat ke arah mantan suaminya tersebut.
“Dan untuk kamu ! aku sangat kecewa sebagai istri kamu berani berbuat hal menjijikkan seperti ini di rumah suamimu sendiri.” Ucap Yuda kepada Adelia.
“Mas ! ini tidak seperti yang mas pikirkan ! aku bisa jelaskan mas… Sita tolong jelaskan sama mas Yuda kalau aku hanya ingin membantumu !” ucap Adelia panik sambil berusaha meraih tangan sang suami.
__ADS_1
Dengan cepat Yuda menepis tangan sang istri agar tidak menyentuhnya dadanya naik turun karena emosinya sedang memuncak.
“Sita tolong jelaskan sama mas Yuda !” ucap Adelia berlari panik ke arah Rosita meminta tolong agar menjelaskan masalahnya kepada sang suami.
Hal yang tidak bisa di bayangkan oleh Adelia pun terjadi Rosita sahabatnya tersebut seketika berjalan mundur menjauhi Adelia dan memeluk sang putri Renata.
“Aku tidak tahu !” ucap Rosita menggelengkan kepalanya.
“Sita !” ucap Adelia lemah tidak percaya jika Sita akan melakukan hal seperti itu kepadanya.
“Mas semua ini tidak benar ! aku bisa jelaskan !” ucap Adelia kembali berlari memohon kepada sang suami.
Sementara Sabrina tiba-tiba berlari mendekati sang mama dan ikut menangis memegangi baju sang mama.
“Beri aku kesempatan untuk menjelaskannya mas !” ucap Adelia berlutut di depan sang suami sambil berusaha meraih tangan suaminya tersebut.
Dengan cepat Yuda menepis tangan sang istri.
“Kemasi barang-barangmu ! dan pergi dari sini ! detik ini kamu aku ceraikan dan kita bukan suami istri lagi.” Ucap Yuda dengan suara lantang.
Seketika tangis Adelia pecah dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini, suaminya sendiri tidak mempercayainya dan sahabat yang dia tolong seperti angkat tangan tidak mau membantunya padahal semua ini terjadi menimpanya karena demi membantu sahabatnya tersebut.
Melihat sang mama menangis Sabrina kecil pun ikut menangis.
“Papa jahat !” teriak Sabrina sambil menangis.
Melihat sang putri yang ikut menangis Adelia pun memeluk erat sang putri namun hal tersebut seketika di cegah oleh Yuda yang menarik tangan mungil Sabrina agar menjauh dari Adelia.
“Kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini ! Sabrina akan tinggal bersamaku !” ucap Yuda lagi.
“Tidak jangan usir aku mas ! aku bisa jelaskan.” Ucap Adelia memohon.
“Kemasi barang-barangmu dan pergi !” teriak Yuda lagi.
“Kamu juga pergi dari sini ! sebelum aku benar-benar membunuhmu !” ucap yuda kepada Bagas yang cedera parah.
Karena sudah tidak ada pilihan Adelia pun akhirnya menyerah dan mengemasi barang-barangnya serta memutuskan untuk pergi dari rumah tersebut meninggalkan putri kecilnya Sabrina.
Hujan turun dengan lebatnya di sertai dengan petir yang menyambar Adelia pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah yang selama ini dia tinggali bersama keluarga kecilnya di sertai dengan tangis memilukan putri kecilnya Sabrina.
Dengan langkah gontai Adelia pun menempuh hujan lebat tersebut meninggalkan rumah serta kenangan yang pernah di laluinya bersama keluarga kecilnya tersebut.
Semenjak saat itu Adelia dan tidak pernah kembali lagi ke rumah tersebut hingga suatu hari dia mendapat kabar jika suaminya menikah lagi dengan Rosita sahabatnya sendiri.
Flashback Off
Bersambung….
__ADS_1