
Reyhan menghembuskan nafas kasar setelah dia berhasil kabur dari hadapan Ziva.
“Apa dia tidak malu berdiri di hadapan pria dengan pakaian basah seperti itu !” ucap Reyhan berbicara sendiri.
Reyhan pun duduk di atas batu yang berada di pinggir Sungai tidak terlalu jauh dari keberadaan ketiga wanita tersebut.
Reyhan pun merogoh kantung celana miliknya dan mengambil sebatang rokok lalu menyulutnya dengan menggunakan korek api, ya saat ini hanya dengan merokoklah cara yang terpikirkan olehnya untuk menepis rasa canggung tersebut.
Lebih kurang dua jam mereka di sana akhirnya mereka pun kembali pulang ke rumah karena sayur pakis yang mereka petik pun sudah cukup banyak.
“Sudah mau pulang ?” tanya Reyhan saat melihat Ziva sudah keluar dari Sungai.
“Iya !” ucap Sabrina menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Reyhan.
“Ya sudah ayo kita pulang !” ucap Reyhan menanggapi ucapan Sabrina lalu melihat ke arah Ziva.
Sesaat kemudian Reyhan pun memalingkan wajahnya tidak mau menatap Ziva.
“Benar kan ? ini sangat terlihat jelas.” Ucap Ziva mencemaskan pakaiannya yang basah hingga membentuk lekukan tubuhnya.
“Bagaimana dong ?” tanya Sabrina sambil melirik ke arah Sari.
Sari pun menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Ziva karena dia juga bingung harus bagaimana membantu Ziva.
Tampak raut wajah Sabrina seketika berubah cerah seolah mendapatkan cara untuk bisa membantu Ziva agar bisa pulang.
“Mas Rey buka bajunya !” perintah Sabrina kepada Reyhan.
“Apaan ! aku bukan lelaki seperti itu ya !” ucap Reyhan seketika menjadi sewot saat Sabrina menyuruhnya membuka bajunya di depan ketiga gadis tersebut.
“Hahahaha….” mendengar jawaban Reyhan Sabrina pun sontak tertawa ngakak.
“Memangnya mas pikir mau ngapain ?” tanya Sabrina lalgi masih cekikikan.
“Aku hanya ingin mas membuka baju dan meminjamkannya kepada Ziva ! agar dia pulang tidak dengan keadaan basah seperti itu.” Ucap Sabrina lagi.
Mendengar jawaban Sabrina Sari pun ikut tertawa cekikikan, sementara Reyhan seketika merasa malu karena berpikir terlalu jauh.
“Sa…” ucap Ziva.
“Tidak perlu seperti itu !” ucap Ziva lagi kepada Sabrina.
“Sudah ah lo diem aja ! memangnya lo mau harus pulang dengan pakaian yang membentuk seperti itu !” ucap Sabrina lagi mengingatkan Ziva.
Mendengar hal itu Ziva pun menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina tersebut.
__ADS_1
“Kalau nggak mau ya sudah lo diam saja !” ucap Sabrina lagi.
Di dalam hatinya Ziva merasa sangat deg degan jantungnya berdetak lebih cepat, dia bingung harus bagaimana bersikap.
“Mas ayo dong !” Ucap Sabrina mendesak Reyhan agar segera membuka bajunya.
“Kalau mas pria seharusnya tidak masalah kan bertelanjang dada dan meminjamkan baju mas agar Ziva bisa memakainya !” ucap Sabrina lagi.
“Jelas aku ini pria ! memangnya kalian pikir aku apaan ?” tanya Reyhan lagi.
Sabrina dan juga Sari seketika tertawa mendengar jawab Reyhan tersebut.
Tanpa mereka duga Reyhan pun membuka kaos oversize yang sedang digunakannya dan menyerahkannya kepada Ziva.
Sari seketika melongo kagum melihat otot lengan milik Reyhan.
“Mbak ototnya mbak ! terlihat sangan Jantan.” ucap Sari berbisik kecil di telinga Sabrina.
Sabrina terkekeh mendengar ucapan Sari tersebut, ya saat ini beruntung di dalamnya Reyhan masih menggunakan kaos tanpa lengan jadi tidak terlalu masalah.
Dengan sedikit ragu-ragu Ziva pun menerima kaos oversize tersebut dari tangan Reyhan.
“Terima kasih… maaf ya mas !” ucap Ziva berterima kasih dan meminta maaf kepada Reyhan.
“Iya tidak masalah !” ucap Reyhan dengan cool.
“Ayo Zi cepat di pakai ! takutnya mas Ardi sudah pulang dari rumah sakit.” Ucap Sabrina kepada Ziva.
“Iya… iya tunggu sebentar !” ucap Ziva meminta Sabrina untuk bersabar.
Dengan sedikit terburu-buru Ziva pun segera mengenakan baju milik Reyhan tersebut.
“Aaaaaaaaaa…. Demi apa ? gue boleh bilang ini seperti di peluk mas Reyhan kan?” teriak Ziva di dalam hati.
“Iya iya gue tahu apa yang sedang lo pikirkan ! sudah terlihat sangat jelas !” ucap Sabrina yang melihat Ziva senyum-senyum setelah memakai baju milik Reyhan tersebut.
“Apa sih ? emang gue mikirin apa an ?” ucap Ziva menyangkal.
“Jadi mau gue bongkar ni ?” tanya Sabrina menantang Ziva.
Mendengar hal itu Ziva seketika mendekat ke arah Sabrina lalu membungkam mulut sahabatnya tersebut menggunakan tangannya.
“Hahahaha ! Sari pun ikut tertawa melihat tingkah kedua sahabat tersebut.
Sedangkan Reyhan hanya diam sambil bibirnya tersenyum tipis sekilas dia terlihat seperti laki-laki yang dingin tetapi memiliki rasa peduli dan juga tanggung jawab yang tinggi.
__ADS_1
“Hahahahaha iya iya gue tidak akan bilang !” ucap Sabrina terdengar samar karena mulutnya di bungkam oleh Ziva.
Mendengar ucapan Sabrina walaupun tidak terlalu jelas namun Ziva sangat mengerti dengan apa yang di katakan oleh Sabrina tersebut kemudian dia pun melepaskan tangannya dari mulut sang sahabat tersebut.
“Haaahhhh.” Ucap Sabrina menghembuskan napasnya sesaat setelah Ziva melepaskan tangannya tersebut.
“Jadi gue bilang nggak ni ?” ucap Sabrina menggoda sahabatnya tersebut.
Tampak Ziva menatap tajam sambil melototkan matanya ke arah Sabrina.
“Iya… iya gue tidak akan bilang !” ucap Sabrina akhirnya.
“Ya sudah yuk pulang !” ucap Sabrina mengajak semua orang.
“Yuk !" ucap Sari menanggapi ucapan Sabrina sambil menenteng keranjang yang sudah penuh dengan sayur pakis tersebut.
“Apa butuh bantuan ?” tanya Reyhan kepada Sari saat melihat gadis tersebut menenteng keranjang.
“Tidak usah mas ! ini ringan kok.” Ucap Sari lagi menanggapi ucapan Reyhan.
“Tidak masalah ! sini bia aku saja yang membawanya !” ucap Reyhan menawarkan bantuan kepada Sari.
Mau tidak mau akhirnya Sari pun menganggukkan kepalanya dan menyerahkan keranjang tersebut kepada Reyhan.
Kemudian Sari pun berjalan lebih dulu karena hanya dia yang bisa menuntun mereka semua kembali ke rumah di susul oleh Reyhan dan Juga Sabrina serta Ziva di belakang.
“Zi lo tahu nggak ? di sini tuh ada air terjun yang sangat cantik ! lo wajib ke sana deh ?” ucap Sabrina kepada Ziva.
“Air terjun ? di sini ? emangnya ada ?” tanya Ziva penasaran.
“Ada dong ! mbak Sabrina benar … mbak Ziva harus pergi ke sana.” Ucap Sari kut menimpali obrolan Sabrina dan juga Ziva.
“Gue mau !” ucap Ziva menganggukkan kepalanya antusias.
“Kalian harus ajak gue ke sana ya !” ucap Ziva lagi.
Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ziva.
“Air terjunnya tidak jauh kok dari rumah mas Ardi tempat mbak semalam menginap !” jelas Sari lagi.
Sementara Reyhan hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan ketiga wanita tersebut, entah
apa yang membuat mereka tertarik ke tempat-tempat yang bernuansa alam tersebut
biasanya para wanita akan senang di ajak jalan-jalan ke tempat seperti mall dan
__ADS_1
lain sebagainya yang ada di kota.
Bersambung…