
Sang mama tampak fokus memperhatikan laki-laki yang dimaksud oleh Sabrina tersebut namun beberapa detik kemudian sang mama pun tampak sedang mengingat sesuatu.
“Dia kan pria itu !” ucap sang mama akhirnya mengingat laki-laki yang ada di dalam video tersebut.
“Mama mengenalnya ?” tanya Sabrina kepada sang mama penasaran.
Sang mama pun menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Sabrina tersebut.
“Laki-laki itu yang membuat papamu menceraikan mama.” Ucap sang mama menjelaskan kepada sang putri.
“Dia mantan suami Rosita istri papamu !” ucap sang mama menjelaskan kepada Sabrina.
Flash back On
Adelia tampak sedang menemani Sabrina kecil tengah bermain di taman rumah mereka, tiba-tiba bik Ina berlari tergopoh-gopoh mendekat ke arah ibu dan anak tersebut.
“Bu !" panggil Bik Ina saat sampai di dekat sang majikan.
“Ya bik Ada apa ?” tanya Adelia kepada bik Ina.
“Ada panggilan telepon.” ucap bik Ina menjelaskan kepada sang majikan.
“Dari siapa bik ?” tanya Adelia lagi kepada bik Ina.
“Katanya dari Rosita bu !” ucap bik Ina menjelaskan nama si penelepon.
“Ya baiklah !” ucap Adelia menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan bik Ina.
“Sayang tunggu sebentar ya!” ucap Adelia kepada Sabrina kecil yang tengah sibuk bermain.
“Iya ma.” Jawab si kecil Sabrina patuh mendengar ucapan sang mama.
“Bik tolong temani Sasa sebentar ya !” ucap Adelia meminta bik Ina menemani Sabrina kecil yang tengah asyik bermain.
“Baik bu !” ucap bi Ina menanggapi ucapan sang majikan.
Adelia pun menganggukkan kepalanya kemudian berjalan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah untuk menerima panggilan telepon tersebut.
“Assalamualaikum.” Ucap Adelia menerima panggilan tersebut.
“Del… Adelia kamu mendengar ku ?” ucap Rosita dari seberang telepon.
“Iya ada apa Sita ?” tanya Adelia kepada Rosita khawatir dengan sahabatnya tersebut.
__ADS_1
“Tolong aku Del !” ucap Rosita dengan suara seperti tengah ketakutan.
“Kenapa ? ada apa ? kamu baik-baik saja ?” tanya Adelia lagi mulai khawatir.
“Aku sudah tidak tahan lagi hidup bersama laki-laki brengsek itu !” ucap Rosita marah kesal dan kecewa bercampur aduk.
“Aku tidak mengerti ! coba pelan-pelan kamu jelaskan.” Ucap Adelia kepada Rosita meminta penjelasan.
“Aku ingin bercerai dengan Bagas !” ucap Rosita lagi dengan sangat yakin.
“Ada masalah apa hingga kamu berniat untuk bercerai dengan suamimu ? jangan terlalu gegabah bagaimana dengan Renata kecil dia masih butuh kasih sayang kedua orang tuanya.” Ucap Adelia menanggapi ucapan Rosita.
“Tekat ku sudah bulat Del ! aku ingin bercerai !” ucap Rosita tegas jika dia benar-benar ingin bercerai.
“Terserah padamu semua keputusan ada di tanganmu ! mau bagaimana pun aku bicara yang akan menjalani ya dirimu sendiri sebagai sahabatmu aku hanya bisa mendukung keputusanmu !” ucap Adelia akhirnya pasrah.
“Tapi aku butuh bantuan mu Del !” ucap Rosita lagi meminta bantuan Adelia sahabatnya tersebut.
“Tentu saja ! katakan lah jika bisa aku akan membantumu.” ucap Adelia lagi.
“Apa bisa untuk sementara aku tinggal di rumah mu ? karena aku tidak tahu harus ke mana lagi ! selain sering berlaku kasar Bagas juga tidak pernah memberiku nafkah dan saat ini aku tidak punya uang jika harus menyewa rumah saat aku keluar dari rumah ini !” ucap Rosita lagi.
“Tidak usah dipikirkan kamu dan Renata bisa tinggal di sini dulu untuk sementara waktu ! toh masih ada kamar kosong di rumah kami !” ucap Adelia kepada Rosita.
"Tidak masalah ! sebagai sahabatmu sudah sepantasnya aku membantumu di saat kamu benar-benar membutuhkannya.” Jawab Adelia menanggapi.
Sambungan telepon pun akhirnya terputus.
Beberapa hari kemudian di saat Adelia menemani Sabrina kecil mewarnai gambar Rosita dan sang putri datang sembari menenteng tas pakaian yang sudah pastinya milik mereka.
Adelia pun memeluk erat Rosita memberikan dukungan dan semangat untuk sahabatnya tersebut.
“Rena main dulu ya sama kak Sabrina !” ucap Adelia kepada Renata kecil.
“Gadis pintar !” ucap Adelia mengelus puncak kepala Renata kecil.
“Sayang main sama Renata dulu ya !” ucap sang mama kepada Sabrina.
“Iya ma.” Jawab Sabrina kecil patuh.
“Ayo sini !” ucap Sabrina memanggil Renata untuk mengajaknya mewarnai gambar bersama.
Renata kecil pun mendekat ke arah Sabrina kecil yang tengah mewarnai gambar.
__ADS_1
Adelia pun tersenyum melihat interaksi kedua gadis kecil tersebut.
Kemudian Adelia pun membantu membawa tas pakaian milik Rosita tersebut menuju ke arah kamar tamu tempat di mana Rosita dan Renata akan tidur selama mereka menginap atau tinggal di sana.
“Kalian bisa tidur di sini !” ucap Adelia saat mereka sudah berada di dalam kamar tamu tersebut.
“Terima kasih Del karena kamu bersedia membantuku !” ucap Rosita kepada Adelia.
Adelia pun tersenyum menanggapi ucapan Rosita tersebut.
“Apa Bagas tahu kalian ke sini ?” tanya Adelia kepada Rosita.
“Tidak.” Jawab Rosita sambil menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Adelia.
Adelia pun menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Rosita tersebut.
“Apa mas Yuda tidak masalah kami menginap sementara di sini ?” tanya Rosita lagi.
“Mas Yuda adalah laki-laki yang baik dia tidak akan keberatan jika sahabatku menginap di sini !” ucap Adelia tersenyum.
Rosita pun ikut tersenyum mendengar jawaban dari Adelia sahabatnya tersebut.
“Sebenarnya apa yang terjadi ?” tanya Adelia akhirnya.
Rosita pun mengangkat dress yang digunakannya hingga memperlihatkan tubuhnya.
“Ya ampun ada apa dengan ini semua ?” tanya Adelia merasa sedikit ngilu melihat tubuh Rosita dipenuhi biru lebam.
“Dia menyiksaku !” ucap Rosita jujur.
“Ini sudah tidak bisa dibenarkan ! jika memang kamu ingin bercerai aku mendukungmu !” ucap Adelia kepada Rosita ikut emosi melihat sahabatnya di perlakukan dengan buruk oleh suaminya.
Semenjak saat itu Rosita dan juga sang putri tinggal di rumah Adelia sahabatnya, awal awal semua berjalan dengan baik dan damai tidak ada masalah yang timbul hingga Rosita dinyatakan resmi berpisah dengan Bagas sang suami.
Hingga pada suatu hari ada rasa iri yang timbul di hati Rosita saat melihat kehidupan harmonis yang dimiliki oleh sahabatnya Adelia, memiliki suami yang baik dan bertanggung jawab terhadap keluarga, serta keuangan yang mapan serta keluarga kecil yang terlihat bahagia memiliki satu sama lain sangat jauh berbeda dengan keluarga mereka.
Rosita merasa kasihan melihat Renata yang kecil tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah seperti yang Sabrina kecil dapatkan hingga iblis jahat menggoda Rosita untuk merebut kebahagiaan yang Sahabatnya Adelia miliki tersebut.
Jika memiliki kesempatan Rosita pun akan mencuri perhatian serta menggoda secara halus suami dari sahabatnya tersebut atau dia akan menyuruh sang putri untuk mendekati Yuda suami dari sahabatnya tersebut.
Dengan tidak tahu malunya Rosita akan bersikap sedikit manja meminta perhatian Yuda jika Adelia tidak berada di sana dan itu terus terus dilakukannya selama dia menginap di sana.
Bersambung….
__ADS_1