Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 16


__ADS_3

Sabrina pun tanpa ragu melangkahkan kakinya mendekat ke arah pemilik rumah tersebut sementara sang pemilik rumah seketika langsung berdiri saat melihat Sabrina berjalan mendekat ke arahnya.


“Apa kabar ? bagaimana lukamu sudah sembuh ?” tanya wanita tersebut sambil memperhatikan tubuh Sabrina dari atas hingga ke bawah.


“Sudah tante ! tante apa kabar ?” tanya Sabrina kepada wanita tersebut.


“Baik !” ucap wanita tersebut tersenyum ramah sambil mengelus lengan Sabrina.


Sabrina pun ikut tersenyum melihat ke arah wanita pemilik rumah tersebut, lalu matanya tertuju ke arah gadis kecil yang ada di samping wanita tersebut.


“Hai ?” ucap Sabrina melambaikan tangannya ke arah gadis kecil tersebut.


“Hallo tante !” ucap gadis kecil tersebut dengan semangat.


“Manis sekali !” ucap Sabrina memegang dagu gadis kecil tersebut gemas.


“Kamu namanya siapa ?” tanya Sabrina lagi sambil berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis kecil tersebut.


“Ara tante !” jawab gadis kecil tersebut.


“Ara ? nama yang bagus.” Ucap Sabrina tersenyum manis ke arah gadis kecil tersebut.


Wanita pemilik rumah tersebut bernama Adelia nenek dari gadis kecil yang bernama Zahra atau biasa di panggil dengan Ara tersebut.


Sementara Adelia sang pemilik rumah tersenyum hangat melihat interaksi Sabrina dengan cucu satu-satunya tersebut.


“Tante tinggal di sini ?” tanya Sabrina yang tiba-tiba saja berdiri.


“Iya.” Jawab tante Adelia tersenyum.


“Kalau tante boleh tahu kamu mau ke mana ?” tanya tante Adelia kepada Sabrina.


“Oh itu habis antar ini.” Ucap Sabrina sambil mengangkat kotak bekal yang ada di tangannya.


“Ardi ?” tanya tante Adelia kepada Sabrina.


“Iya.” Jawab Sabrina mengangguk sambil matanya melirik kagum melihat kediaman tante Adelia.


Tante Adelia yang menyadari jika Sabrina antusias dengan kediamannya pun menawarkan Sabrina untuk melihat-lihat di sekitar rumahnya, Sabrina pun dia langsung menyetujui ide dari tante Adelia untuk mampir di rumahnya.


Akhirnya mereka pun berkeliling di area kediaman tante Adelia dengan di pandu sendiri oleh sang pemilik rumah tersebut.


“Oh iya ngomong-ngomong selamat ya atas pernikahan kamu semoga langgeng hingga maut memisahkan.” Ucap tante Adelia memberi ucapan selamat ke pada Sabrina.


“Terima kasih tante doanya.” Ucap Sabrina menanggapi ucapan tante Adelia.

__ADS_1


Sang tante pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina.


“Ara sudah umur berapa sekarang ?” tanya Sabrina kepada Zahra gadis kecil nan imut tersebut.


“Umur lima tahun tante.” Jawab Zahra dengan suara khas anak kecilnya.


“Sudah besar ya, berarti sebentar lagi sudah sekolah dong ?” tanya Sabrina lagi.


“Iya … jika nanti Ara sudah besar dan tinggi Ara nanti mau jadi dokter.” Ucap Zahra antusias.


“Wah hebat ! setinggi apa memangnya ?” tanya Sabrina lagi.


“Segini !” ucap Zahra mengangkat tangannya semangat hingga melebihi kepalanya.


Sabrina dan juga tante Adelia sontak tertawa melihat tingkah gemas Zahra, kemudian gadis kecil tersebut pun berlari ke dalam rumah lebih dulu.


“Tante rumahnya bagus ya ? aku sangat suka di tambah udara di sini sangat segar sangat berbeda dengan udara di rumahku.” Ucap Sabrina kepada tante Adelia.


“Kalau kamu mau boleh kok sering-sering main ke sini.” Jawab tante Adelia.


“Boleh tante ?” tanya Sabrina antusias.


“Boleh dong lagian tante di sini tinggal sendiri.” Jawab tante Adelia.


“Ara ?” tanya Sabrina lagi.


Sabrina pun mengangguk mengerti dengan penjelasan tante Adelia.


“Kamu sangat beruntung bisa menikah dan diterima baik oleh keluarga suamimu.” Ucap tante Adelia tiba-tiba seolah ada kesedihan dalam ucapannya.


“Maksud tante ?” ucap Sabrina kepada tante Sabrina.


Dahi Sabrina mengkerut saat mendengar ucapan tante Adelia seolah ada makna tersirat di sana.


“Iya kamu beruntung ! siapa yang tidak kenal dengan keluarga terpandang seperti keluarga pak Agus dan istrinya.” Ucap tante Adelia lagi.


“Iya sangat beruntung menurut orang-orang tetapi sebenarnya ini seperti musibah bagiku mendapat mertua kejam seperti itu.” Ucap Sabrina tanpa sadar.


“Ha ?” ucap tante Adelia heran dengan ucapan ucapan Sabrina barusan.


“Eh maaf tante ! bukan seperti itu maksudku.” Ucap Sabrina buru-buru meralat ucapannya.


“Tidak apa-apa ! kamu boleh kok cerita sama tante… tenang rahasia kamu aman !” ucap tante Adelia sedikit mengecilkan suaranya.


Sabrina pun sontak tertawa mendengar ucapan tante Adelia barusan.

__ADS_1


Sementara itu tante Adelia sangat paham dengan apa yang tengah di rasakan oleh Sabrina karena mungkin saja nasib Sabrina tidak jauh berbeda dengan nasib Nadia putrinya.


Dia merasa prihatin dengan Sabrina jika apa yang Sabrina katakan tadi adalah kejadian yang sebenarnya karena dia tahu betul bagaimana sifat mertua Sabrina tersebut.


“Perasaan apa ini ? kenapa aku ikut sedih melihatnya.” Ucap tante Adelia di dalam hati melihat Sabrina seolah menyembunyikan sesuatu di balik tawanya tersebut.


“Tante serius !” ucap tante Adelia mengangguk pasti ke arah Sabrina.


Sabrina pun menatap dalam mata tante Adelia setelah mendengar ucapannya tersebut.


Tante Adelia pun menganggukkan kepalanya saat Sabrina menatapnya.


“Rasanya aku ingin kabur saja dari sana.” Ucap Sabrina buka suara melepaskan unek-uneknya.


“Coba tante bayangkan ibu mertuaku dengan terang-terangan memperlihatkan jika dia tidak menyukaiku, belum lagi tiap saat menyindir dan mengomel terus-terusan.” Ucap Sabrina lagi mengeluarkan seluruh unek-unek yang ada di pikirannya.


Tante Adelia hanya diam mendengar keluh kesah Sabrina hingga akhirnya dia menarik napas dalam lalu membuangnya.


“Yang sabar ya tante doakan kelak mertuamu bisa menerimamu sebagai istri dari anaknya dan semoga hidupmu di penuhi oleh kebahagiaan.” Ucap tante Adelia mengelus lengan Sabrina.


Sabrina pun hanya mengangguk mendengar ucapan tante Adelia.


Sementara itu Ardi baru saja sampai di rumah dengan langkah pasti dia pun menaiki anak tangga rumah agar bisa sampai di dalam rumah.


“Loh mas Ardi sendiri ?” tanya mbok Ya yang saat itu sedang membersihkan rumah saat melihat Ardi datang sendiri.


“Iya mbok.” Ucap Ardi menganggukkan kepalanya.


“Mbak Sabrina ?” tanya mbok Ya lagi.


“Tadi aku suruh pulang lebih dulu ! kira-kira satu jam yang lalu.” Ucap Ardi pada mbok Ya sambil melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


“Jangan… jangan…” ucap Ardi pelan.


“Nyasar.” Ucap Ardi serta mbok Ya bersamaan.


Seketika Ardi pun segera berlari keluar menuruni anak tangga untuk mencari di mana keberadaan wanita yang saat ini telah menikah dengannya.


"Eh mau ke mana lagi dia ?" ucap Bu Siti yang baru saja datang.


"Mencari mbak Sabrina karena belum pulang dari tadi setelah mengantar bekal untuk mas Ardi." ucap mbok Ya menanggapi pertanyaan sang majikan.


"Merepotkan sekalian saja tidak usah pulang kembali." ucap Bu Siti semakin kesal.


Mbok Ya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang majikan, dia sendiri tidak habis pikir dengan sang majikan kenapa selalu bersikap seperti itu kepada wanita yang mendekati putranya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2