Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 54


__ADS_3

Sang mama melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga setelah menyelesaikan pekerjaannya lalu ikut bergabung kembali duduk bersama anak menantunya.


“Mama jadi aku punya saudara ?” tanya Sabrina tiba-tiba saat teringat kembali pertemuannya dengan gadis kecil yang sebelumnya memanggil sang mama dengan panggilan nenek.


“Owh Nadia ?” tanya sang mama mengerti dengan pertanyaan sang putri lalu menatap ke arah Ardi sang menantu.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya mengiyakan menanggapi pertanyaan sang mama.


Sedangkan Ardi yang mendengar nama Nadia di sebut serta di tatap oleh sang mertua menjadi gelisah seperti kurang nyaman.


Sang mama pun menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan kemudian sang mama pun tersenyum sendu.


“Mama bertemu dengan Nadia di saat mama pergi dari rumah papamu ! saat itu mama sedang menunggu bus di terminal lalu mama melihat gadis kecil yang usianya tidak jauh berbeda darimu sedang menjajakan dagangannya.” Ucap sang mama menceritakan kisah pertemuannya dengan Nadia sambil mengenang masa lalu.


Flash back On


Suasana di terminal cukup ramai tampak seorang wanita tengah duduk di halte sembari menunggu bus berangkat menuju ke tempat tujuan, tiba-tiba seorang gadis kecil sudah berdiri di depan wanita tersebut dengan ekpresi yang tampak putus asa sedang menjajakan barang dagangannya.


Wanita tersebut pun memutuskan untuk membeli dagangan gadis kecil tersebut.


"Kalau boleh tante boleh tahu nama kamu siapa ?” tanya wanita tersebut ke pada gadis kecil itu.


“Nadia tante.” Jawab gadis kecil tersebut.


“Nama yang sangat indah.” Ucap wanita tersebut.


“Terima kasih tante.” Ucap gadis kecil yang bernama Nadia tersebut.


“Hmmmm gadis pintar ! pasti orang tua mu bangga sekali mempunyai anak seperti kamu.” Ucap wanita tersebut sambil tersenyum.


Mendengar ucapan tersebut seketika Nadia kecil menjadi murung.


“Loh kenapa kok tiba-tiba sedih ?” tanya sang wanita sedikit khawatir.


“Karena Nadia sudah tidak punya orang tua lagi.” Ucap Nadia kecil.


Seketika wanita muda tersebut merangkul Nadia serta memeluk gadis kecil tersebut agar sedikit lebih tenang.


“Sudah ya ! jangan bersedih… tante tahu Nadia anak yang kuat dan bisa melewati ini semua.” Ucap wanita muda tersebut mengelus punggung Nadia kecil.

__ADS_1


Tampak gadis kecil tersebut menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan wanita muda tersebut.


“Pintar sekali.” Ucap wanita muda tersebut memberi semangat Nadia kecil.


“Jadi sekarang Nadia tinggal sama siapa ?” tanya wanita muda tersebut.


“Sendiri.... dulunya sempat sama nenek tapi sekarang nenek juga sudah meninggal.” Jawab Nadia.


Wanita tersebut merasa iba mendengar cerita gadis kecil tersebut.


“Nadia sekolah ?” tanya wanita muda tersebut lagi.


Nadia pun menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan wanita muda tersebut.


“Tante juga tinggal sendiri bagaimana kalau Nadia ikut tante ? nanti sekolah juga.” Ucap wanita muda tersebut kepada Nadia kecil.


Namun Nadia kecil menolak untuk ikut bersama wanita muda tersebut, tetapi wanita muda tersebut tidak menyerah untuk membujuk Nadia kecil dengannya karena dia merasa sangat kasihan dan juga iba melihat gadis kecil tersebut dengan usia yang masih sangat muda sudah merasakan kerasnya mencari nafkah untuk bertahan hidup,


padahal anak-anak lain yang seusia Nadia sedang asyik bermain serta mendapatkan pendidikan di sekolah.


Karena usaha wanita muda tersebut yang cukup gigih akhirnya Nadia bersedia ikut dengannya dan mendapatkan kasih sayang, pendidikan serta kehidupan yang lebih layak.


“Owh….” Ucap Sabrina menganggukkan kepalanya mengerti dengan penjelasan sang mama.


“Mbak mu pasti senang melihatmu ada di sini.” Ucap sang mama.


“Mbak ?” tanya Sabrina lagi.


“Iya usianya lebih tua beberapa tahun darimu.” Ucap sang mama lagi.


“Dia mengenalku ?” tanya Sabrina lagi.


“Tentu saja ! karena mama sering menceritakan tentangmu kepadanya.” Ucap sang mama sambil mencubit lembut pipi sang putri.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan sang mama.


“Apa lagi Zahra tahu jika kamu adalah tantenya dia pasti akan senang sekali.” Ucap sang mama lagi.


“Zahra iya aku ingat ! anak itu sangat menggemaskan.” ucap Sabrina gemas.

__ADS_1


Sang mama pun tertawa melihat ekspresi sang putri, sedangkan Ardi hanya tertawa kecil melihat tingkah sang istri.


Tanpa terasa jam dinding sudah menunjukkan pukul 23.30 malam sang mama sudah tidak bisa menahan kantuk akhirnya mereka pun memilih segera untuk tidur, malam ini Sabrina memilih untuk tidur bersama sang mama sedangkan Ardi sang suami tidur sendiri di kamar tamu.


Untuk pertama kalinya setelah lama terpisah akhirnya Sabrina pun merasakan tidur dengan nyenyak di pelukan sang mama sedangkan Ardi sendiri tidak bisa tertidur karena merasakan ada yang kurang, ya semenjak mereka menikah Ardi selalu tertidur sambil memeluk sang istri Sabrina namun kali ini dia tidak dapat tidur sembari memeluk sang istri, seperti ada yang kurang kasur yang hangat di tambah selimut yang cukup tebal terasa sangat dingin saat Sabrina tidak tidur di sampingnya.


Ardi terlelap tepat saat jam dinding menunjukkan pukul setengah tiga pagi, setelah sebelumnya dia mencoba berkali-kali berusaha memejamkan matanya hingga pada akhirnya Ardi sudah tidak bisa menahan kantuknya dan tertidur dengan sangat pulas.


…..


Cahaya matahari masuk melalui celah dinding kamar yang di tempati oleh Ardi namun pria tersebut tidak kunjung bangun dari tidurnya malah semakin pulas tertidur, begitu juga dengan Sabrina yang tidur bersama sang mama masih tampak pulas tertidur sedangkan sang mama sudah sibuk berkutat menyiapkan sarapan pagi di dapur.


Perlahan-lahan Sabrina pun seperti mengendus-endus mencari bau yang seketika membuat perut menjadi lapar hingga tanpa bisa di cegah Sabrina pun terjatuh dari atas ranjang.


“Aduh !” ucap Sabrina spontan saat tubuhnya mendarat di lantai rumah.


Seketika nyawa Sabrina pun terkumpul dan berusaha bangkit dan mendaratkan pantatnya di pinggir ranjang sambil tangannya mengelus kepalanya yang terbentur di lantai.


“Bau apa ini ? wangi sekali !” ucap Sabrina menajamkan indra penciumannya.


Tanpa menunggu lama Sabrina pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan berjalan menuju ke dapur mencari sumber bau wangi tersebut.


Sesampainya di dapur Sabrina melihat sang mama yang tengah sibuk memasak.


“Masak apa ma ?” ucap Sabrina memeluk sang mama dari belakang.


“Sudah bangun ?” tanya sang mama.


“Hmmm.” Jawab Sabrina.


“Mama lagi masak masakan kesukaanmu ! sana cuci muka dulu setelah mama selesai menyiapkan ini semua kita sarapan bersama.” Ucap sang mama kepada Sabrina.


“Ardi sudah bangun ?” tanya sang mama kepada Sabrina.


“Nggak tahu !” jawab Sabrina dengan mata yang masih tertutup.


“Ya sudah sana cuci muka dulu ! setelah itu baru bangunkan suamimu dan kita sarapan bersama.” Ucap sang mama lagi kepada Sabrina.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan sang mama dengan langkah yang gontai karena matanya masih terasa berat dan mengantuk Sabrina pun berjalan menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2