Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 70


__ADS_3

Kedua wanita muda tersebut berhenti pada sebuah ayunan yang menggantung pada pohon yang cukup besar.


“Gue juga tidak tahu harus mulai cerita dari mana yang pasti kejadiannya begitu cepat.” Ucap Sabrina lalu duduk pada sebuah ayunan.


Sedangkan Ziva memilih duduk pada kursi kayu yang juga ada di sana.


“Saat itu gue memilih kabur dari rumah setelah bertengkar dengan Renata !” ucap Sabrina.


“Lo tahu yang buat gue kecewa adalah saat itu papa lebih memilih percaya dengan ucapan wanita ular itu dan juga anaknya.” Ucap Sabrina.


Ziva mendengarkan Sabrina bercerita tanpa menyela sedikit pun.


“Lo tahu sendiri kan Renata selalu suka cari masalah sama gue ?” tanya Sabrina kepada Ziva.


Ziva pun menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Sabrina.


“Pada saat itu papa malah menampar gue untuk pertama kalinya demi membela keluarga barunya tersebut.” Jelas Sabrina.


“Lo pasti tahu bagaimana perasaan gue pada saat itu ! dan ya akhirnya gue pergi dari rumah untuk mencari keberadaan mama.” Jelas Sabrina.


Ziva tampak fokus mendengar cerita dari sahabatnya tersebut.


“Pada saat di tengah jalan mobil gue di cegat oleh segerombolan perampok… beruntung seseorang datang menyelamatkanku hingga membuat dia sendiri terluka.” Jelas Sabrina.


“Jangan bilang yang menyelamatkan lo suami lo saat ini ?” tanya Ziva yang penasaran.


“Iya betul dia yang datang menolongku pada saat itu ! entah apa yang terjadi pada saat itu gue merasa tubuh gue tidak baik-baik saja saat hujan turun sangat lebatnya, mungkin karena terlalu stres dan kepikiran tentang masalah di rumah dan kejadian gue di cegat perampok hal tersebut membuat gue drop.” Ucap Sabrina.


“Trus ?” tanya Ziva semakin penasaran mendengar cerita Sabrina.


“Entahlah ! gue tidak tahu apa yang terjadi setelahnya, pada saat gue bangun tidur gue lihat di sebelah gue ada pria yang sebelumnya membantu gue.” Jelas Sabrina lagi.


“Apa ? lo serius  ? apa kalian melakukannya ?” tanya Ziva histeris.


“Gila lo ! yang lo pikirkan sama sekali tidak benar.” Balas Sabrina tidak terima dengan ucapan Ziva.


“Lo yakin tidak ada yang terjadi ?” tanya Ziva lagi.


“Iya ! karena pada saat itu pakaian gue masih utuh.” Jawab Sabrina.


“Terus kenapa kalian menikah jika tidak ada yang terjadi ?” tanya Ziva lagi.


“Lo bisa bayangkan sendiri gue terbangun dari tidur saat mertua gue berteriak dengan kerasnya dan pada saat itu juga gue tahu kalau dia ada di ranjang yang sama !” jelas Sabrina.


“Hahahahah.” Sontak Ziva tertawa mendengar cerita Sabrina.


“Jadi ceritanya kalian di grebek dan akhirnya di paksa menikah ?” tanya Ziva lagi.


Tawanya tak kunjung berhenti mendengar cerita sahabatnya tersebut.


“Iya begitulah kira-kira !” ucap Sabrina mengagukkan kepalanya mendengar pertanyaan Ziva tersebut.


“Apa segitu lucunya hingga lo tidak bisa berhenti tertawa ?” ucap Sabrina mendengus kesal karena Ziva menertawakannya.

__ADS_1


“Sorry bukan gitu !” ucap Ziva berusaha menahan tawanya.


Dengan wajah serius Ziva pun mulai membuka suara.


“Apa lo mencintainya ?” tanya Ziva lagi.


“Entahlah !” jawab Sabrina menghembuskan napasnya.


“Jadi kalian sama sekali belum ….” Ucap Ziva sembari tersenyum.


“Belum apa ?” tanya Sabrina mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan pertanyaan sahabatnya tersebut.


“Making love maksud gue !” tanya Ziva blak-blakan kepada Sabrina.


“Hahahahaha ! apa an sih pertanyaan lo !” ucap Sabrina kepada Ziva.


Seketika Sabrina memalingkan wajahnya dari Ziva karena wajahnya seketika memerah mendengar ucapan sahabatnya tersebut.


“Tunggu dulu !” ucap Ziva kepada Sabrina.


Sabrina pun menoleh ke arah Ziva yang saat itu tengah duduk di kursi yang ada di sebelah kanan ayunan tersebut.


“Gue bisa tebak dari ekspresi lo yang malu-malu begini… jadi kalian sudah melakukannya ?” tanya Ziva lagi semakin penasaran mendengar pengakuan Sabrina.


“Benarkan tebakan gue ?” tanya Ziva lagi.


“Lo mau ke sana nggak ?” tanya Sabrina kepada sahabatnya tersebut untuk mengalihkan pembicaraan.


Karena menurut Sabrina dia tidak harus menjawab pertanyaan Ziva yang satu itu.


“Sudah lo ikut aja !” ucap Sabrina sambil berdiri bangkit dari ayunan tersebut dan berjalan lebih dulu dari Ziva.


Ziva pun mengikuti langkah Sabrina dari belakang sambil berlari kecil mengikuti langkah Sabrina.


“Gue tahu lo tidak mau menjawab pertanyaan gue !” ucap Ziva sambil menepuk pelan bahu sahabatnya tersebut.


“Heheheheh.” Sontak Sabrina tertawa mendengar ucapan Ziva tersebut.


“Tapi bukan Ziva namanya kalau gue tidak tahu ! gue tahu kok kalau kalian berdua sudah sampai sejauh itu !” ucap Ziva menebak.


Seketika Sabrina pun menoleh ke arah Ziva dan tersenyum sambil menaikkan turunkan bahunya.


“Hahahahaha.” Ziva pun tertawa melihat tanggapan Sabrina tersebut.


Hingga pada akhirnya mereka pun berhenti di depan sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu yang tampak sangat kokoh.


“Rumah siapa ?” tanya Ziva kepada Sabrina sahabatnya tersebut.


“Suami gue !” ucap Sabrina.


“Cie suami ! jadi sekarang lo sudah mengakui kalau lo sudah jatuh hati sama dia yang lo panggil suami itu ?” ucap Ziva tidak berhenti menggoda Sabrina.


“Apa sih Zi ? lo kepo deh !” ucap Sabrina menjadi salah tingkah.

__ADS_1


“Hahahahaha.” Ziva pun tertawa kembali melihat ekspresi Sabrina yang malu-malu meong.


“Masuk yuk !” ucap Sabrina kepada Ziva sahabatnya tersebut.


Sabrina pun menaiki anak tangga rumah tersebut di susul oleh Ziva dari belakang.


Sementara itu di sisi lain….


Reyhan dan juga Ardi tengah duduk sambil berbincang di tempat mereka tadi menikmati makan siang bersama.


“Apa kamu dan Sabrina sudah lama saling mengenal ?” tanya Reyhan terus terang kepada Ardi.


“Apa aku harus memberimu jawaban ?” ucap Ardi bertanya balik kepada Reyhan.


“Hahahahaha.”


Mendengar jawaban Ardi sontak Reyhan seketika tertawa.


“Jawabanmu membuktikan jika kamu mengenal Sabrina tidak lebih lama dari aku mengenalnya.” Ucap Reyhan bangga.


Seketika Ardi merasa jika hubungan Reyhan dan Sabrina tidak hanya sekedar sahabat.


“Tidak penting siapa yang mengenalnya lebih dulu yang penting saat ini dia sudah menjadi milikku.” Ucap Ardi dengan tegas mengatakan jika Sabrina sudah menjadi miliknya.


Reyhan mendengus kesal mendengar jawaban Ardi yang menegaskan jika Sabrina adalah miliknya.


“Apa kamu tidak penasaran dengan hubungan kami ?” tanya Reyhan sedikit memprovokasi Ardi.


“Aku hanya percaya dengan apa yang Sabrina katakan ! tidak penting bagaimana kamu menganggap hubunganmu dengannya jika istriku mengatakan jika kamu hanya teman makan aku percaya itu !” ucap Ardi menanggapi ucapan Reyhan.


Reyhan tampak kesal mendengar jawaban Ardi tersebut.


“Aku menyukainya lebih dulu di banding kamu dan saat masih kecil kami sudah di jodohkan !” ucap Reyhan lagi.


Seketika Ardi terkekeh mendengar pengakuan dari Reyhan tersebut.


“Melihat bagaimana cara istriku memperkenalkanmu aku yakin jika dia tidak menerima perjodohan itu !” ucap Ardi tidak mau kalah.


Lagi dan lagi Reyhan bertambah kesal mendengar ucapan Ardi tersebut.


Tidak ingin membicarakan sesuatu yang akan membuat dia emosi Ardi pun bangkit dan pergi meninggalkan Reyhan menuju ke tempat di mana sang istri berada.


“Aku akan menunggunya kembali padaku ! ingat itu !” ucap Reyhan terang-terangan mengatakan jika dia akan menunggu Sabrina menjadi miliknya.


“Aku akan pastikan itu tidak akan terjadi !” jawab Ardi.


Reyhan semakin kesal dibuatnya tanpa sadar Reyhan pun seketika menendang sebuah pohon besar yang


sudah bisa di pastikan pohon tersebut sangat keras.


“Aduhh !” ucap Reyhan merasa kakinya sangat sakit setelah menendang pohon tersebut.


“Sialan !” umpat Reyhan menahan rasa sakit pada kakinya tersebut.

__ADS_1


Dengan langkah kaki yang sedikit pincang Reyhan pun memutuskan untuk menyusul Ardi dari belakang.


Bersambung….


__ADS_2