Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 73


__ADS_3

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 20.00 malam sesuai rencana malam ini Sabrina dan juga yang lain akan mengadakan acara bakar-bakaran, semua alat dan bahan sudah mereka siapkan semuanya begitu juga dengan Ardi dan Sabrina setelah memastikan sang ibu dalam keadaan baik-baik saja mereka pun berpamitan kepada Pak Agus dan juga Bu Siti serta tidak lupa mengingatkan mbok Ya untuk segera mengabari mereka jika terjadi sesuatu.


Saat ini Ziva tengah meletakkan tas koper miliknya di dalam sebuah kamar yang akan dia gunakan untuk tidur malam ini.


“Zi lo sudah selesai ?” tanya Sabrina kepada Ziva saat dia baru saja sampai di depan pintu kamar yang di gunakan oleh Ziva.


Ziva pun menoleh ke arah pintu kamar lalu menganggukkan kepalanya.


“Ya sudah yuk ke bawah !” ucap Sabrina mengajak Ziva untuk turun membantu para pria yang saat itu tengah sibuk menyiapkan arang.


“Ya sudah yuk !” ucap Ziva menanggapi ucapan Sabrina.


“Tunggu… tunggu ! lo yakin ke luar dengan pakaian seperti ini ?” tanya Sabrina memperhatikan penampilan Ziva dari jung rambut sampai kaki.


“Iya emang kenapa ?” tanya Ziva mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sabrina sahabatnya tersebut.


“Ya tidak masalah sih ! tapi jangan bilang kalau gue tidak mengingatkan lo jika nanti nya lo akan masuk angin jika keluar dengan berpakaian seperti ini.” Ucap Sabrina mengingatkan Ziva.


“Lo tahu sendiri udara di sini sangat dingin.” Ucap Sabrina lagi sembari menyilangkan kedua tangannya lalu menggosok-gosok lengannya sendiri.


“Iya iya gue tidak akan menyalahkan lo ! ya sudah yuk.” Ucap Ziva mengajak Sabrina untuk segera keluar menemui para pria.


Kedua wanita tersebut menuruni anak tangga satu persatu dengan Sabrina yang turun lebih dulu.


“Bagaimana mas ? persiapannya sudah siap ?” tanya Sabrina kepada Reyhan yang saat itu sedang menyiapkan arangnya.


“Sebentar lagi.” Ucap Reyhan tersenyum menanggapi ucapan Sabrina.


Kemudian mata Reyhan tertuju kepada Ziva yang saat itu berjalan di belakang Sabrina.


“Apa kamu mau menggoda ku dengan berpenampilan begitu ?” Ucap Reyhan mengejek penampilan Ziva yang terlalu terbuka.


“Idihhhh terlalu percaya diri juga tidak bagus ! siapa juga yang mau menggodamu mas !” ucap Ziva menanggapi ucapan Reyhan.


“Sudah jelas pria yang masih lajang di sini hanya aku seorang !” ucap Reyhan dengan santainya kepada Ziva.

__ADS_1


Mendengar hal itu seketika Ziva memutar kedua bola matanya malas berdebat dengan Reyhan yang tidak kunjung ada habisnya itu.


“Wah sepertinya akan enak ! apa mas Ardi yang meracik bumbunya ?” tanya Ziva kagum melihat bakat Ardi yang serba bisa tersebut.


“Tidak terlalu sulit ! hanya menggunakan bumbu dasar saja kok !” ucap Ardi tersenyum ramah.


“Lo sangat beruntung Sa mendapatkan suami serba bisa seperti mas Ardi !” ucap Ziva kepada Sabrina.


Seketika Sabrina menjadi merona mendengar pujian Ziva sahabatnya tersebut.


“Hanya begitu aku juga bisa !” ucap Reyhan menyela ucapan Ziva sembari mengipas-ngipas arang yang akan mereka gunakan tersebut.


Mendengar ucapan Reyhan tersebut Ziva seketika menoleh ke arah Reyhan, hanya beberapa detik sontak Ziva tertawa melihat wajah Reyhan yang kotor terkena arang.


Mendengar Ziva tertawa menatap kearah Reyhan, Sabrina dan juga Ardi pun ikut melihat ke arah Reyhan dan sepasang suami istri tersebut pun ikut tertawa melihat wajah Reyhan yang kotor terkena arang.


Melihat semua orang tertawa melihat ke arahnya Reyhan pun mengerutkan keningnya bingung.


“Jika seperti ini mas Rey terlihat sangat lucu !” ucap Sabrina terkekeh.


Sementara itu Ardi pun terkekeh sambil tangannya tetap fokus meracik bumbu yang akan mereka gunakan nanti.


“Apa kamu baru menyadarinya ? selain tampan dan kaya aku juga bisa terlihat lucu !” ucap Reyhan dengan percaya diri.


Sabrina pun menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Reyhan sambil terus tertawa, sedangkan Ziva yang sudah tidak tahan dengan Reyhan yang selalu memuji dirinya sendiri pun mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celananya lalu berjalan mendekat ke arah Reyhan.


Cekrek…. Hanya beberapa detik potret Reyhan pu sudah dia dapatkan melalui kamera ponselnya.


“Tidak perlu memotretku diam-diam ! jika kamu ingin aku akan memberikan pose terbaik !” ucap Reyhan lagi dengan percaya diri sambil berpose.


Tidak ingin menyiakan kesempatan langka tersebut Ziva pun dengan sigap kembali mengambil potret Reyhan seketika kemudian setelah itu Ziva semakin tertawa melihat ke layar ponselnya tersebut.


“Mas mau lihat bagaimana hasilnya ?” tanya Ziva kepada Reyhan.


“Tidak usah ! kamu bisa menyimpannya untuk dirimu sendiri.” Ucap Reyhan lagi menanggapi ucapan Ziva tersebut.

__ADS_1


“Tidak perlu ! aku tidak akan bisa tidur nantinya jika melihat foto jelek begini !” ucap Ziva sambil tertawa lalu mengarahkan layar ponselnya agar Reyhan bisa melihat hasil foto tersebut.


Seketika Reyhan langsung terdiam wajahnya memerah menahan malu melihat wajahnya sendiri yang saat itu tampak sangat kotor.


Sedangkan yang lainnya tanpa komando tertawa seketika melihat ekspresi Reyhan yang sedang menahan malu.


“Tidak apa-apa mas ! walaupun begitu Ziva tidak memandang fisik kok !” ucap Sabrina terkekeh menggoda Reyhan.


Sedangkan Reyhan yang merasa malu buru-buru pergi dari sana untuk membersihkan wajahnya yang sangat kotor.


“Bodoh !” ucap Reyhan berbicara dengan dirinya sendiri sambil memukul pelan dahinya.


“Reyhan kamu sangat bodoh ! bagaimana kamu bisa mempermalukan dirimu sendiri di depan Sabrina ! mau aku letakkan dimana wajah ini .” ucap Reyhan kesal dengan dirinya sendiri sambil mengusap wajahnya menggunakan lengan tangannya.


“Bodoh ! bodoh !” ucap Reyhan lagi menggelengkan kepalanya sambil mempercepat langkah kakinya agar cepat sampai di kamar mandi untuk membersihkan wajah tampannya.


“Ternyata mas Reyhan bisa salah tingkah juga ya !” ucap Ziva kepada Sabrina.


Sabrina pun tertawa sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ziva.


“Apa ini sudah bisa di bakar ?” tanya Sabrina kepada sang suami.


“Iya sudah !” jawab Ardi menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan sang istri.


Sabrina pun mengambil beberapa tusuk sate lalu hendak menaruhnya di atas pembakaran yang tadi sudah di siapkan oleh Reyhan sebelumnya.


“Sayang hati-hati ! itu sangat panas !” ucap Ardi memperingatkan Sabrina agar lebih hati-hati.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis menanggapi ucapan sang suami sedangkan Ziva di sana menjadi makhluk tidak kasat mata seketika melihat pasangan suami istri yang sedang bucin tersebut.


Dan akhirnya Ziva pun memilih membantu Sabrina agar dia terlihat seperti mempunyai pekerjaan.


Beberapa saat kemudian Ardi pun mengambil alih pekerjaan para wanita tersebut dan meminta Sabrina dan juga Ziva untuk duduk santai sambil menunggunya satenya matang.


Sabrina dan juga Ziva tampak asyik mengobrol entah apa yang mereka ceritakan membuat Ardi tersenyum manis melihat sisi lain yang di tampilkan oleh sang istri, ekspresi yang sangat berbeda yang baru pertama kalinya dia melihat sang istri mengobrol lepas dengan seseorang.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2