Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 48


__ADS_3

Seketika suasana menjadi hening baik Ardi maupun Sabrina tidak membuka suara.


“Jika mas keberatan aku membantu secara cuma-Cuma, mas boleh menggantinya saat mas sudah ada uang, aku tidak ingin ibu banyak pikiran dan akhirnya akan memperburuk kondisinya.” Jelas Sabrina kepada Ardi.


Ada rasa haru terselip di hati Ardi atas kebaikan hati Sabrina yang seakan tidak memiliki dendam walaupun sang ibu memperlakukannya dengan tidak baik.


“Terima kasih sayang ! mas janji akan menggantinya.” Ucap Ardi memeluk sambil Sabrina.


Sabrina pun tersenyum lega melihat Ardi akhirnya bersedia menerima bantuan darinya.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.00 sore semua keluarga telah pulang, di rumah sakit hanya tinggal Sabrina seorang diri yang menjaga sang ibu mertua sedangkan Ardi telah pulang ke rumah untuk mengambil barang-barang yang nantinya akan di butuh kan.


Sabrina tengah duduk di atas kursi yang berada di samping ranjang pasien sambil memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa bosan, tanpa sengaja dia melihat ke arah sang mertua yang sedang berusaha untuk mengatakan sesuatu.


“Ada apa bu ?” tanya Sabrina sedikit cemas karena tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh sang mertua.


“Apa ibu lapar ?” tanya Sabrina.


Namun tetap Sabrina tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh sang mertua.


“Ibu haus ?” tanya Sabrina lagi.


Tanpa di duga sang mertua pun mengedipkan matanya sambil kepala nya sedikit mengangguk pertanda jika dia benar-benar ingin minum.


“Sebentar ya ! aku akan ambilkan.” Ucap Sabrina.


Kemudian Sabrina pun mengambil sebotol air mineral yang berada di atas lemari  kecil yang ada di samping kirinya lalu Sabrina pun segera membuka tutup botol tersebut dan memasukkan sedotan ke dalam botol tersebut agar memudahkan sang mertua untuk meminumnya.


Dengan sangat hati-hati Sabrina pun membantu sang mertua agar bisa meminum air tersebut.


“Pelan-pelan bu.” Ucap Sabrina lembut.


Setelah sang mertua selesai minum Sabrina pun meletakkan kembali air mineral tersebut di atas lemari dan dengan lembut Sabrina pun membersihkan mulut sang mertua dari air yang sempat tumpah-tumpah.


Bu Siti tengah menatap Sabrina dengan tatapan tanpa ekspresi.


“Apa ibu butuh sesuatu ?" tanya Sabrina lagi.


Sang mertua pun berusaha menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina.


“Baiklah jika ibu membutuhkan sesuatu ibu bisa katakan ! aku tidak akan ke mana-mana.” Ucap Sabrina lagi.

__ADS_1


Bu Siti pun mengedipkan matanya menanggapi ucapan Sabrina, Sabrina pun tersenyum melihat respons sang mertua yang mau mendengar ucapannya.


Pintu ruangan terbuka dari balik pintu muncullah Ardi sambil membawa sebuah tas dan juga beberapa kantung kresek.


“Sayang ini kamu makan dulu !” ucap Ardi sambil menyerahkan kantung kresek tersebut kepada Sabrina.


“Nanti saja !”tolak Sabrina.


“Mas tidak menerima penolakan !” ucap Ardi lagi memaksa Sabrina untuk segera makan.


Tidak ingin berdebat Sabrina pun mengambil kantung kresek tersebut sedangkan Ardi duduk di atas kursi yang sebelumnya diduduki oleh sang istri.


“Bu…” ucap Ardi menggenggam jemari sang ibu.


“Apa ibu lapar ? haus ?" tanya Ardi.


Namun bu Siti malah memalingkan wajahnya dari sang putra.


Melihat reaksi sang ibu Ardi pun menarik napas dalam lalu dia pun menarik kursi yang didudukinya tersebut lebih dekat ke arah sang ibu.


“Maafkan aku bu ! aku tidak bermaksud untuk menentang keinginan ibu, hanya saja aku tidak mencintai dia dan aku tidak bisa  menikah dengannya !” ucap Ardi lagi.


“Dan untuk hutang kita ibu tidak usah terlalu memikirkannya karena aku sudah mendapat jalan keluarnya dan secepat mungkin aku akan segera melunaskan hutang tersebut.” Ucap Ardi lagi.


Seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh sang ibu Ardi pun memberikan penjelasan lebih lanjut jika sang istri bersedia membantu melunaskan hutang tersebut.


Setelah mendengar penjelasan Ardi sang ibu pun diam tanpa reaksi entah apa yang ada di dalam pikirannya.


Di sisi lain…


Pak Yuda baru saja menghentikan mobilnya di sebuah rumah, setelah mematikan mesin mobil tersebut pak Yuda pun segera keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya menuju ke rumah tersebut.


Dengan langkah kaki yang seolah enggan untuk mengunjungi rumah tersebut akhirnya Pak Yuda pun sampai di depan pintu rumah tersebut, sebelum mengetuk pintu rumah tersebut Pak Yuda pun mengumpulkan seluruh keberaniannya terlebih dahulu hingga pada akhirnya dia pun menghirup napas dalam lalu menghembuskannya secara perlahan dan mengetuk pintu rumah tersebut.


Tok…Tok…tok…


Hening tidak ada jawaban dari dalam rumah tersebut.


Pak Yuda pun kembali mengetuk pintu rumah tersebut.


Tok…tok…tok…

__ADS_1


Namun kali ini terdengar suara pemilik rumah dari dalam.


“Ya sebentar !” ucap sang pemilik rumah.


Beberapa detik kemudian pintu pun terbuka dari dalam.


“Cari siapa ?” tanya sang pemilik rumah saat pintu terbuka.


“Adelia ?” ucap pak Yuda saat pemilik rumah muncul dari balik pintu.


“Mas Yuda ?” ucap pemilik rumah tersebut kaget melihat siapa yang datang.


Seketika keduanya terdiam sambil bertatap-tatapan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


“Ada perlu apa mas ? bagaimana kabar putriku ?” ucap wanita yang di panggil Adelia tersebut.


“Jadi Sasa tidak bersamamu ?’’ tanya pak Yuda kepada mantan istrinya tersebut.


“Bersama ku di sini ? jangan ngada-ngada kamu mas ! bukannya dia tinggal bersamamu !” tanya sang mantan istri.


“Dia sudah lama pergi meninggalkan rumah ! menurut orang kepercayaanku dia ada di desa ini.” jelas pak Yuda.


Mendengar penjelasan sang mantan suami Adelia pun menjadi naik pitam dan.


Prakkk… sebuah tamparan mendarat di pipi pak Yuda.


Adelia pun menjadi marah dan menampar pipi sang mantan hingga tangannya sendiri menjadi perih.


“Apa yang ada dalam pikiranmu mas ? kamu melarangku bertemu dengan putriku sendiri dan berjanji akan menjaga dan merawatnya dengan baik dan sekarang apa saja yang kamu lakukan sehingga Sasa pergi dan sudah lama meninggalkan rumah baru sekarang kamu mencarinya ?” ucap Adelia menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan sang mantan suami.


“Ayah macam apa kamu mas ?” tanya Adelia lagi.


“Aku tahu aku salah ! tidak bisa menjaga putri kita dengan baik, aku minta maaf.” Ucap pak Yuda pasrah.


“Maafmu tidak dibutuhkan di sini mas ! yang aku butuh kan sekarang adalah putriku.” Ucap Adelia tegas.


“Cari Sasa sampai ketemu !” ucap Adelia lagi dengan nada sedikit memerintah sang mantan.


Pak Yuda pun mengusap kasar wajahnya tampak jelas dari raut wajahnya dia merasa sangat putus asa.


Kemudian dia pun menceritakan kepada sang mantan istri jika dia mendapatkan informasi bahwa sang putri berada di desa tersebut, mendengar penjelasan mantan suami Adelia pun mempersilahkan sang mantan untuk masuk ke dalam rumah demi mendengar penjelasan lebih lanjut.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2