
Beberapa saat kemudian Reyhan pun kembali dengan percaya diri seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya, tanpa di minta dia pun membantu Ardi dengan sesekali mencuri pandang ke arah Sabrina yang tengah asyik mengobrol dengan Ziva sahabatnya.
“Tidak baik mencuri pandang kepada wanita yang sudah bersuami !” ucap Ardi kepada Reyhan mengingatkan pria tersebut.
“Aku rasa aku berhak menentukan apa yang ingin aku lihat ! lagi pula jodoh tidak ada yang tahu ! dan aku tidak masalah jika harus menunggu terlebih dahulu !” ucap Reyhan terang-terangan kepada Ardi dengan tatapan seolah menantang.
“Hahahaha ! kamu benar aku tidak berhak melarang mu untuk melihat apa yang ingin kamu lihat ! tapi jangan terlalu menghayal karena apa yang kamu inginkan tersebut tidak akan pernah terjadi.” Ucap Ardi tersenyum puas kepada Reyhan.
Mendengar ucapan Ardi tersebut Reyhan tampak mendengus kesal sembari mengipasi sate yang tengah di bakar Ardi dengan kecepatan turbo sehingga api dari arang tersebut menyala.
Melihat api menyala Ardi buru-buru mengangkat sate tersebut karena tidak ingin sate tersebut gosong dan tidak bisa di makan.
“Jika kamu mengipasinya seperti itu yang ada kita makan arang nantinya !” ucap Ardi kepada Reyhan.
“Dan ingat satu hal Sabrina sekarang adalah istriku jadi jangan lagi mencoba untuk memilikinya !” ucap Ardi dengan tegas kepada Reyhan.
“Mas apa masih lama ?” tanya Sabrina yang tahu-tahu sudah muncul di dekat mereka.
“Sayang kamu lapar ?” tanya Ardi lembut kepada sang istri.
“Sebenarnya sih iya ! karena baunya sangat enak hingga membuat aku menjadi lapar… hahahahah.” Ucap Sabrina kemudian tertawa.
“Kamu mau ? sudah ada beberapa yang matang kok !” ucap Ardi kepada Sabrina.
Namun dengan segera Ardi pun mengambil beberapa tusuk sate yang sudah matang dan menaruhnya di dalam piring lalu menyerahkannya kepada sang istri.
“Boleh ?” tanya Sabrina dengan mata yang berbinar.
“Boleh sayang apa pun itu jika untuk kamu semua nya boleh !” ucap Ardi tersenyum sengaja memanas-manasi Reyhan yang berdiri di sampingnya.
Tanpa basa-basi Sabrina pun mengambil piring yang di berikan oleh Ardi tersebut, kemudian dia menoleh ke arah Reyhan yang tampak tidak bersemangat.
“Ada apa dengannya ?” tanya Sabrina kepada Ardi dengan memelankan suaranya.
__ADS_1
“Bisulan !” ucap Ardi kepada Sabrina santai mengejek Reyhan.
“Ohhh.” Ucap Sabrina sambil menganggukan kepalanya tanda mengerti.
Kemudian Sabrina pun melangkah pergi dan meninggalkan kedua pria tersebut di sana menuju ke arah Ziva yang sedang duduk di atas kursi yang tidak jauh dari sana.
“Telinga ku masih normal ! dan aku mendengar semua yang kalian katakan.” Ucap Reyhan kepada Ardi.
Ardi pun terkekeh mendengar ucapan Reyhan yang mengatakan jika dia mendengar semua pembicaraan dia dan Sabrina sang istri.
“Apa kamu benar-benar mencintainya ?” tanya Reyhan lagi kepada Ardi.
Karena sebelumnya dia juga sudah menanyakan pertanyaan tersebut kepada Ardi namun Ardi tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan.
Ardi pun menoleh ke arah Reyhan yang saat itu sedang melihat ke arahnya.
“Apa yang membuat mu berpikir jika aku tidak mencintainya ?” tanya Ardi kepada Reyhan sambil menaruh sate-sate tersebut di atas panggangan.
“Jangan mengalihkan pertanyaanku dengan pertanyaan yang lain.” Ucap Reyhan kepada Ardi.
“Aku mencintainya !” ucap Ardi yakin menegaskan kepada Reyhan jika dia mencintai Sabrina.
Kemudian dia menatap ke arah Sabrina sambil tersenyum walaupun Sabrina sendiri tidak menyadari jika dirinya tersenyum kepadanya.
“Sepenuh hati aku meyakini jika aku mencintainya ! kamu tidak usah khawatir dan tidak perlu berharap banyak karena aku tidak akan melepaskannya untukmu !” ucap Ardi kepada Reyhan.
“Dan satu hal yang perlu kamu ingat ! aku menikahinya secara sah dan dia sekarang adalah istri sah ku dan sebagai suami sudah seharusnya aku memberikan kebahagiaan untuk istri dan juga anak-anak ku nantinya.” Ucap Ardi lagi kepada Reyhan.
Medengar hal itu Reyhan pun terdiam dan memutuskan untuk tidak bertanya lebih banyak lagi karena semakin dia bertanya semakin dia sakit mendengar jawaban pria di sampingnya tersebut.
“Kamu bodoh Reyhan ! bagaimana bisa kamu bertanya seperti itu kepada dia… bagaimana mungkin orang yang memutuskan untuk menikah cintanya di pertanyakan seperti itu ! sakit rasanya sangat sakit !” ucap Reyhan di dalam hati.
“Terima kasih bro ! aku harap kamu mengerti dan bisa menerimanya.” Ucap Ardi menepuk pundak Reyhan dengan pelan.
__ADS_1
Reyhan menatap Ardi dengan tatapan sendu namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.
Ardi merasa lega mendengar ucapan Reyhan yang mau mengikhlaskan Sabrina menikah dan menjadi istrinya, dan memilih mundur.
“Sepertinya ini sudah matang !” ucap Ardi kepada Reyhan.
Mendengar ucapan Ardi tersebut Reyhan pun segera mengangkat sate tersebut dan menaruhnya di atas piring.
“Kamu bawa ke sana lebih dulu ! aku akan membereskan ini sebentar.” Ucap Ardi kepada Reyhan.
Reyhan pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ardi kemudian dia pun melangkahkan kakinya menuju ke arah meja di mana Sabrina dan juga sahabatnya Ziva tengah berada.
“Sudah semua mas ?” tanya Sabrina kepada Reyhan.
“Iya !” ucap Reyhan menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina.
Namun ekspresi wajah Reyhan kali ini tampak berbeda, dari wajahnya terlihat jelas guratan kesedihan dan kekecewaan sangat jauh berbeda dengan ekspresinya saat datang tadi.
“Aku benar-benar berharap kamu bisa menepati janjimu sebagai laki-laki Rey ! karena kalau tidak aku tidak akan tinggal diam dan membiarkan kamu merebut Sabrina dariku !” ucap Ardi di dalam hati.
Kemudian Ardi menarik napas dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan kemudian berjalan melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja yang di mana Sabrina sang istri dan juga Ziva serta Reyhan sudah lebih dulu berada di sana.
“Di sini mas !” ucap Sabrina kepada Ardi sambil menepuk pelan sebuah kursi yang ada di sampingnya agar sang suami duduk di sana.
Ardi pun tersenyum lembut kepada Sabrina sang istri.
“Terima kasih sayang !” ucap Ardi kepada Sabrina kemudian mendaratkan pantatnya pada kursi yang ada di sebalah sang istri tersebut.
Mendengar ucapan sang suami tersebut seketika wajah Sabrina menjadi merah seperti tomat matang, entah sudah ke berapa kalinya hanya dengan ucapan Ardi berhasil membuat Sabrina merona dan salah tingkah.
“Cie…….kalian pasangan yang sangat serasi ! gue jadi iri deh !” ucap Ziva melihat perlakuan Ardi kepada Sabrina.
Sabrina pun menjadi salah tingkah dan menyikut Ziva menggunakan sikunya kemudian tersenyum malu.
__ADS_1
Bersambung….