Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 59


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak sang mama masuk rumah sakit selama itu pula Intan menginap dan di jaga oleh keluarga besar Ardi, hari ini adalah hari di mana sang mama pulang dari rumah sakit Intan sedang duduk di anak tangga kediaman pak Agus sedangkan Sabrina duduk di atas kursi sedang menyuapi sang mertua makan di temani oleh Sari.


“Tante apa benar mama pulang hari ini ?” tanya Intan kepada Sabrina.


“Benar dong ! sudah Intan sabar dulu ya palingan mereka sudah di jalan.” Jawab Sabrina menanggapi pertanyaan Intan.


“Iya.” Ucap Intan menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang Sabrina ucapkan.


Sabrina pun tersenyum melihat ke arah Intan.


“Mbak bukannya besok jadwal ibu harus control ulang?” tanya Sari kepada Sabrina.


“Iya benar ! semalam aku sudah bilang mas Ardi dan besok kita akan bawa ibu ke rumah sakit untuk melihat perkembangan Kesehatan ibu.” Ucap Sabrina kepada Sari sambil menyuapkan makanan ke mulut sang mertua.


“Akhir-akhir ini ibu makan sangat lahap ! terus begitu ya bu biar ibu cepat pulih !” ucap Sabrina sambil membersihkan sisa makan yang ada di mulut sang mertua.


Sang mertua menatap Sabrina tanpa ekspresi, entah apa yang ada di pikirannya saat ini namun yang pasti akhir-akhir ini tatapan bu Siti tidak seperti biasanya, seolah ingin mengatakan sesuatu namun pada akhirnya tidak bisa mengungkapkan.


“Intan di sini ?” ucap bibi Farida kepada Intan saat hendak menaiki anak tangga menuju beranda rumah sang kakak.


“Iya nek… hari ini mama pulang.” Jawab Intan menanggapi ucapan bibi Farida.


“Baiklah !” ucap bibi Farida mengelus puncak kepala Intan.


Kemudian bibi Farida sampai di beranda rumah di mana sang kakak ipar Sabrina dan juga Sari sang putri tengah berada.


“Endah jadi pulang hari ini ?” tanya bibi Farida kepada Sabrina dan juga Sari.


“Iya bi.” Jawab Sabrina sedangkan Sari hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan sang mama.


“Jadi Ardi sudah berangkat ke sana ?” tanya sang bibi lagi.


“Sudah.” Jawab Sabrina menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan sang bibi.


“Bagaimana keadaan mbak sekarang ?” tanya sang bibi kepada bu Siti sambil memegang tangan sang kakak ipar.


Bu Siti pun mengedipkan matanya sambil mengangguk kecil menanggapi pertanyaan sang adik ipar.


“Jauh lebih baik bi ! jika makan pun selalu dihabiskan.” Ucap Sabrina menanggapi pertanyaan sang bibi.


Sang bibi pun tersenyum senang menanggapi penjelasan Sabrina.


“Mama sudah datang !” ucap Intan semangat sambil berlari menuruni anak tangga saat melihat sebuah mobil memasuki halaman rumah.

__ADS_1


“Hati-hati nak !” ucap bibi Farida melihat Intan yang berlari turun.


Saat mobil yang dikendarai oleh Ardi berhenti dia pun tampak keluar dari pintu depan dan membantu membukakan pintu belakang agar Endah dan juga mak Ijah bisa keluar.


“Awas hati-hati !” ucap Ardi saat Endah dan keluar kemudian di susul oleh mak Ijah.


“Mama.” Panggil Intan kemudian memeluk erat sang mama.


“Intan sayang ! Intan baik-baik saja ?” tanya Endah kepada sang putri sambil memeluk erat Intan.


“Iya ma Intan baik-baik saja.” Jawab Intan menanggapi ucapan sang mama.


“Terima kasih banyak mas Ardi.” Ucap Endah kepada Ardi.


“Iya sama-sama.” Ucap Ardi menanggapi ucapan Endah.


“Terima kasih nak Ardi.” Ucap mak Ijah mengulurkan tangan nya kepada Ardi dan bermaksud hendak mencium tangan pria tersebut.


“Iya sama-sama mak.” Ucap Ardi buru-buru menarik tangannya karena menurutnya tidak pantas orang yang usianya lebih tua darinya mencium tangannya.


“Ayo mampir dulu !” ucap Ardi kepada Endah dan juga mak Ijah.


Kedua wanita tersebut menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ardi dan berjalan melangkahkan kaki menuju ke rumah pak Agus tersebut.


“Iya bi.” Ucap Endah tersenyum.


“Syukurlah kalau begitu.” Jawab bibi Farida mengelus lengan Endah.


“Bi… mbak Sabrina… Sari dan mas Ardi terima kasih banyak sudah banyak membantu dan menjaga Intan.” Ucap Endah sambil menatap satu persatu nama yang di sebutnya.


“Aku tidak tahu harus bagaimana cara membalas kebaikan semua orang.” Ucap Endah lagi.


“Tidak usah dipikirkan ! sebagai tetangga kita semua wajib saling membantu jika ada yang membutuhkan bantuan ! jadi jangan dipikirkan.” Ucap bibi Farida menanggapi ucapan Endah.


Endah pun tersenyum mendengar ucapan bibi Farida tersebut.


Mak Ijah pun ikut berterima kasih kepada semua orang karena sudah banyak membantu keluarga dan ikut mendoakan agar bu Siti cepat pilih seperti sedia kala.


Setelah mengobrol sebentar akhirnya mereka pun pamit pulang ke rumah dengan berjalan kaki karena jarak rumah mereka dari kediaman pak Agus hanya beberapa meter saja  dan beberapa rumah.


Sepeninggal Endah dan keluarganya Ardi pun segera mengganti pakaiannya dan segera berangkat menuju ke kebun menyusul sang ayah karena hari ini beberapa komoditas hasil kebun tengah di panen oleh para pekerja yang ikut bekerja dengan keluarga pak Agus.


Sedangkan Sari dan juga sang bibi telah kembali ke rumah mereka dan untuk bu Siti mbok Ya tengah membawanya ke kamar agar bisa beristirahat.

__ADS_1


“Sayang mas berangkat dulu ya !” ucap Ardi kepada Sabrina.


Saat ini keduanya sedang berada di kamar karena sebelumnya Ardi telah memanggil Sabrina setelah dia selesai mengganti pakaiannya.


“Hmmmm.” Ucap Sabrina menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ardi.


Ardi pun mengulurkan tangannya ke arah Sabrina.


“Apa ?” ucap Sabrina bingung.


Ardi pun tidak menjelaskan maksudnya dia pun terus mengulurkan tangannya ke arah Sabrina.


“Apa sih mas nggak jelas deh !” ucap Sabrina membolak balikkan tangan Ardi tersebut.


Karena tidak kunjung mengerti Ardi pun mengambil tangan Sabrina dan mengarahkan agar Sabrina mencium punggung tangannya sebagai suami.


“Begini sayang !” ucap Ardi kepada Sabrina.


Sabrina hanya diam setelah Ardi mengarahkannya agar mencium punggung tangan sang suami.


“Mas pergi ya.” Ucap Ardi lagi lalu mengecup kening Sabrina.


Sabrina hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata sepatah kata pun melihat aksi sang suami tersebut.


Sabrina pun menghembuskan napasnya setelah Ardi menghilang dari balik pintu kamar.


“Ada apa ini ?” tanya Sabrina kepada dirinya sendiri sambil memegang kedua pipinya menggunakan tangannya.


“Rasa apa ini ?” tanya Sabrina lagi.


“Ada apa denganku saat ini ? apa aku sakit ?” tanya Sabrina lagi sambil memegang dadanya.


Ada rasa yang sulit di jabarkan saat Ardi menuntunnya mencium punggung tangan laki-laki tersebut, wajahnya seketika menjadi panas dan dadanya menjadi berdebar lebih cepat dari sebelumnya.


“Sadar Sabrina !” ucap Sabrina kepada dirinya sendiri sambil mengusap kasar wajahnya.


“Tenang !” ucap Sabrina menarik napas dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan agar dia merasa sedikit lebih tenang.


“Huuffftt.” Ucap Sabrina menghembuskan napasnya.


“Hahhhh.” Ucap Sabrina lagi sambil menggerakkan tubuhnya.


Kemudian Sabrina pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar menuju ke dapur berniat untuk mengambil air minum karena tiba-tiba saja dia menjadi haus.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2