Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 28


__ADS_3

Di sisi lain Sabrina yang baru saja masuk seketika menghempaskan bokongnya di kursi yang terletak tepat di sebelah Sari dan juga ibunya sambil menghembuskan napas kasarnya.


“Ada apa mbak ?” tanya Sari pun kepada Sabrina.


Sementara bibi Farida hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya menatap Sabrina.


“Ada apa ? dimarahi ibu mertuamu ?” tanya bibi Farida lembut sambil memegang tangan Sabrina.


“Kamu yang sabar ya ! ibu mertuamu itu sebenarnya baik mungkin caranya saja yang berbeda bibi hanya bisa mengatakan untuk saat ini kamu banyak-banyak bersabar ya.” Ucap bibi Farida memberi Sabrina sedikit wejangan.


Karena dia juga tidak habis pikir dengan sang kakak ipar bagaimana mungkin dia tidak mau menerima gadis seperti Sabrina sebagai menantunya, menurutnya gadis seperti Sabrina tidak memiliki kekurangan apa pun secara pribadi bahkan jika mungkin Ardi sang keponakanlah yang seharusnya beruntung memiliki Sabrina sebagai istrinya dari pada wanita yang pernah dekat dengannya sebelum ini.


Namun Sabrina tidak menanggapi ucapan bibi Farida dia hanya diam seakan pikirannya terbang jauh melayang, seakan dia tengah memiliki masalah yang sangat berat.


“Menurut bibi jika ada wanita yang sudah menikah bertemu dengan pria lain secara diam-diam itu bagaimana ?” tanya Sabrina kepada bibi Farida tiba-tiba.


“Jangan bilang mbak bertemu pria lain di belakang mas…” ucap Sari dengan suara agak keras.


Mendengar hal itu Sabrina seketika menutup mulut Sari menggunakan tangannya.


“Bukan aku !” ucap Sabrina seketika melepaskan tangannya dari mulut Sari.


“Tergantung hubungan si wanita dengan pria tersebut ! kalau mereka saudara bisa jadi ada faktor yang mengharuskan mereka bertemu secara diam-diam dan kalau hubungan mereka bukan saudara  atau pasangan itu


sangat tidak dibenarkan karena perselingkuhan merupakan perbuatan tidak terpuji.” Terang bibi Farida.


“Apa iya saudara ? tapi sepertinya bukan saudara.” Ucap Sabrina pelan.


“Ada apa memangnya ?” tanya bibi Farida kepada Sabrina.


“Iya memangnya ada apa mbak ?” tanya Sari ikut penasaran.


“Eh bukan apa-apa Bi.” Jawab Sabrina menggelengkan kepala.


“Ya sudah kalau begitu.” Ucap bibi Farida tersenyum kepada Sabrina.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya sambil membalas senyuman bibi Farida.


“Eh kamu sedang apa ?” tanya Sabrina kepada Sari.


“Oh ini masker wajah mbak.” Terang Sari.


“Masker wajah ?” tanya Sabrina penasaran.


“Iya pesanan dari tetangga desa sebelah.” Jawab sari.

__ADS_1


“Oh kamu bikin sendiri ?” tanya Sabrina lagi.


“Bukan aku tapi mama.” Ucap Sari sambil menunjuk ke arah sang mama.


“Serius Bi ?” tanya Sabrina meminta jawaban dari bibi Farida.


“Iya !” jawab bibi Farida tersenyum.


“Ini sangat bagus untuk kulit wajah karena bibi meraciknya dari bahan-bahan alami yang berkualitas, kalau kamu mau jika nanti ada lebihnya boleh di coba atau nanti jika tidak ada lebihnya besok akan bibi buatkan.” Ucap bibi Farida kepada Sabrina.


“Boleh Bi ?” tanya Sabrina kepada bibi Farida.


“Tentu saja!” jawab bibi Farida menanggapi.


“Terima kasih Bi !” ucap Sabrina seketika memeluk bibi Farida.


“Iya.” Ucap bibi Farida membalas pelukan Sabrina.


“Aku yakin kalau mbak memakai masker buatan mama ini mas Ardi pasti pangling melihat mbak.” Ucap Sari memuji Sabrina.


“Kamu ih mbak kan jadi malu.” Ucap Sabrina bercanda.


Tawa ketiga wanita beda usia tersebut pun seketika memenuhi ruangan tersebut.


….


“Apa sudah ada kabar dari Sabrina Bi ?” tanya Pak Yuda sang majikan.


“Belum ada pak.” Jawab Bi Ina.


“Kalau dia ada menghubungi segera kabari saya !” ucap Pak Yuda.


“Baik pak.” Jawab Bi Ina sambil menyajikan makan siang untuk sang majikan.


“Di rumah sepi ! apa istri saya keluar ?” tanya pak Yuda kembali.


“Iya pak ibu pergi sedangkan Non Renata seperti biasa pergi kuliah.” Jawab Bi Ina.


Pak Yuda pun menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan bi Ina.


“Pak !” ucap Bi Ina berusaha ingin bicara.


“Kenapa ?” tanya pak Yuda kepada bi Ina.


“Itu bibi mau bicara.” Ucap bi Ina merasa tidak enak.

__ADS_1


“Silah kan.” Jawab pak Yuda mempersilahkan bi Ina bicara.


“Bibi tidak bermaksud lancang untuk ikut campur, tetapi Non Sabrina sama sekali tidak bersalah.” Terang Bi Ina.


“Maksud bibi bagaimana ? jangan membela anak itu Bi !” ucap Pak Yuda tegas kepada bi Ina.


“Bibi tidak membela Non Sabrina Pak ! bibi sangat mengenal Non Sabrina dia hanya membela dirinya, yang bersalah itu sebenarnya Non Renata.” Ucap bi Ina menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi hingga membuat Sabrina pergi dari rumah.


Bahkan bukan hanya itu Bi Ina pun menceritakan semua kejadian yang dia ketahui tentang Sabrina yang selalu di provokasi oleh Renata adik tirinya tersebut, hingga pada akhirnya sang ibu ikut membela putrinya dan memarahi Sabrina yang malang.


Bahkan pada akhirnya untuk pertama kalinya Sabrina di tampar oleh pria yang merupakan cinta


pertamanya siapa lagi kalau bukan papa Yuda ayah kandungnya sendiri.


Mendengar hal itu papa Yuda menjadi murung terlihat dari ekspresi wajahnya yang sangat merasa bersalah karena tidak mendengar terlebih dahulu penjelasan sang putri.


“Kemana kamu nak ?” ucap Pak Yuda sangat pelan.


Seketika Pak Yuda langsung bangkit dari duduknya tanpa menyentuh terlebih dahulu makanan yang telah disajikan oleh bi Ina tersebut.


“Pak makanannya …” ucap bi Ina kepada pak Yuda sambil menunjuk ke arah meja makan.


Namun pak Yuda tidak menghiraukan ucapan bi Ina dan terus melangkahkan kakinya pergi keluar rumah.


“Apa semuanya akan baik-baik saja ?” ucap bi Ina mulai khawatir dengan keadaan.


“Sudahlah tidak usah takut aku harus membela yang benar meskipun nanti aku akan dipecat oleh bu Rosita jika ketahuan kalau aku yang mengatakannya.” Ucap bi Ina menghembuskan napas panjangnya.


Kemudian bi Ina pun merapikan kembali meja makan seperti semula agar terlihat bersih.


….


Sari tengah menyiapkan alat dan bahan yang akan mereka gunakan untuk perawatan wajah sedangkan Sabrina sedang duduk sembari menunggu Sari menyiapkan alat dan bahan tersebut.


Tidak berapa lama Sari pun datang sambil membawa mangkuk yang berisi racikan masker alami buatan sang mama.


“Ayo mbak !” ucap Sari kepada Sabrina saat sampai.


“Ini bagaimana caranya ?” tanya Sabrina bingung.


“Mbak rebahan saja di sana.” Ucap Sari sambil menunjuk ke sebuah karpet yang di bentang.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya mengerti.


“Ini mbak pakai ini.” Ucap Sari sambil memberikan sebuah bantal kecil kepada Sabrina.

__ADS_1


Sabrina pun mengambil bantal yang di berikan oleh Sari tersebut kemudian dia pun merebahkan tubuhnya di atas karpet dengan meletakkan bantal sebagai alas kepalanya.


 Bersambung...


__ADS_2