Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 29


__ADS_3

Sabrina dan juga Sari tengah rebahan dengan wajah keduanya sudah di oleskan masker buatan sang bibi tadi, sembari menunggu masker tersebut kering dan meresap keduanya pun asyik mengobrol.


“Aku yakin habis ini mas Ardi makin bucin sama mbak.” Ucap Sari kepada Sabrina dengan semangatnya.


“Kenapa memangnya ?” tanya Sabrina menanggapi ucapan adik iparnya tersebut.


“Ya karena habis ini mbak pasti bakalan tambah cantik.” ujar Sari menanggapi.


“Kamu bisa saja ! lagian tidak mungkin juga seperti apa yang kamu katakan itu !” jawab Sabrina menanggapi.


Dia merasa apa yang di ucapkan oleh Sari barusan sedikit berlebihan dan tidak masuk akal karena dia sendiri sangat tahu apa yang terjadi antara dirinya dan juga Ardi.


“Percaya deh sama aku mbak ! aku paham betul dengan masku itu.” Ucap Sari lagi dengan yakin.


“Mas Ardi kalau sudah jatuh cinta itu sayangnya dalam banget mbak contohnya mbak Nadia.” Ucap Sari tanpa sadar.


“Eh maksudnya ?” tanya Sabrina lagi penasaran dengan ucapan Sari barusan.


Mendengar pertanyaan Sabrina, Sari kebingungan menjawab karena ucapannya barusan yang tidak sengaja menyebut nama wanita yang pernah hadir di hidup Ardi, seketika dia merasa tidak enak kepada Sabrina karena mengungkit masa lalu Ardi.


“Aduh mbak aku tidak bermaksud begitu.” Ucap Sari minta maaf kepada Sabrina.


Dia merasa tidak enak dengan Sabrina karena mengungkit-ungkit masa lalu Ardi, dia tahu betul itu salah karena saat ini sudah ada Sabrina yang menjadi istri kakaknya tersebut.


“Udah santai saja sih lagian kan sudah menjadi masa lalu juga.” Jawab Sabrina dengan santai menanggapi ucapan Sari.


“Jadi mbak tidak masalah ni ?” Tanya Sari memastikan jika Sabrina tidak ada masalah dengan itu.


“It’s oke ! jadi bagaimana ?” ucap Sabrina mulai sedikit kepo.


“Iya jadi dulu mas Ardi punya teman dekat gitu namanya mbak Nadia malahan sempat ingin menikah juga tapi karena ada sedikit masalah pernikahan mereka batal dan akhirnya kedua keluarga menjadi tidak akur.” Terang Sari menjelaskan kepada Sabrina.


“Tapi walaupun begitu hubungan mereka tetap baik dan sebelum menikah mas Ardi masih sering bertemu juga dengan mbak Nadia.” Ucap Sari lagi.


“Tapi mbak tidak usah khawatir  sih aku percaya sama mas Ardi dia tipe laki-laki  yang sangat bertanggung jawab dan tahu bagaimana menempatkan dirinya, jika dia sudah membuat komitmen dengan mbak dia pasti akan setia.” Jelas Sari lagi agar Sabrina tidak salah paham.

__ADS_1


"Nadia tipe wanita seperti apa?” Tanya Sabrina lagi berusaha mengulik informasi bagaimana sosok wanita yang di sukai oleh Ardi tersebut.


“Dia orang yang baik, sopan kalem juga.” Jelas Sari lagi.


“Ummmm.” Jawab Sabrina merespons ucapan Sari.


“Tapi aku sangat senang karena mbak yang menjadi istri mas Ardi.” Ucap Sari lagi.


“Kenapa ?” tanya Sabrina.


“Iya karena semenjak menikah mas Ardi seperti lebih hidup.” Jawab Sari semangat.


“Hahaha.” Sontak Sabrina tertawa kecil mendengar penjelasan Sari.


“Kamu bisa saja ! memangnya selama ini dia nggak hidup ? lucu deh.” ucap Sabrina.


“Hahahah…”Sabrina tidak berhenti tertawa.


“Aduh maskerku !” ucap Sabrina sambil berusaha meraba wajahnya yang di tutupi oleh masker tersebut.


“Bukan begitu mbak maksud aku tu semenjak menikah dia seperti lebih bernyawa saja lebih semangat juga.” Jelas Sari.


“Hmmmm.” Jawab Sari.


“Mbak sendiri bagaimana ?” tanya Sari kepada Sabrina.


Seseorang tampak dengan semangat melangkahkan kaki mendekat ke arah ruangan di mana kedua gadis tersebut berada.


Sayup-sayup terdengar suara gadis-gadis tersebut tengah mengobrol dengan serius, karena merasa sangat penasaran seseorang tersebut pun mempercepat langkah kakinya dan menajamkan pendengarannya agar bisa mendengar apa yang tengah di bicarakan oleh gadis-gadis tersebut.


“Apanya ?” jawab Sabrina.


“Bagaimana awal mbak bertemu dengan mas Ardi ?” tanya Sari kepada Sabrina dengan antusiasnya.


“Entahlah ! terjadi begitu saja, jika di ceritakan juga pasti kamu berpikir semua tidak masuk akal.” Jawab Sabrina dengan entengnya.

__ADS_1


Dia sendiri merasa semua yang terjadi padanya sangat tidak masuk akal semua yang terjadi secara tiba-tiba, bermula dari dia mendapatkan tamparan pertama kalinya dari sang papa dan pada akhirnya dia memilih untuk pergi dari rumah hingga pertemuannya dengan Ardi yang tidak sengaja dan sekarang saat ini dia terjebak di dalam


pernikahan yang tidak dia duga sama sekali, yang paling tidak masuk akal lagi pria yang menikah dengannya tersebut adalah pria yang baru saja di kenalnya.


Sari pun tampak sangat tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Sabrina, tidak pantang menyerah dia pun mulai kembali mengorek-ngorek kisah cinta Sabrina dengan kakak sepupunya tersebut.


“Mas Ardi bagaimana menurut mbak ?” ucap Sari kepada Sabrina karena dia semakin penasaran dengan kisah cinta Sabrina dan juga Ardi .


“Baik dia laki-laki yang baik dan bertanggung jawab juga.” Ucap Sabrina mendeskripsikan sosok Ardi kepada Sari.


“Seberapa dalam mbak mencintainya ?” tanya Sari berusaha mencari tahu.


Sabrina terdiam sejenak mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Sari kepada dirinya, sesaat kemudian dia pun menarik napas dalam lalu menghembuskannya lalu dia pun buka suara.


“Cinta ? entah lah aku tidak tahu apa itu cinta ! jika menikah karena saling mencintai masih banyak di luar sana yang menikah tanpa cinta tetapi mereka tetap bersama dan banyak juga di luar sana yang menikah karena saling mencintai namun pada akhirnya memilih berpisah.” Jelas Sabrina kepada Sari.


Mendengar jawaban Sabrina Sari pun memilih diam karena dia tidak tahu harus berkata apa, seolah jawaban yang di ucapkan oleh Sabrina tersebut memiliki pesan tersembunyi, ada goresan luka yang terselip di sana.


Sementara itu dari hanya beberapa langkah dari sana Ardi mendengar semua obrolan ke dua wanita tersebut, awalnya dia merasa tertarik oleh pertanyaan yang di lontarkan oleh sang adik kepada wanita yang sudah resmi menjadi istrinya tersebut.


Karena tanpa bertanya secara langsung dia bisa mengetahui bagaimana perasaan Sabrina terhadapnya melalui bantuan sang adik.


Ardi sangat paham dari ucapan Sabrina dia tengah memiliki kekecewaan yang sangat dalam tentang suatu hubungan, tidak ingin mendengar lebih banyak lagi Ardi pun melangkahkah kaki pergi dari sana menjauh dan menunda niatnya untuk bertemu dengan Sabrina.


“Ummm sepertinya ini sudah boleh di bilas.” Ucap Sari buru-buru mengalihkan topik pembicaraan.


“Sudah ya ?” ucap Sabrina menanggapi ucapan Sari.


“Sudah mbak sudah boleh di bilas ! ayo mbak.” Ucap Sari mengajak Sabrina untuk membilas dan membersihkan wajah mereka.


Sabrina pun mengikuti langkah Sari untuk segera membilas wajah mereka dengan air bersih agar sisa-sia dari masker tersebut terangkat semua dari kulit wajah mereka.


Bersambung….


Hai hai

__ADS_1


tidak bosan-bosan nya author kembali mengingatkan kepada pembaca semua untuk selalu support karya author ya bisa dengan cara like komen dan juga tambahkan ke dalam daftar favorit ya agar author tahu jika ada yang mampir dan senang dengan karya receh author ini dan juga agar authornya semangat lagi dalam menulis.


Terima kasih banyak.


__ADS_2