
Sabrina pun tampak sangat bahagia tampak jelas terpancar dari wajahnya begitu pula dengan sang mama, tidak ada kata-kata yang bida digunakan untuk mengungkapkan kerinduan ibu dengan anak yang sudah terpisah lama tersebut.
“Sayang apa kamu ingat saat kamu kecil dulu kamu sering menangis jika di suruh tidur sendiri di kamar ?” tanya sang mama kepada Sabrina mengingat-ingat masa lalu saat mereka masih tinggal bersama.
“Iya !” ucap Sabrina menganggukkan kepala masih di pelukan sang mama.
“Dan kamu akan tertidur di saat sudah mama bacakan sebuah cerita !” ucap sang mama lagi.
“Mama minta maaf sayang karena tidak bisa menepati janji mama dan melihat tumbuh kembang putri mama, hingga sudah menjadi istri orang seperti ini .” Ucap sang mama lagi seketika menjadi murung.
“Mama tidak boleh minta maaf ! yang seharusnya minta maaf adalah wanita ular itu !” ucap Sabrina mulai terpancing emosinya dan seketika dia pun melepaskan pelukan sang mama.
“Karena dia mama harus keluar dari rumah !” ucap Sabrina meluapkan emosinya karena teringat kembali dengan kejadian di masa lalu.
Sang mama pun akhirnya memeluk kembali sang putri dengan erat seolah tidak ingin melepaskan pelukannya tersebut.
Sementara itu Ardi hanya terdiam sambil sesekali tersenyum melihat interaksi ibu dan anak tersebut.
“Tunggu sebentar !” ucap sang mama kepada Sabrina dan juga Ardi.
Kemudian sang mama pun melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.
Tanpa sengaja Sabrina pun melihat sebuah gambar yang tidak asing baginya pada sebuah figura yang terpajang di dinding rumah tersebut.
Kemudian dia pun mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas kecil yang dia bawa lalu Sabrina pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah figura tersebut.
Sabrina pun tersenyum sambil mengusap gambar yang ada di figura tersebut karena gambar tersebut sama persis yang ada di ponsel genggam miliknya.
“Sayang apa gadis gendut itu kamu ?” tanya Ardi yang tiba-tiba saja sudah ada di sampingnya.
“Siapa bilang gendut ! ini tu namanya gemoy tau !” ucap Sabrina meralat ucapan sang suami yang mengatakan jika dirinya saat kecil bertubuh gendut.
“Ndut !” ucap Ardi terkekeh.
Seketika Sabrina menatap ke arah Ardi sambil melotot, melihat ekspresi Sabrina seketika Ardi pun diam sambil tangannya membuat isyarat mengunci mulutnya.
__ADS_1
Sabrina yang terlanjur kesal di ejek sang suami buru-buru pergi ke dapur menyusul sang mama sedangkan Ardi tampak tertarik dengan salah satu album foto yang terletak di atas meja di bawah foto masa kecil Sabrina yang terpajang didinding rumah tersebut.
Ardi pun mengambil album foto tersebut dan membawanya ke tempat dia duduk sebelumnya, satu persatu dia membuka lembaran album foto tersebut hingga sesekali tersenyum melihat gambar masa kecil sang istri.
Ardi pun buru-buru menutup kembali album foto tersebut dan meletakkannya kembali pada tempat semula saat mendengar langkah kaki mendekat, usai meletakkan kembali album foto tersebut Ardi pun kembali duduk ke tempat semula.
“Mas ?” ucap Sabrina.
“iya ?” jawab Ardi.
“Di panggil mama.” Ucap Sabrina kepada sang suami.
Ardi pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina, kemudian Ardi pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan mengikuti langkah kaki sang istri.
“Ayo silah kan duduk !” ucap sang mertua kepada Ardi.
Ardi pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan sang mertua lalu dia pun menarik kursi dan mendaratkan pantatnya di atas kursi tersebut.
“Sayang kamu juga duduk !” ucap sang mama kepada Sabrina sang putri.
Sabrina pun mengikuti perintah sang mama dia pun duduk tepat di sebelah Ardi sang suami, tidak lama kemudian sang mama pun selesai menyiapkan makan malam dan ikut duduk di kursi yang terletak di seberang sang putri.
Sabrina pun seketika meletakkan mangkok kaca yang berisi nasi tersebut ke depan sang suami.
“Di ambilkan dong.” Ucap sang mama lagi.
Sabrina pun seketika menyengir mendengar ucapan sang mama, mau tidak mau Sabrina pun akhirnya menyendokkan nasi tersebut ke atas piring Ardi sang suami.
“Terima kasih sayang !” ucap Ardi tersenyum manis kepada sang istri.
Tiba-tiba saja Sabrina mendapatkan ide untuk mengerjai sang suami dia pun menyendokkan nasi cukup banyak ke atas piring sang suami.
“Sudah sayang cukup !” ucap Ardi menghentikan aksi sang istri tersebut.
Sabrina pun menghentikan aksinya tersebut di saat piring milik sang suami sudah terisi cukup banyak nasi.
__ADS_1
Sang mama pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putri yang menurutnya cukup usil tersebut.
Usai mengambilkan sang suami nasi Sabrina pun ikut mengambil nasi dan menaruhnya di atas piring yang ada di depannya tersebut.
“Seperti biasa masakan mama pasti enak.” Puji Sabrina saat melihat di dalam piring gurame goreng dengan cocolan sambal terasi di tambah beberapa lalapan.
“Makanya kamu makan yang banyak biar gendut dan nggak kurus begini !” ucap sang mama menggoda sang putri.
Mendengar sang istri digoda oleh sang mertua Ardi pun seketika terkekeh.
“Mama ih… yang begini tu bukan kurus mama !” ucap Sabrina membantah ucapan sang mama yang mengatakan jika dirinya kurus.
“Kalau bukan kurus apa coba namanya ?” tanya sang mama lagi.
“Ini tu namanya body goals !” ucap Sabrina dengan pedenya.
Seketika Ardi pun hendak tertawa mendengar ucapan sang istri namun dia tahan saat Sabrina menatap tajam ke arahnya.
Sedangkan sang mama hanya menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Sabrina sang putri.
“Ayo makan makan !” ucap sang mama akhirnya menengahi sepasang suami istri tersebut.
Mereka pun akhirnya menyantap hidangan makan malam yang telah di siapkan oleh sang mama, walaupun sebelumnya Sabrina sempat menolak untuk makan malam kembali namun akhirnya dia pun hanya bisa pasrah saat sang mama terus memaksa.
Sangat berbeda dengan yang Sabrina ucapkan sebelumnya, dia pun tampak menikmati hidangan makan malam tersebut bahkan dia sempat nambah nasi serta lauknya, karena memang seperti yang dia katakan sebelumnya jika masakan sang mama sangat enak.
Ardi sendiri juga tampak menikmati hidangan yang di sediakan oleh sang mertua tersebut.
“Bagaimana masakan mama enak ?” tanya sang mertua kepada Ardi.
“Sabrina benar ! ini sangat enak .” ucap Ardi menanggapi ucapan sang mertua.
Mendengar pengakuan sang menantu mama Adelia pun tersenyum bahagia sambil kembali melanjutkan makannya.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun telah selesai menikmati makan malam tersebut, Sabrina pun hendak membantu sang mama merapikan kembali meja makan namun sang mama sama sekali tidak mengizinkan Sabrina membantunya.
__ADS_1
Sabrina pun di minta oleh sang mama untuk kembali ke ruang keluarga dan menunggu di sana bersama Ardi sang menantu.
Bersambung….