
Sekian detik Reyhan menatap tajam ke arah Ardi dengan tatapan intimidasi, sedangkan Ardi yang tidak mengerti apa-apa hanya tersenyum ke arah Reyhan.
“Bagaimana mungkin pria ini yang Sabrina pilih ? tidak ada apa-apanya dibandingkan aku !” ucap Reyhan di dalam hati menganggap remeh sosok Ardi.
Melihat hal tersebut Sabrina buru-buru mencairkan suasana agar keadaan menjadi kondusif dan tidak terlalu canggung begitu.
“Bagaimana bisa kalian sampai di sini ?” tanya Sabrina kepada Ziva penasaran kemudian melirik sekilas ke arah Reyhan.
“Mas Rey tuh katanya dia kangen sama lo dan maksa gue ikut ke sini !” ucap Ziva spontan.
Mendengar ucapan Ziva seketika Sabrina mencubit pinggang Ziva agar dia tidak melanjutkan lagi ucapannya, sedangkan Reyhan tersenyum lembut menatap Sabrina.
Hal tersebut tidak luput dari penglihatan Ardi yang saat itu sedang berdiri di antara Sabrina dan juga Reyhan.
“Kangen ? sebenarnya laki-laki ini siapa ? tidak mungkin hubungan mereka hanya sekedar teman jika melihat tatapan laki-laki itu kepada istriku !” ucap Ardi di dalam hati.
“Maaf Sa !” bisik Ziva kepada Sabrina.
Sabrina pun menatap Ziva sembari matanya melotot tajam pertanda jika Ziva tidak boleh asal bicara.
“Oh iya karena ini sudah waktunya makan siang bagaimana kalau kita makan siang bersama.” Ucap Sabrina.
“Iya ayo makan siang bersama !” ucap Ardi ikut menimpali ucapan sang istri.
“Intan sini ayo makan siang bersama !” ucap Sabrina kepada Intan yang sedari tadi diam memperhatikan ke empat orang dewasa tersebut.
Intan pun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Sabrina tersebut.
Beruntung Sabrina selalu membawa bekal lebih karena seperti biasa dia akan mengajak para pekerja yang kebetulan ada di sana untuk makan siang bersama.
Tanpa menunggu lama semua orang segera duduk di atas tikar yang tadi sudah di gelar oleh Sabrina.
“Sayang sepertinya piringnya tidak cukup !” ucap Ardi kepada Sabrina.
Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ardi.
“Tunggu sebentar mas akan pergi mengambil daun pisang terlebih dahulu untuk alas kita makan.” Ucap Ardi kepada Sabrina.
“Iya.” Jawab Sabrina menanggapi ucapan sang suami.
Kemudian Ardi pun bangkit dari sana untuk mengambil daun pisang yang tidak jauh dari sana.
“Sepertinya suami lo laki-laki yang baik dan pastinya dia sangat sayang banget sama lo Sa !” ucap Ziva kepada Sabrina sambil menatap punggung Ardi yang sedang berjalan menjauh dari sana.
“Apa menurut lo begitu ?” tanya Sabrina dengan antusias kepada Ziva.
__ADS_1
“Iya .” ucap Ziva menganggukkan kepalanya.
“Gue juga pengen deh menikah dengan pria seperti suami lo !” ucap Ziva seketika menghayal.
“Sama yang sudah ada saja Zi !” ucap Sabrina kepada Ziva.
“Yang ada ? Siapa ?” tanya Ziva mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sabrina.
“Tuh ! mas Reyhan !” ucap Sabrina kepada Ziva sambil menunjuk ke arah Reyhan yang tengah duduk bersebrangan dengan Sabrina.
“Aku maunya sama kamu ! bukan Ziva karena dia bukan tipeku !” ucap Reyhan terus terang.
Mendengar hal tersebut seketika Sabrina menjadi gelagapan, karena dia takut jika Ardi nantinya mendengar dan salah paham dengannya.
“Ih siapa juga yang mau sama mas Rey ! asal mas tahu saja mas Rey juga bukan tipeku kali !” ucap Ziva seketika menjadi sewot mendengar penolakan Reyhan tersebut.
Sementara Intan tengah sibuk makan buah semangka yang baru saja di petik dari kebun.
“Taruh di sini mas !” ucap Sabrina kepada Ardi saat sang suami kembali dengan membawa daun pisang tersebut.
Ardi pun kemudian menyerahkan daun tersebut kepada Sabrina dan membaginya satu per orang.
“Intan mau tante ambilkan nasinya ?” tanya Sabrina kepada Intan.
“Iya tante !” ucap Intan menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina.
“Sayang sekalian mas ya !” ucap Ardi dengan manja kepada Sabrina.
“Siap !” ucap Sabrina kepada Ardi.
“Dasar apa harus begitu mencolok !” ucap Reyhan dalam hati sambil menatap Ardi dengan tatapan tidak suka.
Namun pada saat itu Ardi tidak melihat tatapan Reyhan karena tatapannya hanya tertuju kepada Sabrina.
“Kalian romantis sekali !” ucap Ziva yang melihat gemas interaksi Sabrina dan juga Ardi.
“Romantis apanya ? norak yang ada !” ucap Reyhan di dalam hati merasa kesal melihat pasangan suami istri tersebut.
Usai mengambilkan nasi untuk sang suami dan dirinya Sabrina pun mempersilahkan Ziva dan juga Reyhan untuk mengambil nasi.
“Lo harus coba ini deh Zi ! ini tuh enak banget !” ucap Sabrina kepada Ziva sambil menunjuk lauk yang tadi di bawanya.
“Mas Rey juga cobain deh !” ucap Sabrina kepada Reyhan.
“Apa kamu betah tinggal di sini ?” tanya Reyhan tiba-tiba kepada Sabrina sembari manik matanya menatap di ke segala arah.
__ADS_1
“Iya aku suka disini ! di sini lebih tenang dan udaranya masih segar jauh berbeda dengan tempat tinggalku sebelumnya.” Ucap Sabrina menanggapi pertanyaan Reyhan.
Ardi pun tersenyum manis mendengar jawaban sang istri, hal tersebut tidak luput dari pandangan Reyhan seketika pria tersebut pun menjadi kesal dengan Ardi.
“Lo tahu Zi ? alasan gue semakin betah disini ?” tanya Sabrina kepada Ziva.
“Apa ?” tanya Ziva mengerutkan keningnya.
“Gue bertemu nyokap dan dia ada di desa ini !” ucap Sabrina menceritakan jika sang mama juga ada di desa tersebut.
“Seriusan ?” tanya Ziva memastikan.
“Iya !” ucap Sabrina menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ziva tersebut.
“Tante Adel juga di sini ?” tanya Reyhan kepada Sabrina.
“Iya mama ada di desa ini !” ucap Sabrina menanggapi pertanyaan Reyhan.
“Nanti gue akan ajak lo Zi ketemu mama ! mas Rey juga nanti harus ketemu mama.” Ucap Sabrina lagi.
Ziva dan juga Reyhan pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina.
Kemudian mereka pun melanjutkan makan siang bersama dengan menu sederhana khas desa di temani semilir angin yang sejuk menerpa kulit.
Usai menikmati makanan berat dan buah pencuci mulut beberapa saat kemudian Sabrina pun mengajak Ziva untuk berkeliling di sekitar sana sedangkan Ardi dan Reyhan tetap duduk di sana sambil berbincang dan untuk Intan setelah selesai makan siang dia pu pamit untuk pulang lebih dulu.
“Gue penasaran sama lo !” tanya Ziva kepada Sabrina.
“Apa ?” tanya Sabrina kepada Ziva.
“Bagaimana ceritanya lo menikah dengan pria itu ?” tanya Ziva penasaran.
“Karena setahu gue lo tidak pernah sebelumnya ke sini dan mengenal pria dari sini.” Ucap Ziva lagi.
“Gue sendiri juga tidak menyangka akan menikah secepat ini !” ucap Sabrina.
“Maksud lo ?” tanya Ziva lagi.
“Ya maksud gue pernikahan ini terjadi begitu tiba-tiba.” Ucap Sabrina lagi.
“Apa sebelumnya kalian menjalin hubungan ?” tanya Ziva lagi.
“Tidak !” bantah sabrina sambil menggelengkan kepalanya.
“Lah terus ?” tanya Ziva masih bingung.
__ADS_1
Sabrina pun menarik napas dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
Bersambung….