Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 71


__ADS_3

Ziva tampak melihat-lihat ke sekeliling rumah rumah panggung tersebut dengan tatapan kagum.


“Apa tidak ada yang tinggal di sini ?” tanya Ziva lagi kepada Sabrina.


“Tidak !” ucap Sabrina menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ziva.


Ziva pun tampak menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Sabrina.


“Sepertinya menginap di sini asyik juga !” ucap Ziva lagi.


“Lo mau nginap di sini ?” tanya Sabrina senang mendengar ucapan Ziva.


“Mau ! mau banget gue.” jawab Ziva menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan sahabatnya tersebut.


“Emang boleh ?” tanya Ziva kemudian.


“Ntar gue tanya dulu ! gue rasa sih mas Ardi memperbolehkan jika lo mau menginap !” ucap Sabrina lagi.


“Iya dong harus tanya dulu lah !” ucap Ziva lagi.


“Lo sudah pernah menginap di sini ?” tanya Ziva lagi saat Sabrina membuka pintu rumah tersebut.


“Sudah !” ucap Sabrina menganggukkan kepalanya.


“Sepertinya gue salah bertanya ! ya pasti sudah lah kan orang tempatnya sangat cocok untuk bulan madu tidak akan ada yang menganggu ! iya kan ?” ucap Ziva menyenggol Sabrina dengan sikunya.


“Apa sih Zi !” ucap Sabrina salah tingkah.


Kemudian Sabrina pun berjalan ke arah jendela rumah tersebut dan membukanya agar ada udara dan cahaya yang masuk.


“Mas Ardi ?” panggil Sabrina saat melihat Ardi sudah berada di halaman rumah tersebut.


“Suami lo ?” tanya Ziva kemudian sembari berjalan ke arah Sabrina.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ziva.


“Loh sendiri ? mas Rey ke mana ?” tanya Ziva kepada Sabrina.


“Mas sendiri ?” tanya Sabrina sambil berjalan ke beranda rumah sembari menyambut kedatangan sang suami.


“Sayang apa kamu mengharapkan kedatangan seseorang ?” tanya Ardi kepada Sabrina.


“Bukan begitu mas !” ucap Sabrina menanggapi ucapan sang suami.


“Ah sudahlah ! ada hal penting yang ingin aku katakan !” ucap Sabrina lagi kepada sang suami.

__ADS_1


“Ada apa ?” tanya Ardi serius.


“Apa boleh Ziva dan aku menginap di rumah ini ?” tanya Sabrina kepada sang suami.


“Di sini ?” tanya Ardi kepada sang istri memastikan lagi apa yang baru saja di dengarnya..


Kemudian Ardi melirik ke arah Ziva yang saat itu sedang berada di jendela, saat itu Ziva merapatkan kedua tangannya agar Ardi mengizinkannya menginap di sana.


“Boleh sayang ! jika itu membuatmu senang !” ucap Ardi lagi sambil mengusap kepala Sabrina lembut.


“Wah romantis sekali ! gue kan juga pengen !” ucap Ziva di dalam hati saat melihat interaksi antara Sabrina dan juga Ardi.


"Tapi ada syaratnya !" ucap Ardi lagi kepada sang istri.


“Syaratnya apa ?” tanya Sabrina lagi.


“Jika kamu ingin menginap di sini ! aku pun juga harus menginap di sini.” Ucap Ardi lagi.


“Iya ! aku setuju !” ucap Sabrina menganggukkan kepalanya.


Kemudian keduanya saling melempar senyum satu sama lain.


“Mas Rey ?” panggil Ziva saat melihat Reyhan muncul di sana.


“Dari mana mas ?” tanya Sabrina kepada Reyhan yang baru saja sampai di ujung anak tangga.


“Melihat-lihat di sekitar sini !” ucap Reyhan tersenyum menanggapi pertanyaan Sabrina.


“Bagaimana ? pemandangannya bagus bukan ?” tanya Sabrina antusias.


“Iya kamu benar ! aku rasa aku akan betah jika tinggal di sini !” ucap Reyhan ramah kepada Sabrina kemudian dia melirik sekilas ke arah Ardi.


“Mas juga suka di sini ?” tanya Ziva yang buru-buru menuju ke beranda rumah tersebut di mana Sabrina Ardi dan juga Reyhan tengah berdiri.


“Iya !” ucap Reyhan menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ziva.


“Kebetulan kalau begitu aku dan Sasa berencana akan menginap di sini ! mas Rey ikut gabung saja !” ucap Ziva lagi kepada Reyhan.


Mendengar ucapan Ziva seulas senyum terbit di bibir Reyhan saat mendengar jika Ziva akan menginap di sana apalagi Sabrina juga akan ikut menginap.


“Setuju ya ? kita berempat akan menginap di sini ?” tanya Sabrina memastikan kembali pendapat semua orang.


“Setuju !” ucap Ziva dengan semangat yang membara.


Mendengar kata berempat senyum Reyhan seakan sirna seketika namun akhirnya karena tidak ada pilihan dia pun menyetujuinya.

__ADS_1


Sabrina terlihat sangat senang mendengar jika mereka akan menginap di sana  malam ini.


“Bagaimana kalau nanti malam kita bakar-bakar sate atau daging ? pasti seru kalau rame begini.” Tanya Ziva meminta pendapat semua orang.


“Iya gue setuju dengan ide lo Zi ! bagaimana mas ?” ucap Sabrina meminta pendapat Ardi dan juga Reyhan.


“Apa pun itu asalkan kamu bahagia sayang !” ucap Ardi lembut menanggapi ucapan Sabrina.


Sabrina pun tersenyum senang mendengar jika Ardi setuju dengan ide Ziva tersebut.


Reyhan pun seketika merasa kesal mendengar ucapan Ardi yang menurutnya dia memang sengaja memanas-manasi dirinya.


“Mas Rey bagaimana ?” tanya Sabrina kepada Reyhan.


“Iya ide yang sangat bagus !” ucap Reyhan menanggapi pertanyaan Sabrina.


“Oke berarti semua setuju ya ?” Tanya Sabrina kepada semua orang.


Ardi Ziva dan juga Reyhan pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina tersebut.


“Berarti kita harus mempersiapkan segala sesuatu nya dong untuk persiapan malam nanti ?” tanya Ziva kemudian.


“Iya lo benar Zi !” ucap Sabrina setuju dengan ide Ziva tersebut.


“Ya sudah kalau begitu kita harus pergi ke pasar untuk membeli segala sesuatu yang akan di butuhkan nanti !” ucap Ardi kemudian.


Kemudian semua orang mengangguk setuju dengan ide yang di lontarkan oleh Ardi hingga pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi ke pasar membeli kebutuhan untuk malam nanti.


……


Angin berhembus sangat kencang hingga rambut panjang Sabrina menari-nari di bawa angin, sementara Ziva tampak sangat senang karena ini merupakan pengalaman pertama baginya naik mobil pick up atau mobil bak terbuka.


Sementara Reyhan tampak memperhatikan Sabrina dengan seksama.


“Aku bisa memberikan mu lebih dari ini ! bahkan untuk menjadikan mu ratu sekalipun aku bisa !” ucap Reyhan di dalam hati sembari memperhatikan Sabrina.


“Bagaimana bisa kamu bisa memilih laki-laki yang tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku dan hidup di desa begini ! bahkan memberikanmu barang mewah sekalipun aku mampu !” ucap Reyhan di dalam hati.


“Sayang kamu baik-baik saja ?” tanya Ardi sedikit berteriak kepada Sabrina karena jika ucapannya pelan tidak akan terdengar karena suara mesin mobil.


Ya saat ini Ardi duduk sendirian di depan sembari mengemudikan mobilnya sedangkan untuk Sabrina Ziva dan Reyhan duduk di belakang beratapkan langit di temani semilir angin.


Jalan yang mereka lalui tidak ramai oleh kendaraan yang lalu lalang karena memang di desa tersebut tidak banyak yang memiliki kendaraan pribadi sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang tinggal di kota, dalam satu rumah minimal memiliki satu kendaraan pribadi bahkan bisa lebih, tetapi walaupun begitu Ardi tetap mengemudikan mobil tersebut dengan sangat hati-hati.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2