
Seketika Sabrina pun ingin tertawa namun dia urungkan karena merasa tidak enak dengan sang mertua.
“Mas !” ucap Sabrina sambil melototkan matanya.
Ardi pun segera kabur dari sana sebelum manik mata sang istri melompat keluar, dia pun berjalan menuju ke dapur dan mengambil segelas air puih lalu segera meminumnya.
“Nah habis !” ucap Sabrina kepada sang mertua saat menyuapkan bubur yang terakhir kepada sang mertua.
Setelah sang mertua selesai makan dengan sangat telaten Sabrina pun membersihkan mulut sang mertua menggunakan tisu agar tidak ada sisa makanan yang menempel.
“Ibu tunggu sebentar di sini ya… aku mau menaruh ini dulu ke belakang.” Ucap Sabrina kepada sang mertua.
Sabrina pun membawa mangkuk beserta gelas kotor tersebut ke dapur.
“Apa ibu menghabiskannya ?” tanya Ardi yang saat itu berada di dapur.
“Iya.” Jawab Sabrina menganggukkan kepalanya.
“Tamunya sudah pulang ?” tanya Sabrina.
“Iya.” Ucap Ardi singkat.
“Mbok Ya di mana ?” tanya Ardi celingak-celinguk mencari keberadaan mbok Ya.
“Sepertinya ada di belakang ! setelah mengantarkan minuman untuk tamu tadi mbok Ya ke belakang, ada apa ?” tanya Sabrina.
Ardi pun bercerita jika tamu yang barusan datang tersebut adalah om Rudi orang tua Sinta, mendengar hal tersebut Sabrina pun menganggukkan kepalanya mengerti.
Beberapa jam kemudian perlahan-lahan cahaya matahari mulai berubah menjadi jingga Sabrina baru saja selesai bersih-bersih setelah sebelumnya ikut membantu mbok Ya merawat sang mertua, Sabrina berjalan ke arah jendela yang ada di dalam kamar dia dan sang suami hendak menutup jendela kamar tersebut yang terbuat dari kayu bertepatan pada saat itu Ardi sang suami masuk ke dalam kamar tersebut.
“Baru pulang mas ?” tanya Sabrina kepada sang suami.
“Hmmm.” Jawab Ardi hendak memeluk sang istri.
“Mas !” ucap Sabrina sambil menjauh dari sang suami.
“Mandi dulu sana !” ucap Sabira kepada sang suami.
“Sayang boleh ya sebentar ?” pinta Ardi kepada sang istri sambil merentangkan kedua tangannya hendak memeluk sang istri untuk mengisi kembali tenaganya.
“Nggak !” ucap Sabrina.
Ardi pun pasrah tidak diizinkan oleh Sabrina memeluknya, Ardi pun melangkahkan kakinya hendak mengambil handuk karena dia berencana ingin segera mandi membersihkan tubuhnya.
“Mas ?” panggil Sabrina sebelum Ardi menghilang dari balik pintu.
__ADS_1
“Iya ?” ucap Ardi sambil menghentikan langkahnya.
“Hmmm.” Ucap Sabrina agak sedikit ragu-ragu.
“Ada apa ?” tanya Ardi sambil berjalan mendekat k earah Sabrina.
“Begini aku ingin ke rumah mama ! apa boleh ?” tanya Sabrina akhirnya.
Ardi pun tersenyum manis sambil memegang kedua tangan sang istri.
“Tentu saja boleh ! mas ikut senang karena akhirnya kamu bisa bertemu dan berkumpul dengan orang tuamu.” Ucap Ardi kepada Sabrina.
Sabrina pun ikut tersenyum mendengar pernyataan sang suami.
“Bagaimana dengan ibu ? apa tidak masalah ?” tanya Sabrina lagi.
“Tidak usah khawatir ! di sini ada ayah bibi dan mbok Ya juga bersedia untuk menginap di sini.” Jelas Ardi.
“Bahkan aku juga akan di sini kalau misalkan kamu tidak ingin mengajak ku ke sana.” Ucap Ardi pura-pura merajuk.
“Hahahaha… apaan sih mas ! jangan seperti anak kecil deh !” ucap Sabrina lagi.
Ardi pun ikut tertawa mendengar ucapan sang istri.
“Ya sudah kalau begitu mas mandi dulu ! sehabis makan malam mas akan mengantar mu ke sana !” ucap Ardi kepada sang istri.
Ardi pun melangkahkan kakinya menuju keluar kamar namun Sabrina kembali memanggil sang suami.
“Mas !” ucap Sabrina.
Ardi pun kembali menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah sang istri.
“Terima kasih !” ucap Sabrina.
Ardi pun mengedipkan matanya menanggapi ucapan sang istri baru setelahnya dia benar-benar menghilang dari balik pintu.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam sesuai janjinya Ardi pun mengantarkan sang istri ke rumah sang mama, Ardi dan juga Sabrina berangkat menuju ke rumah sang mama menggunakan sepeda motor miliknya.
Udara malam seperti biasa cukup dingin walaupun sudah menggunakan jaket namun dinginnya masih bisa menembus sampai ke kulit.
“Sayang ?” ucap Ardi.
“Hmmm ?” jawab Sabrina di sela-sela suara sepeda motor.
“Apa kamu kedinginan ?” tanya Ardi.
__ADS_1
“Sedikit !” jawab Sabrina.
Mendengar jawaban sang istri seketika Ardi pun mengambil tangan sang istri lalu mengarahkan Sabrina agar memeluknya.
“Begini lebih baik.” Ucap Ardi lagi.
Namun Sabrina merasa canggung dan hendak melepaskan pelukannya, namun aksinya tersebut kalah cepat dengan Ardi yang sudah lebih dulu memegang tangan Sabrina agar tidak melepaskan pelukannya.
Untuk ke sekian kalinya detak jantung Sabrina menjadi semakin cepat saat mendapatkan perlakuan manis dari sang suami.
“Ada apa dengan ku ?” tanya Sabrina di dalam hati.
“Apa aku sakit ? kenapa detak jantungku secepat ini ?” tanya Sabrina lagi di dalam hati.
“Ah sudahlah mungkin hanya perasaanku saja.” Ucap Sabrina di dalam hati.
Tidak butuh waktu lama akhirnya sepasang suami istri tersebut pun sampai di kediaman sang mama, setelah beberapa kali mengetuk pintu akhirnya pintu pun di bukakan dari dalam, dari balik pintu muncullah wanita paruh baya yang selama ini Sabrina rindukan.
“Sayang !” ucap sang mama langsung seketika memeluk sang putri.
“Mama !” ucap Sabrina menghambur ke dalam pelukan sang mama.
Ardi pun tersenyum melihat adegan di depannya tersebut, dia merasa ikut senang melihat Sabrina bertemu dengan sang mama.
“Terima kasih sudah membawa putri mama ke sini !” ucap mama Adelia kepada Ardi dengan masih memeluk sang putri.
Ardi pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan sang mertua.
Rasanya butuh waktu lebih banyak untuk memeluk sang putri demi melepas rasa rindu yang selama ini terpendam, mama Adelia pun melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata yang ada di pipinya kemudian beliau pun tersenyum.
“Ayo masuk !” ucap sang mama sambil menggandeng tangan sang putri dan juga sang menantu.
Baik Sabrina maupun Ardi seketika menurut dan melangkahkan kakinya mengikuti sang mama masuk ke dalam rumah.
Sang mama pun mengajak ke duanya untuk duduk lesehan di ruang keluarga.
“Mama mau ke mana ?” tanya Sabrina kepada sang mama saat melihat sang mama hendak berdiri.
“Mama ke dapur sebentar !” ucap sang mama.
“Tidak usah repot-repot ma !” ucap Ardi kepada sang mertua sedikit canggung.
“Iya mama tidak usah repot-repot kami baru saja makan malam ! mama di sini saja aku masih kangen !” ucap Sabrina merentangkan tangannya manja.
“Sayang !” ucap sang mama memilih kembali duduk di dekat sabrina lalu memeluk kembali sang putri.
__ADS_1
Sementara itu Ardi merasa sangat gemas melihat tingkah manja Sabrina kepada sang mama, sisi lain dari sang istri yang baru kali ini dilihatnya.
Bersambung…..