Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 77


__ADS_3

Jam dinding baru saja menunjukkan pukul 08.00 pagi saat ini Sabrina dan juga Ziva serta Reyhan sedang duduk santai di beranda rumah sang mertua, ya tadi pagi mereka semua kembali ke rumah sang mertua karena pagi ini sesuai rencana Ardi harus mengantar sang ibu untuk memeriksa kesehatannya ke rumah sakit.


Kali ini Sabrina tidak ikut pergi karena di rumah sedang kedatangannya jadi Ardi memintanya untuk tinggal di rumah, sementara itu Ardi pergi mengantar sang ibu ke rumah sakit di temani oleh Pak Agus sang ayah.


“Sa ngomong-ngomong mertua lo sudah lama sakit ?” tanya Ziva kepada Sabrina.


“Belum lama ini !” ucap Sabrina menanggapi pertanyaan Ziva.


“Oh !” ucap Ziva sambil menganggukkan kepalanya paham.


“Iya jadi nyokap lo tinggal di mana ? jauh dari sini ?” tanya Ziva lagi.


“Nggak juga… dekat kok ! ntar gue ajak lo ke sana.” jawab Sabrina.


“Jadi mas Rey tahu dari siapa aku di sini ?” tanya Sabrina kepada Reyhan yang saat itu baru datang dengan tampilan yang sudah sedikit fresh karena dia baru saja selesai mandi.


“Dari om Yuda !” ucap Reyhan sambil duduk mengambil posisi di pembatas beranda rumah tersebut.


“Papa tahu mas ke sini ?” tanya Sabrina lagi.


“Iya !” ucap Reyhan menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Sabrina tersebut.


“Dan lo Zi ?” tanya Sabrina kepada Ziva yang duduk di kursi yang berada di samping Sabrina.


“Tuh !” ucap Ziva mengarahkan pandanganya kepada Reyhan yang sedang duduk di pembatas beranda tersebut.


“Oh…” ucap Sabrina mengangguk paham mendengar jawaban Ziva tersebut.


“Sar !” panggil Sabrina saat melihat Sari keluar dari rumah sambil membawa keranjang yang terbuat dari anyaman bambu.


“Mau ke sungai mbak !” ucap Sari menanggapi ucapan Sabrina.


“Sendiri ?” tanya Sabrina lagi.


“Iya nanti katanya mama akan menyusul.” Ucap Sari dari halaman.


“Aku ikut ya ?” tanya Sabrina lagi.


“Mbak mau ikut ?” tanya Sari memastikan lagi ucapan Sabrina.


“Iya... boleh ? tanya Sabrina lagi.


“Boleh !” ucap Sari menganggukkan kepalanya.


“Ikut Yuk ? dari pada bosan nggak ngapa-ngapain !” ucap Sabrina mengajak Ziva kemudian menatap ke arah Reyhan.


“Ya sudah yuk.” Ucap Ziva setuju.


“Sebentar ya !” ucap Sabrina kepada Sari kemudian berlari kecil masuk ke dalam rumah.


“Mbok !” panggil Sabrina memanggil mbok ya.

__ADS_1


“Iya mbak ada apa ?” jawab mbok Ya.


“Kita ikut Sari ke Sungai ya ! nanti kalau mas Ardi tanya bilang saja kalau kita ke Sungai.” Ucap Sabrina kepada mbok Ya.


“Iya mbak nanti mbok sampaikan, hati-hati mbak !” ucap mbok Ya menanggapi ucapan Sabrina.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan mbok Ya tersebut kemudian dia pun buru-buru ke luar menemui Sari.


“Ya sudah yuk !” ucap Sabrina kepada Ziva dan juga Reyhan.


Dengan semangat Ziva pun menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Sabrina sementara Reyhan tampak enggan untuk pergi.


“Mas ayok ! ikut nggak ?” ucap Sabrina kepada Reyhan saat mereka berdua sudah sampai di halaman rumah.


Mau tidak mau akhirnya Reyhan pun akhirnya pun ikut dengan ketiga wanita tersebut.


Kemudian mereka pun pergi menuju Sungai yang di maksud oleh Sari tersebut dengan berjalan kaki, medan yang mereka tempuh tidak terlalu sulit mereka hanya perlu melewati area kebun serta beberapa petak sawah hingga berakhir di pinggiran sebuah Sungai.


“Kita mau ngapain nih ke sungai ?” tanya Ziva kepada Sari penasaran.


“Awas hati-hati !” ucap Reyhan yang berjalan paling belakang saat di depan Sari ada ranting pohon yang menghalangi jalan.


Sari pun dengan sigap menghindar agar tidak mengenai ranting pohon tersebut.


“Mengambil sayuran pakis mbak !” jawab Sari kemudian.


“Bisa di makan ?” tanya Sabrina penasaran.


“Entar deh aku coba !” ucap Sabrina menganggukkan kepalanya menanggapi penjelasan Sari sambil terus berjalan.


“Mas Rey ?” panggil Sari.


“Hmmm kenapa ?” jawab Reyhan menanggapi Sari.


“Mas Juga harus coba nanti ! nanti aku akan buatkan yang paling spesial deh !” ucap Sari lagi.


“Memangnya kamu bisa masak ?” tanya Reyhan kemudian.


“Bisa dong ! masak apa saja aku bisa kecuali makanan bule… kalau itu aku tidak bisa.” Ucap Sari lagi.


“Wah kalau begitu aku mau deh nanti di masakin.” ucap Reyhan menanggapi ucapan Sari.


“Boleh nanti aku masakin !” ucap Sari lagi semangat.


“Dih ngapain nih mas Reyhan keganjenan begitu !” ucap Ziva di dalam hati saat mendengar interaksi antara Reyhan dan juga Sari.


“Mbak Ziva juga nanti cobain ya !” ucap Sari melihat ke arah Ziva yang berjalan di belakang.


“Hehehe…. Iya harus ! aku harus cobain dong." Ucap Ziva menanggapi ucapan Sari.


Sari pun menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Ziva tersebut.

__ADS_1


Kemudian mereka pun akhirnya sampai di pinggir Sungai yang tampak sangat jernih tersebut.


“Wah airnya jernih banget !” ucap Ziva takjub melihat air Sungai yang masih jernih dan satu pun tidak ada sampah yang hanyut di sana.


“Di sini boleh berenang ?” tanya Ziva penasaran.


“Boleh !” ucap Sari menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ziva tersebut.


“Asyik !” teriak Ziva tanpa aba-aba langsung masuk ke dalam Sungai yang tidak terlalu dalam tersebut.


“Eh mbak !” ucap Sari kaget saat Ziva sudah berada di dalam Sungai.


Sementara Sabrina yang melihat Ziva tersebut seketika tertawa karena melihat ekspresi Ziva pertama kali melihat Sungai langsung nyebur sama persis dengan Sabrina saat melihat air terjun yang tidak jauh dari rumah milik Ardi tempat mereka menginap semalam.


Sementara Reyhan tampak serius melihat serta mengamati keadaan di sekitar tanpa tertarik dengan apa yang di lakukan oleh ketiga wanita tersebut.


Sementara Sabrina tengah memperhatikan Sari memetik sayur pakis yang tumbuh liar di sepanjang Sungai tersebut.


“Yang di ambil yang bagaimana Sar ?” tanya Sabrina kepada Sari.


Sari pun menjelaskan kepada Sabrina jenis sayur pakai yang bisa di makan, Sabrina pun menganggukkan kepalanya mengerti mendengar penjelasan Sari.


“Aaaaaaaaaa!” teriak Ziva hiateris.


Sontak Sabrina dan juga Sari serta Reyhan pun melihat ke arah Ziva dengan khawatir.


“Ada apa ?” tanya Sabrina tampak khawatir begitu juga dengan Sari.


Sementara itu Reyhan yang mendengar teriakan Sari seketika berlari masuk ke dalam Sungai hendak membantu Ziva.


“Ada apa ?” tanya Reyhan saat dia sampai di dekat Ziva.


“Gue dapat kerang !” ucap Ziva menunjukkan kerang yang berukuran kecil tersebut kepada semua orang.


Mendengar hal itu seketika Reyhan di buat kesal melihat tingkah Ziva yang membuat khawatir semua orang karena bagaimana pun Ziva datang ke sana bersamanya, dan jelas dia harus membawanya kembali dengan selamat tidak kurang satu apapun.


“Ah .... aku pikir kamu di gigit hiu !” ucap Reyhan sambil mengambil air Sungai menggunakan kedua tangannya lalu menyiramkan nya ke arah Ziva.


Walaupun begitu dia merasa lega jika Ziva baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


“Lo ya ! buat gue jantungan saja ! gue kira apaan !” ucap Sabrina kepada Ziva.


“Hahahaha.” Seketika Ziva pun tertawa.


Sari pun tertawa sambil menggelengkan kepalanya menatap Ziva.


“Cie ada yang khawatir tuh !” ucap Sabrina kepada Ziva sambil menunjuk ke arah Reyhan.


Seketika Ziva merasa wajahnya memerah mendengar ucapan Sabrina tersebut, begitu juga dengan Reyhan beberapa detik kemudian dai pun segera keluar dari Sungai tanpa melihat lagi ke arah Ziva saat mendengar ucapan Sabrina yang mengatakan jika dia mengkhawatirkan Ziva.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2