Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 75


__ADS_3

Reyhan tersenyum ketir melihat interaksi Sabrina dan juga sang suami yang tampak sangat serasi seperti yang di ucapkan oleh Ziva barusan.


“Ayo silahkan di nikmati !” ucap Ardi mempersilahkan semua orang untuk menikmati hidangan malam ini.


Tanpa basa basi Ziva tampak semangat mengambil beberapa tusuk sate lalu menaruhnya di atas piring miliknya yang sebelumnya sudah dia isi dengan nasi kemudian menyiramnya dengan kuah kecap pedas, Reyhan mengernyitkan keningnya melihat ke arah Ziva.


“Kenapa mas ? ini enak banget tahu !” ucap Ziva dengan santai kepada Reyhan.


“Nggak apa-apa sih ! tapi jangan dihabiskan aku juga mau !” ucap Reyhan kepada Ziva.


Sabrina seketika sontak tertawa mendengar interaksi antara Reyhan dan juga Ziva,


sementara Ardi ikut tersenyum melihat ke dua orang tersebut.


“Tapi gini ya menurut gue ya Zi ! lo sama mas Rey juga cocok kok.” Ucap Sabrina kepada sahabatnya Ziva.


Dia mengatakan hal tersebut bukan tanpa alasan karena dari penglihatannya memang ke dua orang tersebut sangat cocok walaupun terkadang mereka berantem namun


kadang-kadang juga saling akur.


“Benar kan mas ?” tanya Sabrina meminta pendapat kepada Ardi sang suami.


“Hmmmm.” Ucap Ardi menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan sang istri Sabrina.


“Apaan sih !” ucap Ziva malu-malu mendengar ucapan Sabrina tersebut.


Terlihat Reyhan tampak santai menikmati hidangan tersebut seolah tidak mendengar apa yang Sabrina dan Ziva katakan.


“Mas Rey !” ucap Sabrina memanggil Reyhan yang asing menikmati makan malam.


Mendengar namanya di panggil oleh Sabrina Reyhan pun menghentikan aksinya dan melihat ke arah Sabrina.


“Kenapa cinta ?” ucap Reyhan sengaja memanggil Sabrina dengan sebutan cinta.


Mendengar jawaban Reyhan Sabrina mengerutkan dahinya menatap Reyhan sementara Ardi yang saat itu sedang fokus dengan makanannya seketika berhenti dan melotot kearah Reyhan.


“Hahahahaha.” Sontak Reyhan tertawa melihat ekspresi Sabrina dan juga Ardi.


Namun tawa Reyhan berhenti saat ketiga manusia di depannya menatap tanpa ekspresi.


“Cuma bercanda kok ! tadi kenapa ?” tanya Reyhan kepada Sabrina.


Kemudian dia menatap kearah Ardi yang masih melotot kearahnya seakan ingin menelannya saat itu juga.


“Sorry !” ucap Reyhan kepada Ardi sambil mengangkat kedua tangannya.


Setelah itu tampak raut wajah Ardi sudah terlihat sedikit lebih santai dari sebelumnya,


kemudian Reyhan pun menatap lagi kearah Sabrina.


“Kenapa tadi ?” tanya Reyhan lagi kepada Sabrina.


“Kalian berdua sepertinya juga serasi !” ucap Sabrina tersenyum.


Tampak Ziva menatap Sabrina dengan tatapan yang sangat tajam.


“Siapa ?” tanya Reyhan pura-pura tidak paham.

__ADS_1


Padahal sebenarnya dia sangat tahu maksud dari ucapan Sabrina tersebut.


“Ya kalian berdua !” ucap Sabrina sambil menunjuk ke arah Ziva dan juga Reyhan.


“Hahahahaha.” Sontak Reyhan pun tertawa.


“Sa !” ucap Ziva mengisyaratkan agar Sabrina tidak mengatakan hal tersebut.


“Sayang !” ucap Ardi menggelengkan kepalanya menatap Sabrina.


“Kenapa ? kan tidak ada salahnya jika mencoba ! siapa tahu mereka berjodoh.” Ucap Sabrina kepada Ardi sang suami.


“Gue nggak….” Ucap Ziva ingin menolak lebih dulu.


“Apa kamu mau menjadi kekasihku ?” tanya Reyhan menatap Ziva dengan serius.


Mendengar pertanyaan Reyhan tersebut Ziva menjadi gelagapan dia bingung harus menjawab apa.


“Zi jawab dong !” ucap Sabrina menganggukkan kepalanya ke arah Ziva.


Namun Ziva seolah tercekat pada saat itu dia tidak dapat mengatakan apapun, karena dia


merasa syok dan kaget mendengar pertanyaan Reyhan tersebut.


“Bagaimana ini ? apa dia nembak gue ?” ucap Ziva di dalam hati.


“Gue harus bagaimana dong ! gue juga pengen banget punya pacar tapi nggak harus mas Reyhan juga lah.” Ucap Ziva di dalam hatinya.


“Dia baik tampan juga sih tapi kadang-kadang omongannya juga menyakitkan ! bagaimana dong ?” ucap Ziva lagi di dalam hati.


“Diam berarti mau !” ucap Reyhan tiba-tiba.


“Deal ya ! sekarang kamu pacar ku !” ucap Reyhan lagi.


Tampak Sabrina tersenyum senang mendengar ucapan Reyhan, Ardi pun ikut tersenyum mendengar pernyataan Reyhan tersebut.


Bagaimana mungkin Ardi tidak senang dengan pernyataan Reyhan tersebut dengan begitu hubungannya dengan Sabrina tidak ada gangguan lagi.


“Tidak salah juga mencoba menjalin hubungan dengan sahabatnya karena jika dengan Sabrina sudah tidak mungkin lagi.” Ucap Reyhan tersenyum walaupun hatinya masih belum yakin dengan ucapannya tetapi setidaknya dia mencoba.


“Sa !” ucap Ziva meminta bantuan Sabrina.


“Sudah sih jalani saja ! mas Rey laki-laki baik kok.” Ucap Sabrina berbisik di telinga Ziva.


Ziva pun menatap Reyhan tanpa ekspresi.


“Apa iya dia mau gue menjadi pacarnya ? bukannya dia sangat menyukai Sabrina ?” ucap Ziva di dalam hati.


“Ah sudahlah ! ikuti saja permainannya.” Ucap Ziva akhirnya membuat keputusan.


Setelah selesai makan malam mereka berempat pun menghabiskan waktu dengan mengobrol, saat ini jam dinding sudah menunjukkan pukul 23.00 wib udara di luar semakin dingin hingga terasa menusuk sampai ke tulang mereka pun memutuskan untuk segera tidur menghabiskan malam yang begitu dingin ini.


“Sa lo tidur bareng gue ya ?” pinta Ziva kepada Sabrina.


Tanpa bertanya lebih dulu kepada sang suami Sabrina pun menganggukkan kepalanya


menanggapi ucapan Ziva, Ardi yang melihat sang istri menyetujui ucapan Ziva

__ADS_1


buru-buru angkat bicara.


“Tidak bisa dong sayang ! terus mas tidur sendiri begitu ? tidak mas tidak mau tidur


sendiri.” Ucap Ardi kepada sang istri.


“Boleh ya mas ! soalnya sudah lama juga kita berdua tidak bertemu.” Pinta Sabrina kepada


sang suami.


Ziva pun menatap Ardi dengan wajah memohon agar Ardi mengijinkan Sabrina tidur dengannya.


“Lagian ada mas Rey juga kok !” ucap Sabrina lagi.


Mendengar namanya di sebut-sebut Reyhan pun angkat bicara.


“Iiiii jangan deh !” ucap Reyhan seketika geli saat Sabrina mengatakan jika Ardi akan tidur


dengannya.


“Siapa juga yang mau !” ucap Ardi ikut geli.


Sedangkan Ziva tertawa ngakak melihat ekspresi dua orang pria tersebut.


“Ya tidak harus bareng juga tidurnya ! kan bisa satu tidur di kursi yang lainnya tidur di


lantai.” Ucap Sabrina lagi.


“Boleh ya mas ?” pinta Sabrina lagi.


Mendengar hal tersebut Ardi pun tidak dapat berbuat banyak akhirnya dia pun setuju dengan ucapan Sabrina dan mengizinkan sang istri untuk tidur bersama sahabatnya.


“Terima kasih mas !” ucap Sabrina dengan wajah senang.


Kemudian kedua sahabat tersebut masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar tersebut.


Di luar kamar tinggallah Ardi dan juga Reyhan yang mereka berdua sama-sama menatap geli satu sama lain.


Ardi pun masuk ke dalam kamar pribadinya beberapa saat kemudian dia membawa karpet yang cukup tebal lalu menggelarnya di tengah ruangan, usai karpet di gelar diapun kembali masuk ke dalam kamar lalu keluar dengan membawa satu helai selimut yang


ukurannya cukup besar serta dua bantal.


Ardi pun menata bantal tersebut dengan jarak yang cukup berjauhan namun masih bisa


berbagi satu selimut, Ardi pun merebahkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut kemudian membelakangi Reyhan


Begitu juga dengan Reyhan tidur dengan membelakangi Ardi, karena mereka tidur berjarak otomatis mereka hanya sedikit mendapat selimut akhirnya kedua pria dewasa tersebut pun saling tarik selimut.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk tidur terlentang menghadap ke langit-langit rumah, sesaat kemudian entah kenapa keduanya saling menatap.


“Iiii…” ucap Ardi merasa geli karena yang tidur disampingnya adalah seorang pria.


Dengan cepat Ardi pun mengambil bantalnya lalu meletakkan pada arah yang berlawan


dengan sebelumnya dan jadilah keduanya tidur dengan kaki Ardi di samping Reyhan


kemudian kaki Reyhan di samping Ardi, setelahnya barulah mereka bisa tidur tenang.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2