
Sabrina menatap tumpukan pakaian kotor dengan tatapan pasrah tidak berdaya, dia pun menghela napas panjang lalu membuangnya kasar.
“Apa ini ?” ucap Sabrina tampak kesal dengan tumpukan pakaian kotor yang ada di depannya.
“Apa dengan menikah mereka bisa seenaknya begini menyuruhku melakukan hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya !” ucap Sabrina lagi.
“Dan ini !” ucap Sabrina sambil mengangkat sesuatu yang membuat dia merasa geli.
“Iiiii….” Ucap Sabrina sambil melemparkan segitiga bermuda tersebut ke sembarang arah.
Sekujur tubuh Sabrina merinding karena merasa geli karena ****** ***** milik Ardi tersebut.
Ardi yang sedari tadi memperhatikan tingkah Sabrina tersebut seketika mendekat ke arahnya.
“Apa yang kamu lakukan ? kenapa kamu membuangnya ?” ucap Ardi kepada Sabrina sambil memungut ****** miliknya yang tadi di lemparkan asal oleh Sabrina.
“Apa kamu tidak lihat ? kenapa juga harus aku yang melakukan ini semua !” ucap Sabrina menanggapi ucapan Ardi.
Ardi menghembuskan napasnya lalu mendekat ke arah Sabrina.
“Tidak usah di kerjakan jika kamu tidak mau melakukannya !” ucap Ardi kepada Sabrina.
“Bagaimana mungkin aku tidak mengerjakannya karena nanti ibumu akan memarahiku seperti biasanya.” Ucap Sabrina.
“Sudah kalau begitu biar aku yang melakukannya.” Ucap Ardi lagi kepada Sabrina.
“Apa boleh seperti itu ?” tanya Sabrina kepada Ardi.
Ardi pun menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Sabrina.
“Apa kamu yakin ibumu tidak akan marah ?” tanya Sabrina lagi.
“Tenang saja ibu sedang pergi bersama mbok Ya jadi tidak masalah.” Jelas Ardi.
“Ya sudah kalau begitu ! ini semua kamu yang mengerjakannya.” Ucap Sabrina kepada Ardi tanpa sungkan.
Ardi pun mengangguk menanggapi ucapan Sabrina lalu segera memisah-misah pakaian yang berwarna putih dengan pakaian yang berwarna lalu mencucinya dengan segera.
Sedangkan Sabrina hanya duduk sambil memperhatikan apa yang tengah Ardi kerjakan tersebut.
“Bagaimana bisa kamu tahu cara mencuci ini semua ?” tanya Sabrina kepada Ardi.
“Karena dulu aku sempat tinggal sendiri.” Ucap Ardi menjelaskan kepada Sabrina.
__ADS_1
“Uhmmm kapan ?” tanya Sabrina mulai penasaran.
“Saat mulai menempuh pendidikan SMA di kota.” Terang Ardi.
“Apa karena itu kamu juga bisa memasak ?” tanya Sabrina lagi.
“Iya.” Ucap Ardi menanggapi ucapan Sabrina.
Sabrina pun menganggukkan kepalanya paham dengan penjelasan Ardi, dia pun seketika kagum melihat sosok pribadi Ardi.
“Ada yang bisa aku bantu ?” ucap Sabrina menawarkan bantuan.
Dia tampak antusias ingin membantu Ardi mencuci pakaian kotor tersebut.
“Tidak usah ! kamu duduk saja di sana.” Ucap Ardi lagi.
“Katakan apa yang harus aku lakukan ?” ucap Sabrina lagi.
Karena Sabrina bersikeras ikut membantu Ardi pun akhirnya mengizinkan Sabrina untuk membantunya.
“Kalau pekerjaan wanita seperti ini saja bisa kamu lakukan, jadi apa yang tidak bisa kamu lakukan ?” tanya Sabrina penasaran.
“Semuanya bisa aku lakukan.” Ucap Ardi dengan bangganya.
“Semuanya ?” tanya Sabrina kaget.
Mendengar hal tersebut Sabrina tampak semakin penasaran.
“Apa ?” tanya Sabrina antusias.
“Kamu yakin ingin mendengarnya ?” tanya Ardi lagi.
Sabrina pun menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dia benar-benar ingin mendengar jawaban dari Ardi.
Ardi pun menghentikan aktivitasnya lalu menatap mata Sabrina.
“Membuatmu menjadi istriku seutuhnya !” ucap Ardi tanpa basa basi.
“Apaan sih ?” ucap Sabrina sambil melemparkan baju yang sedang di bilasnya kepada Ardi.
Seketika Sabrina salah tingkah wajahnya memerah seperti tomat matang mendengar pengakuan Ardi kepadanya, baju yang tadi di lemparkan oleh Sabrina pun mendarat tepat di lengan Ardi.
Namun hal tersebut tidak membuat Ardi marah kepada Sabrina karena telah melemparnya dengan baju basah, Ardi pun mengambil baju yang tadi di lemparkan oleh Sabrina tersebut lalu menaruhnya di tempat yang seharusnya.
__ADS_1
Ardi menarik napas dalam lalu membuangnya perlahan.
“Aku tahu pertemuan kita yang tidak terduga sebelumnya yang membuat kita akhirnya diharuskan menikah walau tanpa rasa saling cinta satu sama lain tetapi aku juga sangat menghargai pernikahan yang sakral ini ! jadi aku bertekad sebisa mungkin untuk mempertahankan pernikahan kita dan membuatmu menjadi istriku seutuhnya.” Ucap Ardi kepada Sabrina.
Deg… jantung Sabrina berdetak tidak beraturan mendengar penjelasan Ardi.
“Bagaimana jika aku hal yang kamu inginkan bertolak belakang dengan keinginanku ?” jawab Sabrina.
“Jika aku sudah berusaha sebaik mungkin dan kamu tidak menginginkannya … semuanya aku serahkan kepadamu!” ucap Ardi lagi.
“Kenapa kamu menerima pernikahan ini dan ingin mempertahankannya padahal sangat jelas di antara kita tidak ada yang namanya cinta ?” tanya Sabrina lagi kepada Ardi.
“Setelah selama ini bagiku cinta tidaklah penting saat ini, cinta bisa tumbuh dengan seiring berjalannya waktu karena tidak ada jaminan juga bagi yang menikah karena saling cinta untuk bertahan hingga akhir.” Ucap Ardi menjelaskan kepada Sabrina.
Sabrina pun mengerutkan keningnya mendengar ucapan Ardi barusan seolah ada makna yang tersirat di sana, walaupun Ardi tidak mengucapkannya secara langsung tetapi dia yakin jika sebelumnya ada yang terjadi pada kisah cintanya.
“Apa mungkin sebelumnya kamu… pernah di kecewakan ?” ucap Sabrina menebak-nebak.
“Ayo cepat bantu aku menyelesaikan ini !” ucap Ardi kepada Sabrina mengalihkan pembicaraan.
Karena saat ini dia merasa belum waktunya untuk Sabrina mengetahui dengan masa lalunya.
Mendengar ucapan Ardi, Sabrina mengerti bahwa laki-laki yang di depannya saat ini tengah menyembunyikan cerita masa lalunya , dan dia pun mengerti jika dia tidak boleh memaksa Ardi untuk bercerita saat ini karena dia sendiri pun masih belum mengerti dengan perasaannya sendiri.
Beberapa saat kemudian pakaian kotor yang tadi menumpuk pun selesai di cuci dan di jemur, Sabrina pun tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang di dalam kamar sedangkan Ardi sendiri tengah mandi membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket karena dari tadi pagi dia belum sempat mandi karena terjadi masalah di kolam ikannya akibat hujan lebat semalam.
Karena tubuhnya terasa sedikit lelah seketika Sabrina pun tertidur telentang di atas ranjang, Ardi yang baru selesai mandi membersihkan tubuhnya tanpa menyadari jika Sabrina ada di dalam kamar tersebut dengan santainya membuka pintu kamar dan masuk begitu saja ke dalam kamar di mana Sabrina tengah tertidur.
“Aaaaaaaaa.” Teriak Sabrina yang terbangun saat mendengar seseorang masuk ke dalam kamar tersebut.
Ardi yang saat itu hendak menutup pintu dari dalam kamar tersebut pun ikut kaget mendengar teriakan Sabrina yang memekakkan telinga.
“Ada apa ?” tanya Ardi ikut panik.
Sabrina pun spontan menutup kedua matanya menggunakan tangan kirinya lalu tangan kanannya menunjuk ke arah Ardi.
“Ada apa ?” tanya Ardi lagi bingung melihat tingkah Sabrina.
“Dasar cabul ! bajumu kenapa di lepas ?” ucap Sabrina kepada Ardi dengan matanya yang masih tertutup.
Ardi pun seketika memperhatikan tubuhnya yang saat itu hanya bertelanjang dada dan handuk yang menutupi bagian bawahnya.
“Hahahaha.” Tawa Ardi pun pecah mendengar ucapan Sabrina.
__ADS_1
Kemudian dia pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sabrina yang menurutnya sangat menggemaskan.
Bersambung…