Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 68


__ADS_3

Ziva tampak bersemangat karena dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan sahabatnya Sabrina, oleh karena itu saat Intan bersedia mengantar mereka senyum Ziva pun terbit.


“Ayo tante ! om ikut Intan.” Ucap Intan kepada kedua orang tersebut.


“Kami permisi ya mbok !” ucap Reyhan pamit kepada mbok Ya.


“Iya silahkan !” ucap mbok Ya tersenyum.


Ziva dan Reyhan pun mengikuti langkah Intan dari belakang, di sepanjang jalan tampak Ziva sangat antusias melihat kondisi alam sekitar yang masih alami udara yang mereka hirup terasa masih segar tanpa adanya polusi udara.


Sedangkan Reyhan hanya diam sembari matanya melihat ke sekeliling namun tidak ada sepatah katanya yang keluar dia hanya fokus mengikuti langkah Intan.


“Intan sudah sekolah ?” tanya Ziva kepada gadis kecil tersebut.


“Sudah !” ucap Intan menganggukkan kepalanya.


“Sudah kelas berapa ?” tanya Ziva lagi.


“Kelas satu !” ucap Intan menanggapi pertanyaan Ziva.


“Tante !” panggil Intan.


“Iya ada apa ?” tanya Ziva kepada Intan.


Intan pun meminta Ziva untuk sedikit menundukkan kepalanya mensejajarkan tinggi mereka.


“Teman tante kenapa ?” ucap Intan membisikkan ke telinga Ziva.


Ziva pun melirik ke arah Reyhan yang saat itu mengerutkan keningnya menatap mereka.


“Teman tante lagi sariawan !” ucap Ziva menanggapi pertanyaan Intan dengan berbisik.


“Oh !” ucap Intan mengerti.


“Kalian sedang ngomongin aku ya ?” tanya Reyhan tiba-tiba saat melihat tingkah aneh kedua gadis tersebut.


“Hahahaha.” Ziva pun tertawa mendengar pertanyaan Reyhan tersebut.


Sementara itu Intan ikut cekikikan mendengar ucapan Reyhan tersebut, sedangkan Reyhan melengos kesal karena kedua gadis tersebut mengabaikan pertanyaannya.


“Mas fotoin donk !” ucap Ziva kepada Reyhan saat melihat pemandangan yang bagus untuk mengabadikan momen sambil menyerahkan ponsel genggam miliknya kepada Reyhan.


Reyhan pun menerima ponsel tersebut kemudian mencari posisi yang pas agar bisa menghasilkan foto yang bagus.


“Sudah !” ucap Reyhan sambil menyerahkan kembali ponsel milik Ziva tersebut kepadanya.


“Lagi mas ! nggak terasa !” ucap Ziva sembari mengubah pose nya.


Mau tidak mau Reyhan pun menuruti permintaan Ziva untuk mengambil gambar lebih banyak.


“Intan sini !” ucap Ziva mengajak Intan ikut berfoto.


“Yeeeee.!” Ucap Intan senang karena ziva mengajak nya berfoto bersama.

__ADS_1


Intan pun segera mendekat ke arah Ziva agar mereka bisa berfoto bersama sedangkan Reyhan harus pasrah menjadi tukang foto dadakan Ziva.


“Mas Rey juga sini ayo foto bersama !” ucap Ziva kepadanya.


“Tidak usah !” ucap Reyhan menolak dan memberikan kembali ponsel milik Ziva kepadanya.


“Harus !” ucap Ziva menarik lengan Reyhan agar bisa berswafoto bertiga dengan Intan.


Mau tidak mau Reyhan pun akhirnya ikut berfoto bersama kedua gadis tersebut dengan posenya yang sedikit monoton tidak se ekspresif Ziva dan Intan.


“Ya sudah yuk lanjut !” ucap Ziva segera memasukkan ponsel tersebut ke dalam tas miliknya.


Mereka pun terus melanjutkan perjalanan menuju te tempat Sabrina.


“Apa kita masih jauh ?” tanya Ziva lagi kepada Intan.


“Sudah hampir sampai tante !” ucap Intan sambil menunjuk ke arah sebuah kebun sayur.


Intan pun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Intan, mereka pun terus berjalan mendekat ke arah kebun yang dimaksud oleh Intan tadi.


“Tante !” teriak Intan saat mereka sampai di ujung jalan.


Wanita yang saat itu sedang menggelar tikar seketika menoleh ke arah sumber suara.


“Intan ! ayo sini !” ucap Sabrina saat melihat Intan yang baru saja memanggilnya.


Namun sesaat kemudian dia melihat dua orang yang tidak asing baginya.


“Ziva ! mas Reyhan !” ucap Sabrina tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Kenapa bisa ke sini ?” tanya Sabrina saat Ziva memeluknya.


“Maaf ya ! di ajak mas Reyhan tuh ! ummm gue kangen tahu !” ucap Ziva mengeratkan pelukannya.


"Gue juga kangen tau sam lo Zi." ucap Sabrina menanggapi ucapan Ziva.


Sesaat kemudian Ziva pun melepaskan pelukannya, kemudian Reyhan pun maju mendekat ke arah Sabrina.


“Mas tahu aku disini ?” tanya Sabrina kepada Reyhan.


Reyhan pun menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Sabrina tersebut.


“Bagaimana kabarmu ?” tanya Reyhan kepada Sabrina.


“Baik !” ucap Sabrina tersenyum.


“Sepertinya aku salah bertanya ! karena sudah pasti kamu bahagia karena kamu menikah dengan orang yang tepat.” Ucap Reyhan seketika menjadi murung.


“Ha menikah ? siapa yang menikah ?” tanya Ziva kaget tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


Seketika Sabrina menjadi gelagapan mendengar ucapan Ziva sahabatnya tersebut.


“Intan boleh tante minta tolong ?” tanya Sabrina kepada Intan karena dia tidak mau ada orang yang mendengar percakapannya dengan Ziva dan juga Reyhan.

__ADS_1


Intan pun menganggukkan kepalanya mendengar permintaan Sabrina tersebut.


“Intan bisa panggilkan mas Ardi ?” tanya Sabrina kepada Intan.


“Iya tante.” Ucap Intan menganggukkan kepalanya.


“Sebelah sana ya !” ucap Sabrina lagi memberitahukan di mana sang suami berada.


Intan pun menganggukkan kembali kepalanya menanggapi ucapan Sabrina, kemudian dia segera pergi menuju ke arah yang tadi di beritahukan oleh Sabrina.


“Siapa yang mas bilang menikah ? Sabrina ?” tanya Ziva kepada Reyhan.


“Lo menikah Sa ?” tanya Ziva kepada Sabrina.


“Gue…” ucap Sabrina tidak berani melanjutkan ucapannya.


“Jadi benar Sa lo sudah menikah ?” tanya Ziva meminta penjelasan sahabatnya tersebut.


“Maaf Zi ! gue gak ada maksud buat nutupin dari lo !” ucap Ziva akhirnya.


“Jadi yang mas Rey katakan benar ?” tanya Ziva lagi.


Sabrina pun menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan sahabatnya Ziva.


“Wah lo curang Sa ! nggak ngundang gue… tapi gak apa-apa gue ikut senang lo menikah.” Ucap Ziva ikut senang mendengar kabar jika Sabrina sudah menikah seketika dia lupa jika seseorang tengah bersedih mendengar kabar tersebut yaitu pria yang datang bersamanya ke sana.


“Apa dia laki-laki yang baik ?” tanya Reyhan menyela.


Seketika kedua sahabat tersebut  menghentikan aksinya dan menoleh ke arah Reyhan.


“Mas ?” ucap Sabrina seketika melangkahkan kakinya mendekat ke arah Reyhan.


Tidak jauh dari tempat mereka berdiri tampak sang suami tengah berjalan mendekat ke arah mereka bersama dengan Intan.


Sabrina pun tersenyum menyambut kedatangan sang suami.


“Siapa ?” tanya Ardi saat dia sampai di dekat Sabrina.


“Oh ya Zi… mas Rey ini mas Ardi suamiku !” ucap Sabrina memperkenalkan sang suami.


“Mas ini Ziva sahabatku dan ini mas Reyhan.” Ucap Sabrina memperkenalkan Ziva dan juga Reyhan kepada Ardi sang suami.


Ketiga nya pun bersalaman sembari memperkenalkan diri masing-masing.


Dari raut wajahnya terlihat jelas jika Reyhan sangat tidak menyukai jika Sabrina akhirnya jatuh ke pelukan Ardi yang menurutnya hanya petani tidak sebanding dengannya namun Reyhan berusaha mengendalikan dirinya agar tidak terpancing.


“Suami lo tampan juga !” ucap Ziva berbisik kepada Sabrina.


Sontak Sabrina pun menyikut Ziva menggunakan sikunya, sedangkan Ziva seketika terkekeh melihat Sabrina yang salah tingkah.


Bersambung….


Hai kesayangan author ! jangan lupa dukung author terus ya bisa dengan cara like komen atau tambahkan juga cerita ini pada daftar favorit reader semua.

__ADS_1


Hal tersebut bisa membuat author lebih semangat lagi menulisnya...


Terima kasih banyak


__ADS_2