Asmara Pernikahan Tak Terduga

Asmara Pernikahan Tak Terduga
Episode 34


__ADS_3

Tanpa terasa akhirnya kedua wanita beda usia tersebut pun sampai di pasar, suasana pasar pagi ini cukup ramai banyak aneka barang yang di perjual belikan di tiap-tiap lapak mulai dari aneka sayur-mayur dan kebutuhan rumah tangga lainnya.


“Ke sana yuk !” ucap tante Adelia kepada Sabrina.


“Yuk.” Ucap Sabrina sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan tante Adelia.


“Sudah masak apa saja untuk Ardi ?” tanya tante Adelia kepada Sabrina.


“Belum ada.” Ucap Sabrina menggelengkan kepalanya.


“Pasti bohong ni ?” tanya tante Adelia tidak percaya dengan pengakuan Sabrina.


“Aku nggak bohong tan, kalau boleh jujur aku juga tidak pandai memasak dan tidak pernah juga mencoba.” Ucap Sabrina jujur.


“Serius ?” tanya tante Adelia lagi memastikan.


“Iya.” jawab Sabrina yakin.


“Ya sudah kalau begitu kapan-kapan nanti tante ajarin kamu masak.” Ucap tante Adelia.


“Ha ?” ucap Sabrina spontan mendengar ucapan tante Adelia.


“Iya kapan-kapan kalau kamu ingin belajar memasak datang aja ke rumah tante, mau masak apa pun nanti bakalan tante ajarin.” Ucap tante Adelia sambil terus berjalan ke arah lapak tujuannya.


“Kamu tahu sebagai istri kita harus bisa terampil mengurus suami mulai dari pakaiannya, makanannya dan kebutuhan suami yang lainnya.” Ucap tante Adelia memberikan wejangan kepada Sabrina.


Sabrina hanya menganggukkan kepalanya mendengar wejangan dari tante Adelia tersebut.


“Termasuk juga mengurus suami di atas ranjang.” Ucap tante Adelia membisikkan ke dekat telinga Sabrina.


Seketika wajah Sabrina menjadi merah menahan malu mendengar ucapan tante Adelia.


“Tidak usah malu ! tante dulu juga gitu kok.” Ucap tante Adelia menyemangati Sabrina.


Mendengar hal itu Sabrina pun merasa mulai lega dan bisa mengendalikan dirinya.


“Ini berapa bu ?” ucap tante Adelia seorang pedagang wanita yang sudah cukup umur.


“Satunya Rp 15000.” ucap ibu-ibu pedagang tersebut.


“Boleh deh mau satu ya bu.” Ucap tante Adelia kepada ibu-ibu pedagang tersebut.

__ADS_1


“Iya silahkan ! mau yang mana ? boleh dipilih mau yang mana ?” ucap ibu tersebut kepada tante Adelia menawarkan dagangannya.


“Yang ini saja bu.” Jawab tante Adelia sambil menyerahkan selembar uang 50.000 ke pada ibu-ibu tersebut.


Usai menyelesaikan transaksi jual belinya mereka pun pergi tapi tidak lupa tante Adelia pun mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu pedagang tersebut sebelum pergi dari sana.


Tidak terasa semua barang yang butuh kan oleh tante Adelia sudah di dapatkan semua dan mereka pun memutuskan untuk segera pulang.


“Mau ikut tante pulang ke rumah ?” tanya tante Adelia lagi kepada Sabrina.


“Sepertinya aku pulang ke rumah aja tante nggak enak juga udah terlalu lama meninggalkan rumah.” Jawab Sabrina sambil melihat jam yang ada di layar ponselnya.


“Baiklah, nanti kalau bosan datang saja ke rumah tante ! tante akan senang jika kamu main ke rumah.” Jawab tante Adelia.


“Ummm.” Ucap Sabrina sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya becak motor yang mereka tumpangi pun berhenti tepat di depan rumah pak Agus.


Tepat di halaman rumah sudah ada mobil pick up milik sang mertua itu berarti jika sang mertua sudah pulang ke rumah.


“Terima kasih tante sudah ajak aku ke jalan-jalan ke pasar.” Ucap Sabrina kepada tante Adelia.


“Ini lagi jam segini baru pulang ! pagi-pagi bukannya di rumah ngurus suami malah berkeliaran tidak tahu diri begini, entah apa dosa ku sehingga anakku dapat istri tidak ada gunanya begini.” Ucap bu Siti ketus.


“Maaf bu !” ucap Sabrina kepada bu Siti.


“Untung saja sebentar lagi anakku akan menikah dengan wanita pilihanku dan akan menceraikanmu secepatnya.” Ucap bu Siti dengan jelas lalu kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Sabrina yang masih berdiri di halaman.


Semua ucapan bu Siti di dengar oleh tante Adelia yang saat itu masih berada di sana namun bu Siti tidak melihatnya karena becak motor tersebut tertutup oleh mobil yang terparkir di depan halaman rumah tersebut.


“Tante akan bantu jelaskan.” Tawar tante Adelia kepada Sabrina.


“Jangan tante ! lebih baik tante pulang dulu ke rumah aku baik-baik saja.” Ucap Sabrina sambil tersenyum.


“Kamu yakin tidak butuh bantuan tante ?” tanya tante Adelia lagi mengkhawatirkan Sabrina.


“Iya tante ! ini sudah makanan sehari-hari aku kok.” Jawab Sabrina asal lalu terkekeh.


“Baiklah kalau begitu, maafin tante karena mengajakmu pergi dan pada akhirnya kamu di marahi begini.” Ucap tante Adelia merasa bersalah.


Sabrina tersenyum menanggapi ucapan tante Adelia.

__ADS_1


“Hati-hati tante ! oh iya terima kasih juga.” Ucap Sabrina sambil kembali tersenyum.


Tante Adelia pun tersenyum ke arah Sabrina lalu becak motor pun berjalan meninggalkan Sabrina yang masih berdiri di halaman rumah tersebut.


Usai becak motor yang membawa tante Adelia menghilang dari pandangannya Sabrina pun buru-buru masuk ke dalam rumah, satu persatu kakinya menaiki anak tangga rumah panggung tersebut sambil jantungnya ber degub lebih cepat.


“Mas aku bahagia sekali akhirnya tidak akan lama lagi kita akan menikah dan kamu akan meninggalkan wanita itu.” Ucap Sinta sambil bergayut di lengan Ardi.


Adegan tersebut terpampang dengan jelas saat Sabrina tepat berada di depan pintu dan menyaksikan adegan tersebut.


Melihat Sabrina yang tiba-tiba berada di depan pintu Ardi pun kaget dan berusaha keras menjauhkan diri dari Sinta.


“Maaf ?” ucap Sabrina spontan.


Dengan cepat Sabrina pun balik kanan dan pergi meninggalkan Ardi dan juga Sinta menuju ke rumah sang bibi yang berada tepat di sebelah.


“Tunggu ! aku bisa jelaskan.” Ucap Ardi kepada Sabrina.


Namun niat Ardi yang hendak menyusul sabrina pun di halangi oleh Sinta yang berusaha menahannya untuk tidak pergi meninggalkannya.


“Mas kamu tidak boleh pergi !” ucap Sinta tegas kepada Ardi.


Namun Ardi masih berusaha melepaskan diri dan berniat hendak mengejar Sabrina.


“Aku bilang tidak boleh pergi mas !” ucap Sinta sedikit mengeraskan suaranya mencegah Ardi pergi meninggalkannya.


“Ada apa ini ?” tanya bu Siti yang tiba-tiba muncul dari dapur.


“Bukan apa-apa bu ! iya kan mas ?” ucap Sinta menanggapi pertanyaan bu Siti.


Ardi hanya tersenyum kaku ke arah sang ibu.


“Ya sudah kalau begitu ! Ardi ibu titip Sinta ya.” Ucap bu Siti kepada Ardi lalu berjalan kembali menuju ke dapur.


Ardi hanya diam tidak menanggapi ucapan sang ibu sedangkan Sinta tersenyum puas karena berhasil mencegah Ardi mengejar Sabrina.


Di sisi lain…


Sabrina masuk ke dalam kamar Sari dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik gadis tersebut sambil meluapkan kekesalannya dengan memukul-mukul bantal yang ada di sana dengan brutalnya.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2