Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Alasan


__ADS_3

Setelah mendengarkan cerita itu. Raka mencoba mendekati Rani. Ia memandang Rani yang masih hanyut dalam lamunannya. Dari tatapannya terlihat jelas bahwa masa lalu bersama Raka takkan mudah sirna. Akan selalu Ada.


Di samping tangan Rani, Raka melihat sebuah goresan di bangkunya. Goresan yang sepertinya sengaja dikikis. 'Raka&Rani'. Goresan itu menjadi bukti bisu bahwa cinta mereka abadi. Hal itu menjelaskan bahwa hubungan mereka pasti sangat dekat saat itu.


Lalu keraguan terbesit di benak Raka. Apakah perasaannya akan sampai pada Rani? Apakah ia mampu menggantikan Raka di dalam hati Rani? Apakah perasaannya mampu menembus relung hati Rani yang begitu keras? Apakah cintanya hanya akan berakhir pada cinta terpendam yang tak berbalas? Apa ini hanya akan selalu menjadi cinta sepihak? Raka tak ingin cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia ingin menghasilkan tepukan yang indah jika Rani mau menyambut hatinya karena dibutuhkan dua telapak tangan agar bisa bertepuk. Ia hanya membutuhkan hati Rani sebagai tempat cintanya berlabuh.


Namun kenyataan masa lalu yang dimiliki Rani benar-benar menyulitkannya. Tapi ia takkan semudah itu untuk menyerah pada perasaannya. Ia akan memperjuangkannya sampai waktu tak mampu lagi menertawakannya. Kenangan itu sudah berlalu, Rani harusnya hidup untuk masa depan bukan hidup dalam bayangan masa lalu yang kejam.


"Heii ...." Raka langsung saja duduk di sebelah Rani. Kedatangannya membuat lamunan Rani langsung buyar. Ekspresinya hanya datar melihat Raka di dekatnya. Raka tak peduli dengan ekspresi itu. Ia hanya akan terus mendekat hingga tak ada alasan lagi bagi Rani untuk menolaknya. Semakin Rani menolaknya maka akan semakin gencar ia mendekatinya. Ia akan buat Rani jatuh cinta dan menerima perasaannya walaupun yang ia lakukan bisa jadi berujung sia-sia.


Raka bergeser semakin mendekat. Menutupi goresan itu. Langsung saja Rani berubah ekspresi saat melihat Raka sengaja menutupi tulisan itu. Ia menatap Raka seolah ingin menerkam dan menelannya hidup-hidup.

__ADS_1


Namun Raka tak mempedulikan tatapan itu. Ia memberanikan diri untuk bertanya, "Boleh aku bertanya?" tanya Raka. Rani hanya diam, tapi Raka tetap melanjutkan. "Apa salah namaku Raka?" ia bertanya dengan menurunkan nada bicaranya, suaranya sedikit bergetar. Rani pun mulai terusik dan menoleh tak suka dengan tatapan 'jangan–pernah–sebut–nama–itu.'


Namun Raka semakin memancingnya dengan mengulang-ulang menyebut namanya. "Hentikan!" Rani membentak tak suka jika Raka mengusiknya.


"Jawab aku, jika kamu memberiku alasan yang tepat maka aku akan berhenti menyebutnya, termasuk kenapa kamu menolak untuk aku dekati? Aku tahu kamu tidak suka padaku. Tapi jika itu penyebabnya karena kamu tidak suka namaku, itu bukanlah alasannya. Beri aku alasan yang masuk akal yang bisa aku terima. Maka tanpa kamu minta, aku akan segera pergi dan takkan mengganggumu," ujar Raka menuntut.


Raka benar-benar meluapkan segalanya. Dia tak tahan dengan sikap dingin Rani. Kalimat itu keluar seperti air meluncur begitu saja. Tak pernah ia pikirkan dan cerna sebelum diucapkan. Raka memang sudah tergila-gila karena menyukai Rani. Tapi dia akan semakin gila jika harus meluluhkan hati Rani yang keras seperti batu.


Raka masih tak terima dengan jawaban Rani. Ia masih bersikeras menuntut jawaban yang ia inginkan. Tak mungkin secepat itu Rani berubah sejak malam itu. Tak mungkin rasanya tak ada perasaan saat itu. Masih terlihat dengan jelas olehnya betapa Rani nyaman di dekatnya. Rani tertawa bahkan membiarkannya memegang tangannya memberikan kehangatan yang sukar dilupakan.


Jangan bilang, Rani melupakan saat itu? Jangan sebut, Rani hanya nempermainkannya, saat ia terasa tulus? Itu pasti bohong, pasti Rani menyembunyikan sesuatu. Sampai Rani mengatakan bahwa ia tak menyukai Raka dan tak ingin Raka ada dalam hidupnya.

__ADS_1


"Aku baru menyebutkan dua alasan, apa kamu perlu lagi aku tambahkan alasan lain kenapa aku tak suka kamu mendekat?" tegas Rani mantap. Raka tak mampu berkata-kata lagi. Rani terlihat sungguh-sungguh dengan apa yang diucapkannya. Kemudian Rani beranjak dan pergi meninggalkan Raka. Ia sudah tidak sanggup menahan air mata untuk jatuh. Perasaan bersalah sebenarnya terbesit di hati Rani. Ia tak bermaksud mengatakan itu pada Raka. Tak bermaksud melukai hati Raka, yang sebenarnya terjadi adalah Raka sudah mulai masuk ke dalam hatinya. Memberikan perasaan nyaman yang tak bisa ia jelaskan. Tapi ia harus lakukan itu, agar Raka menjauhinya. Ia harus menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya. Jika perlu ia harus menguburnya jauh dalam hati. Ia akan terus mendorong Raka menjauh dan memintanya untuk membenci saja dirinya daripada harus mencintainya.


Dua alasan tadi bukanlah yang sebenarnya, yang sebenarnya terjadi adalah, pertama Rani tidak ingin keberadaan Raka di dekatnya dapat mengingatkannya pada kejadian di masa lalu. Seharusnya ia sudah bisa ikhlas akan kepergian Raka yang ada sebelumnya dengan tenang karena ia sudah berjanji. Ia baru saja berhasil melakukan itu. Baru saja ia bisa mengikhlaskan kepergian Raka. Namun jika Raka ini masih mendekatinya, maka bayangan Raka itu akan terus melekat. Ia takkan mampu meneguhkan hatinya yang bimbang. Raka hanya datang untuk mengacaukannya.


Alasan kedua, kedekatan Raka pada Rani akan menimbulkan kesalahpahaman antara Rani dan Mitha. Ia sangat tahu bahwa Mitha menyukai Raka. Jadi jika ia membiarkan Raka terus mendekat, maka ia akan mengacaukan perasaan sahabat satu-satunya yang ia miliki. Lebih baik merelakan Raka bersama Mitha ketimbang ia masih ragu dengan perasaannya. Ia sama sekali tak memikirkan bagaimana perasaannya di dekat Raka. Meskipun ada, ia akan segera melenyapkannya hingga tak bersisa.


Persahabatan lebih berarti daripada Cinta. Cinta sejati masih bisa ditemukan, tapi sahabat sejati akan sulit dipertahankan. Sebab mendapatkan lebih mudah daripada mempertahankan~


Prinsip persahabatan yang Rani pegang teguh. Ia tidak ingin menyakiti Mitha dengan kenyataan bahwa ia juga menyukai Raka. Sebelum perasaan itu semakin tumbuh maka lebih baik ia cabut dan patahkan agar tak pernah menjadi mekar.


*****

__ADS_1


Berikan cinta kalian dengan rate lima bintang, like setiap episode, komentar jika kalian ingin dan favoritekan jika kalian tak mau ketinggalan updatenya ... Terimakasih. Happy Reading guys~


__ADS_2