
Haloo guyss... Happy Reading!!!
Sebelum baca udah difavoritekan belum? Biar kalian gak ketinggalan info updatenyaa....
Terusss kalau kalian sayang, kasih VOTE dan LIKE yaa kalau kalian pengen komentar, silahkan isi kolom KOMENTAR juga...
Maaf ya Author sedikit bawel hehehe...
Oke, Silahkan nikmati dan semoga suka~
*****
Mereka bersama menghabiskan waktu dengan riang gembira. Roh Rani yang berada di tubuh Risa melakukan hal-hal yang tak biasa Risa lakukan. Ia berlarian mengejar ombak dan mengumpulkan berbagai macam bebatuan pantai. Ia menikmati waktu bebasnya dengan berlarian bersama Kevin. Roh Rani tidak tahu bahwa sedari tadi Raka masih memperhatikannya. Ia merasa Risa sangat aneh dan berbeda. Risa lebih mirip dengan Rani.
Matahari mulai condong ke arah barat. Guratan senja mulai menghampiri. Tiba-tiba ponsel Kevin berbunyi. Ia diberitahu untuk segera kembali, ada urusan mendadak yang memanggilnya. Terpaksa ia harus meninggalkan kedua temannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Kini yang tinggal hanya Risa bersama Raka. Tentu roh Rani yang berada dalam tubuh Risa senang dalam situasi seperti ini. Kevin sudah pergi sejak tiga puluh menit yang lalu. Raka tiba-tiba saja menjadi canggung saat bersama dengan Risa. Ia juga aneh kenapa ia tiba-tiba jadi seperti ini. Hal ini hanya biasa terjadi jika dia bersama Rani. Mereka sudah selesai mengemasi barang-barang yang dibawa. Kini saatnya mereka kembali ke Rumah Baca.
Saat berjalan menuju mobil, Roh Rani yang berada dalam tubuh Risa memperhatikan tali sepatu Raka terlepas, dia langsung berlutut untuk menalikan sepatunya dengan menggunakan metode khusus yang tidak akan membuat tali sepatu terlepas. "Dengan begini tidak akan terlepas lagi," ucap Risa setelah menalikannya.
Raka tampak sangat canggung saat Risa menalikan sepatunya sampai-sampai dia berusaha menghindari kontak mata dengan Risa saat dia memuji hasilnya. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Risa benar-benar aneh dan dia terlebih aneh lagi membiarkan perempuan berlutut di hadapannya. Mereka kini berjalan berdampingan, Raka mencoba melirik Risa. Ia masih berpikiran apa yang terjadi pada Risa sehingga ia tiba-tiba saja berubah jadi sangat berbeda. "Kenapa aku merasa ada Rani bersama Risa? Itu tidak mungkin. Aku pasti sedang lelah sehingga aku berpikir yang tidak-tidak," lirihnya di dalam hati.
Saat mereka sedang menuju tempat parkir. Tiba-tiba mereka berpapasan dengan pasangan suami-istri yang tengah panik mencari anaknya yang hilang. Roh Rani yang berada di dalam tubuh Risa bertanya seperti apa anak mereka dan dia akan membantu untuk mencarinya.
Ibu sang anak memberitahu mereka dan Roh Rani seketika saja langsung tahu siapa yang dimaksud. Anak yang mereka cari adalah anak yang tidak sengaja mengenai Risa dengan bola tadi siang. Risa dan Raka pun ikut membantu mencarinya. Roh Rani yang berada di dalam tubuh Risa menyarankan agar mereka berpencar supaya sang anak dapat segera ditemukan.
Rani lalu mengajak anak itu kembali pada orang tuanya tapi sang anak menolak karena dia harus ke kamar mandi terlebih dahulu dan dia meminta Risa menemaninya. Saat mereka menuju kamar mandi, anak itu tak sengaja membuat gelang yang Risa pakai terlepas dan terjatuh di depan pintu kamar mandi umum.
Setelah mereka masuk ke dalam, anak itu berbuat usil pada Risa. Ia mendorong tubuh Risa dan membuat genggaman pada tangannya terlepas. Ia lalu menyelinap keluar dan mengunci Risa di dalam kamar mandi tersebut. "Dia hantu. Aku harus mengurungnya," gumam anak itu. Ia lalu pergi kembali ke orang tuanya tanpa sedikit pun mempedulikan teriakan Risa yang meminta dibukakan pintu.
Setelah anak itu kembali pada orang tuanya. Mereka langsung memberitahu Raka bahwa anaknya telah kembali dan mengucapkan terimakasih. Tapi kini malah Risa yang menghilang. Raka cemas karena ia tidak melihat Risa dan ia semakin cemas saat menyadari bahwa Risa tidak memiliki ponsel, bagaimana ia akan menemukan Risa? Kini Raka yang sedang panik mencari keberadaan Risa.
__ADS_1
Hari pun semakin malam. Roh Rani tidak merasa kedinginan karena sebagai hantu, dia memang sudah dingin tapi dia mengkhawatirkan tubuh Risa jika berlama-lama di dalam kamar mandi ini akan menjadi tidak baik baginya dan kandungannya. Akhirnya dia memutuskan kalau dia tidak boleh berdiam diri terus.
Dia lalu keluar dari tubuh Risa dan memberitahu Risa keadaan mereka yang tengah terperangkap di kamar mandi umum, ia menyuruh Risa untuk tetap tenang sementara dia akan keluar untuk mencari cara mengeluarkan Risa dari sini.
Dua jam sudah Risa menghilang. Raka masih mencari kesana kemari tanpa hasil sedikitpun. Akhirnya Raka sampai di depan kamar mandi umum. Ia mendengar suara gedoran dari dalam. Risa-lah yang menggedor pintu dari dalam sembari roh Rani berusaha dari luar mencari cara membukanya. Ia tidak bisa menyentuh apapun karena ia hanya roh.
Raka pun menginjak gelang Risa yang terlepas tadi dan ia memungutnya tapi ia tidak melihat Risa di sekelilingnya. Raka pun berteriak memanggil nama Risa. Roh Rani pun menoleh dan lega melihat Raka tiba di sana tapi karena Raka tidak bisa mendengar suaranya, dia langsung masuk kembali ke gudang dan masuk ke dalam tubuhnya Risa untuk memanggil Raka.
Begitu membuka pintunya, Raka langsung memeluk tubuh Risa erat-erat dan bertanya apakah Risa baik-baik saja. Roh Rani yang berada dalam tubuh Risa seketika kaget dengan pelukan Raka yang tiba-tiba itu dan meyakinkannya kalau dia baik-baik saja.
Raka melepaskan jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Risa karena dia tidak percaya kalau Risa baik-baik saja, tidak mungkin dia baik-baik saja setelah terkurung di tempat ini selama dua jam. "Tubuhmu sangat dingin. Mana mungkin kau baik-baik saja," gumam Raka cemas.
Raka lalu menggendong Risa di punggungnya dan membawanya ke mobil. "Kau tidak perlu menggendongku, aku baik-baik saja." Raka tidak menghiraukannya. Ia tetap saja menggendong Risa.
Roh Rani memutuskan untuk keluar dari tubuh Risa. Lalu tubuh Risa yang berada di atas punggung Raka menjadi pingsan. Raka tidak menyadari hal itu, ia hanya masih terus bergegas membawa Risa. "Raka inilah saatnya kamu biarkan Risa masuk ke dalam hatimu," ucap Roh Rani yang saat ini berjalan di sebelah Raka.
__ADS_1
Ia ingin menyentuh tangan Raka tapi tidak bisa. Ia tidak bisa menyentuh Raka jika ia tidak berada di tubuh orang lain. "Kini aku sangat menyedihkan tapi aku akan bahagia jika kalian bisa bersama."