
Haloo guyss... Happy Reading!!!
Sebelum baca udah difavoritekan belum? Biar kalian gak ketinggalan info updatenyaa....
Terusss kalau kalian sayang, kasih VOTE dan LIKE yaa kalau kalian pengen komentar, silahkan isi kolom KOMENTAR juga...
Maaf ya Author sedikit bawel hehehe...
Oke, Silahkan nikmati dan semoga suka~
*****
Setelah Raka mempertemukan Risa dengan Kevin. Disitulah Risa mengerti bahwa Raka hanya mengasihaninya. Tak mungkin ada kesempatan untuknya mendapatkan hati Raka. Risa juga sudah tahu kebenaran mengenai Rani yang telah tiada. Cinta Raka pada Rani tetap abadi meskipun kekasih hati tak ada di sampingnya.
Kevin bermaksud baik dengan mendekatinya. Ia sudah mengajukan maksudnya ingin menjalin hubungan serius dengan Risa. Ia menerima Risa dengan apa adanya termasuk ia juga menerima keberadaan calon bayinya. Namun Risa masih dilema. Ia terkejut dengan pernyataan Kevin ditambah lagi ini juga termasuk rencana Raka. Kenapa harus Kevin yang berada di sisinya? Tidak bisakah hanya Raka?
__ADS_1
Raka melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Dulu ia lakukan ini dengan Ari, kini ia lakukan ini demi Kevin. Memang benar, Risa tak pernah ia izinkan masuk ke dalam hatinya. Ia hanya menganggap Risa sebagai sahabat. Tak lebih dari apapun. Kebaikan yang ia lakukan semata hanya kebaikan seorang sahabat.
Setelah pertemuannya dengan Kevin di Cafe Raka. Risa tak langsung kembali ke Rumah Baca. Langit sudah gelap. Ia sedang melamun di sebuah taman. Tempat biasa roh Rani berada. Ia menekuk wajahnya menyimpan kekecewaan di dalam hatinya.
Roh Rani yang berada di sana juga melihatnya. Ia penasaran apa yang telah terjadi pada Risa. Apa rencananya untuk mendekatkannya dengan Raka tidak berjalan dengan baik? Jika memang itu yang terjadi, maka ini sebuah ancaman baginya. Keberadaannya di dunia ini akan semakin memburuk dan tujuan terakhirnya menuju keabadian akan sirna. Waktunya semakin lama semakin menipis.
Rani memutuskan untuk menampakkan dirinya di hadapan Risa. Meskipun ia harus menerima resiko bahwa waktunya akan semakin berkurang setiap dia melakukan hal ini. Tapi ini harus ia lakukan.
"Apa yang sedang kau lakukan? Bukankah harusnya kau kembali ke Rumah Baca?" suara Rani terdengar lembut namun terasa sedikit menakutkan membuat Risa yang tiba-tiba mendengarnya langsung bergidik ketakutan. Rani yang mendekatinya juga membawa hawa dingin yang mencekam.
Risa tak mampu melirik dan menjawabnya. Ia hanya menunduk dan menekuk wajahnya dengan tubuh sedikit gemetar. Lalu Rani menyentuh tangannya. Risa dapat merasakan sentuhan Rani yang sangat dingin. "Pergilah ... Jangan ganggu aku! Aku tahu kamu sudah tiada." Risa memberanikan diri menolak.
Mendengar ucapan Rani, Risa mulai memberanikan diri untuk menegakkan kepalanya. Ia kini menatap Rani. Risa tertegun, Rani sangat cantik. Meskipun kini ia sudah menjadi roh. Kecantikannya tetap terlihat alami. Pantas saja Raka mencintainya dan tak mampu melupakannya.
Rani mengetahui apa yang sedang Risa pikirkan saat menatapnya. Hantu dapat tahu segalanya. Rani mulai bertanya-tanya sejak kapan Risa mulai menyukai Raka? Apa selama ini Risa selalu menyukainya? Cinta bertepuk sebelah tangan?
__ADS_1
Rani akan membantu Risa untuk menjadikan Raka miliknya. Sebab untuknya, Raka tak mungkin lagi menjadi miliknya. Tujuannya saat ini hanya menuju keabadian dan tidak berubah menjadi roh jahat. Ia hanya ingin memastikan kebahagiaan untuk Raka. Itulah definisi dari mereka harus saling mengikhlaskan dan bahagia bersama. Orang yang masih hidup harus melanjutkan kehidupannya.
Melihat kepribadiannya yang seperti ini, Risa yang tidak percaya diri dengan perasaannya pada Raka. Risa tidak akan bisa menarik Raka untuk mendekat dan mendapatkan hatinya. Oleh karena itulah Rani menawarkan diri untuk merasuki tubuh Risa dan membantunya mendapatkan Raka. Ia juga tahu bahwa perasaan Risa pada Raka sangat tulus. Lalu dengan begitu mereka sama-sama akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Risa akan mendapatkan Raka dan dia bisa menuntaskan tujuannya lalu pergi dari dunia ini menuju keabadian.
Semula Risa tampak tertarik dengan tawaran itu, tapi akhirnya dia berubah pikiran, ia merasa cara itu tidak benar. Rani berubah jadi kesal, "memangnya kenapa?"
"Dia hanya mencintaimu. Kau pasti juga masih mencintainya. Bagaimana bisa kau menyarankanku untuk melakukan hal itu? Aku hanya berakhir egois jika melakukan hal itu," jawab Risa.
"Ini cara yang terbaik untuk kita berdua. Kau tidak egois, Risa. Aku yang menginginkannya. Anggap saja aku yang memaksamu untuk melakukannya. Aku harus meninggalkan dunia ini dan aku harus membuat orang-orang yang aku tinggalkan bahagia." Rani mengingatkan Risa bahwa berkat dialah Risa bisa bertemu kembali dengan Raka. Dia bahkan bisa melakukan hal yang lebih dari itu. Ia berkata bahwa ia bisa membuat Raka menginginkannya seperti yang selalu Risa harapkan.
Risa tampak mulai tergoda tapi lagi-lagi dia menolak dan langsung melarikan diri. "Aku tidak bisa. Jika aku mengizinkanmu merasukiku sama saja dia akan kembali mencintaimu bukan mencintaiku. Aku tidak bisa, aku tidak bisa menjadi egois. Maafkan aku. Maaf aku tidak bisa melakukannya." Risa meninggalkan Rani sendirian di taman itu.
Rani benar-benar frustasi dibuatnya tapi dia tidak mengejar Risa. Ia memutuskan merenung memikirkan cara lain untuk mengganti kebahagiaan Raka. Jika Risa tidak bisa membantunya dengan melakukan hal itu maka apa yang harus ia lakukan?
Rani mengeluh cemas kalau dia tidak akan bisa lagi kembali menuju keabadian dan dia juga khawatir akan menyakiti orang-orang yang ia sayang saat dia berubah menjadi roh jahat nanti, kenapa dia bergentayangan di dunia sementara hantu-hantu yang lain sudah naik ke surga. Tapi ia teringat lagi, itu adalah keputusannya. Ia yang membuat ini terjadi saat ia melihat penderitaan di mata Raka saat belum mendengarkan kata cinta darinya.
__ADS_1
Sosok itu kembali mendatanginya. Ia mendekati Rani tapi kali ini ia tidak menggoda Rani seperti biasanya. Hari ini ia tidak membuat Rani kesal. Ia menanyakan, kenapa masih belum ada perkembangan setelah Rani membuat Raka bertemu dengan Risa padahal waktu Rani sudah semakin terbatas.
Rani mendesah lemah menjawab karena dia tidak bisa merasuki Risa, satu-satunya perempuan yang bisa dia rasuki sama sekali tidak mengizinkannya. "Jadi apakah kau akan menyerah?" tanya sosok itu. Rani menjawab tidak tahu tapi mungkin dia memang harus menyerah. "Aku sangat ingin melakukan itu sekali saja. Sesuatu yang sangat mudah bagi orang lain, kenapa begitu sulit bagiku?" Rani termenung sedih memikirkan saat-saat kebersamaannya dengan Raka meskipun itu singkat. Ia pikir ini akan mudah tapi ternyata ini sangatlah rumit.