Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Kembali Normal


__ADS_3

Kevin yang mendengar ucapan Mitha ikut tersentuh dan segera menghentikan amarahnya. Perkataan Mitha benar, mereka harus menerima kenyataan, walaupun itu menyakitkan sekali pun.


Raka menatap kertas yang dihempaskan oleh Kevin. Ia tahu apa isi surat itu, karena dia yang menuliskannya. Raka seketika lemas terduduk. Apa yang sudah ia lakukan terulang kembali diingatannya? Memang benar. Apa yang sudah ia lakukan hanya akan membuat Rani sedih disana. Ia tak ingin Rani sedih.


Kalimat yang diucapkan Mitha bagai kilat yang menyambar sebelum hujan turun. Memang menyakitkan menerima kebenarannya. Memang terluka hatinya menerima kenyataan bahwa Rani tak lagi disini. Raka menenggelamkan wajahnya di dalam telapak tangannya. Wajahnya menjadi gusar. Ia sadar telah kehilangan akal sehatnya untuk beberapa lama. Tapi itu nyata, ia mencintai Rani dan tak bisa melepaskan Rani.


"Belum terlambat, Kawan" Kevin menghibur dan menyentuh pundaknya.


Raka menoleh memandang dengan rasa bersalah pada Kevin dan Mitha "Terimakasih Kawan dan maaf atas segalanya" ujarnya penuh penyesalan


"Tidak apa-apa Raka.. " Mitha menjawab

__ADS_1


Malam itu, semua masalah telah selesai. Raka kembali normal pada akal sehatnya.


*****


Hari ini Raka memutuskan untuk mengunjungi peristirahatan terakhir Rani. Ia membawa sekeranjang bunga untuk Rani. Ia sudah memutuskan seperti apa yang dikatakan oleh Mitha. Akan selalu mendoakan Rani dan menjalankan hidupnya kembali normal. Mencoba merelakan kepergian Rani dengan hati yang ikhlas. Sebanyak apa ia mencintai maka sebanyak itu pula ia harus belajar merelakan.


Rani akan selalu berada di hatinya sebagai CINTA PERTAMA yang takkan tergantikan. Takkan ada yang berubah dan mampu mengubah itu. Tak setiap orang berhasil dengan cinta pertamanya termasuk Raka. Jadi tak perlu ada penyesalan lagi dalam hidupnya. Rani juga sudah mengucapkan kata yang selalu ingin ia dengar. Rani mencintai Raka. Itu adalah kenangan yang takkan mudah dihapuskan.


Pagi ini sangatlah cerah. Matahari tersenyum padanya.


"Selamat pagi Rani, Cintaku. Maafkan aku datang begitu lama, apa kamu menungguku?" Raka menatap dan mengelus batu nisan yang bertuliskan RANIA SAPUTRI

__ADS_1


"Aku masih tidak mempercayainya, Kenapa kita bisa berakhir seperti ini? Masih terlalu cepat bagi kita untuk berpisah. Kamu tidak bisa meninggalkanku seperti ini. Masih banyak hal yang belum aku ucapkan dan berikan padamu. Kenapa kamu tinggalkan aku seperti ini?"


"Aku benar-benar mencintaimu dan selalu merindukanmu, aku tidak bisa seperti ini. Bagaimana aku selanjutnya tanpamu? Kamu satu-satunya alasanku. Kamu adalah cintaku dan juga kerinduanku. Namun kini aku tak lagi bisa melihatmu, apakah kamu di sana juga merindukanku sama seperti aku merindukanmu? Aku lah orang itu, orang yang mencintaimu seperti orang gila. Kamu tahu itu?"


"Apa kabar? Apa kamu senang di sana? Aku sangat mencintaimu. Dapatkah kamu melihatku dari sana?"


"Jika ini benar-benar yang terakhir, jika kisah kita benar-benar berakhir. Maka aku akan merelakanmu pergi, meskipun kamu tidak disini, ragamu tak lagi di sampingku, aku yakin kamu selalu memperhatikanku dari sana" ujar Raka sambil menatap langit.


Raka yakin Rani selalu mengawasinya dan berada di sampingnya. Meskipun orang-orang tak dapat melihatnya tapi Raka dapat merasakannya. Oleh karena itu, ia bersikap seperti orang aneh, seperti orang yang kehilangan akal sehatnya.


"Kini, aku tak lagi sedih, Rani. Aku tahu kamu menyukaiku, aku juga tahu akhirnya cintaku bukanlah cinta sepihak yang tak berbalas. Meskipun terlambat, aku tetap bahagia. Meskipun kita tak bersama di dunia ini, semoga kelak kita dipertemukan dan dipersatukan kembali di kehidupan berikutnya. Rani aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun" Raka mengusap batu nisan itu, menciuminya dan menaburkan bunga yang ia bawa.

__ADS_1


Lalu Angin berhembus cukup kencang. Menyapu daun-daun yang tergeletak. Bersama angin ini Raka dapat merasakan Rani sedang bersamanya. Ia berterimakasih berkat Rani cintanya menjadi lengkap. Walaupun tak berakhir bahagia seperti orang-orang. Tapi baginya ini adalah akhir yang bahagia walaupun tak berakhir bersama. Cintanya akan kembali bersemi dalam keabadian, seperti cintanya yang abadi untuk Rani, satu-satunya gadis yang ia cintai sampai kapan pun. Tak takkan terganti.


__ADS_2