Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Kegilaan Raka...


__ADS_3

Malam ini Raka sudah rapi dengan setelannya. Tentu saja dia tidak sabar dengan apa yang sudah ia persiapkan denga Kevin.


Sebelumnya Raka sudah menunggu di depan rumah Rani. Cukup lama ia menunggu akhirnya Rani tiba dengan dibalut dress putih hingga lutut. Raka tak menyadari wajah Rani begitu pucat. Ia hanya gembira saat ini, sangat bahagia. Rani benar-benar terlihat cantik di mata Raka saat ini.


Suara gemuruh terdengar di langit. Mereka harus segera sampai di Cafe agar rencana tak berakhir sia-sia. Malam ini harus berakhir sempurna. Se-sempurna cintanya untuk Rani.


Akhirnya sampai di cafe. Di sini benar-benar tidak ada pengunjung lain selain mereka. Raka menggenggam erat tangan Rani. Ia tahu Rani sangat menyukai sentuhan tangannya yang hangat jadi takkan ia lepaskan. Raka memilih duduk berhadapan dengan jendela kaca dan Rani duduk di sebelahnya. Di luar sudah turun hujan, Rani sangat menyukai hujan. Duduk di posisi ini sangat menguntungkan. Rani bisa menikmati desiran hujan dari balik jendela kaca yang berembun karena hujan.


Raka masih diam-diam memperhatikan Rani. Ia masih menduga ini adalah mimpi. Tak mungkin baginya Rani saat ini bisa duduk disampingnya. Menghabiskan malam berhujan ini dengannya.


Di tengah ruangan cafe terdapat piano. Rani menginginkan Raka untuk memainkannya. Tentu saja Raka menyetujui, memenuhi setiap keinginan Rani. Hari ini dia siapkan memanglah untuk Rani. Kemudian mereka beralih tempat duduk. Menuju tempat piano itu berada. Raka mulai menekan not, suara dentingan terdengar memenuhi seisi Cafe yang tak berpengunjung.



"Aku akan memainkan melodi yang disukai oleh Rani." pikirnya.


Rani tertarik serta mengikuti Raka. Lalu Raka menjelaskan pada Rani tiap not yang ia tekan.


__ADS_1


Rani antusias mendengarkan saat Raka bisa lihat ia sangat menyukainya. Mereka terlihat sangat senang dan bahagia.



Diluar sana masih turun hujan. Melodi dari piano terdengar sedih beriringan dengan tetesan air hujan yang turun. Namun tetap saja melodi yang dimainkan Raka terdengar manis dan bahagia menurut Raka.


Selesai bermain piano, Raka mengambilkan minuman, vanilla latte kesukaan Rani dan mereka sudah kembali lagi duduk di kursi tadi. Menikmati hujan yang turun.


Raka diam-diam melirik Rani. Menikmati keindahan dan kecantikan gadis yang ia cintai. Namun ia ketahuan oleh Rani sedang memperhatikan. Langsung saja memalingkan muka dan memasang wajah manis.


Rani sangat menyukai minumannya.


Tak sadar, menggambarkan suasana hatinya yang bahagia. Raka mencoret embun yang ada pada jendela dengan jari tangannya. Diam-diam tanpa diketahui Rani ia menggambarnya.



Raka menggambar lambang cinta pada kaca berembun tersebut. Sebelum akhirnya Rani mendelik ke arahnya dan ia segera menghapusnya dan kembali bersikap manis. Raka benar-benar bertingkah lucu dan menggemaskan saat berada di dekat Rani.


*****

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Raka sebenarnya Kevin sudah memperhatikan dan mengikuti dari awal ia kerumah Rani hingga kini saat Raka tersenyum sendiri. Kevin memperhatikan dari jauh. Di tempat yang tak terlihat oleh Raka. Melihat kelakuan Raka hatinya menjadi panas. Ia ingin menghentikan tingkah bodoh Raka yang kelihatan seperti orang gila. Apa yang dilakukannya dengan tersenyum sambil menatap kaca jendela yang berembun? Kenapa ia terlihat bahagia sementara melodi yang dimainkannya terdengar begitu menyedihkan?


Namun disaat ia menatap kasihan yang dilakukan Raka, ia juga seakan ikut mengkhayal melihat Rani di samping Raka. Pasti benar-benar indah jika Rani ada di samping Raka saat ini. Namun Kevin langsung menepis fatamorgana yang ia lihat. Tidak mungkin Rani berada disana. Rani sudah tenang di tempatnya. Tempat yang lebih indah daripada dunia ini.


Kevin sedari tadi ingin menghentikan Raka saat Raka bermain melodi yang sedih dari piano, ia tak tahan. Melodi yang terdengar sangat sedih. Benar-benar sedih hingga menyayat hati.



Raka hanya berada di sana sendirian, tapi ia sedang bicara dengan siapa? Apa yang ia lakukan? Dengan siapa ia tertawa?


Ia pasti sedang mengkhayalkan keberadaan Rani di sampingnya. Tapi setelah itu wajahnya menjadi sedih setelah memainkan melodi yang sedih itu?


Kevin ingin sekali menghentikan Raka atas kegilaan yang dilakukannya saat ini. Entah apa yang ditulis Raka di jendela itu hingga ia tersenyum seperti itu? Sadarlah Raka, kembali ke akal sehatmu!



Namun keinginan Kevin untuk menghentikan Raka masih ia tahan. Saat ini ia hanya mengepalkan tinju di tangannya menahan emosi yang memenuhi hatinya. Ia masih bisa mengendalikan emosi yang memuncak dalam hatinya.


Meskipun yang sedang dilakukan Raka tampak salah di matanya namun Kevin merasa bersalah jika ia merusak angan Raka. Cuma ini caranya melihat Raka bahagia. Begitu dalam cintanya hingga ia tak sanggup melepaskan kepergian kekasihnya. Sampai kapan ia akan seperti itu?

__ADS_1


__ADS_2