Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Gentayangan


__ADS_3

Roh Rani saat ini tengah berjalan-jalan ditengah kerumunan manusia. Ia menikmati rohnya dapat berkeliaran bebas tanpa beban. Hanya satu bebannya yakni membuat Raka mengikhlaskan kepergiannya dan menemukan kebahagiaannya setelah ia pergi menuju keabadian. Percobaan pertama yang ia lakukan masih tertunda karena Mitha juga tengah berduka. Itu tidak masalah, batas waktunya masih lama. Dia masih percaya diri dengan apa yang dilakukannya merupakan hal yang mudah. Jadi tidak apa-apa menurutnya, dia bisa mengulur waktu selagi menikmati dirinya sebagai roh dan bermain-main sambil menunggu waktu yang tepat. Lagipula sosok itu tidak akan muncul karena dia berkata tidak mengurusi urusan manusia. "Tapi, sekarang aku kan bukan manusia lagi. Apa dia akan memarahiku karena membuang-buang waktu berharga yang diberikan? Ah nanti saja aku urus masalah itu. Jika dia datang, sekarang aku mau menikmati hidup sebagai roh."


Rani bergumam cuaca hari ini tampak bagus. Akan lebih bagus jika dia jadi manusia sungguhan lalu mendekati Raka dan mengajaknya ke pantai. Pasti menyenangkan. Tapi sayangnya, dia hanya bisa meminjam tubuh orang lain saat tengah malam sampai subuh. Itupun sampai jam 03.30. Bisa masuk ke mimpi Raka pun juga di waktu yang sama. Sementara saat ini yang ia bisa lakukan hanya berkeliaran tidak jelas.


"Aku sekarang ini hantu. Seperti hantu perawan. Bergentayangan karena memiliki satu dendam yang belum tuntas. Bayangkan rasanya mati sebagai perawan, menolak surga dan bergentayangan di dunia lain. Tapi ini adalah pilihanku. Aku yang memutuskan seperti ini. Aku harap bisa dimaklumi. Meskipun aku menyedihkan, arwah yang penuh penyesalan dan juga sangat membosankan. Hanya satu penyesalanku, Aku telah berbohong. Sungguh. Aku mencintai Raka." Rani duduk di bangku taman karena bosan, ia mencoba menyentuh penutup kaleng yang berada di atas bangku. Tapi tidak berhasil, hal itu membuatnya menjadi semakin bosan dan menghentakkan kakinya ke tanah dengan kesal. "Aku hanya roh yang tidak berguna."


Lalu terdengar suara balita di sebelahnya seakan menyapa. Rani tersenyum dan mendekati si balita dan bertanya siapa nama dari balita imut itu. Balita itu tersenyum ketika Rani mengajaknya bermain. "Apa karena dia masih kecil dan belum berdosa, dia bisa melihatku?"


Balita yang bisa melihat Rani itu tertawa setiap kali Rani mengajaknya bicara. Tak jauh dari tempat mereka, ada sekelompok remaja yang sedang bermain basket. Bola basket melambung tinggi dan hampir mengenai sang balita. Refleks dengan cepat Rani mendorong bola itu menjauh agar tidak melukai balita. Ibu balita itu yang sedang menelpon tak jauh dari sana terkejut dan segera menghampiri anaknya. Bagaimana anaknya bisa menghindari bola basket yang hampir mengenainya?

__ADS_1


Ia sangat terkejut dan langsung membawa anaknya pergi. Ia takut anaknya bisa terluka jika mereka berlama-lama di taman ini. Sementara itu, Rani juga terkejut menatap tangannya dan si balita secara bergantian. Baru saja tangannya bisa menyentuh benda. "Kenapa hal ini bisa terjadi? Bukankah aku harusnya tidak bisa menyentuh apa-apa yang ada di dunia ini? Ini benar-benar aneh."


Lalu Rani berbaring di bangku taman memandang ke atas langit. Langit indah berwarna biru. Tiba-tiba saja perutnya berbunyi, menandakan dia sepertinya lapar. "Ini lebih aneh lagi, mana mungkin hantu bisa kelaparan?" Merasa dirinya menyedihkan, Rani lalu bangkit.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tiba-tiba sosok itu muncul lagi di dekat Rani. "Kau bilang tidak mencampuri urusan manusia, kenapa kau muncul lagi dan penasaran dengan apa yang aku lakukan?" ketus Rani.


"Kau bukan lagi manusia. Kau tidak menyelesaikan masalahmu?" tanya sosok itu seperti sedang menginterogasi. "Kau ingat, kau punya batas waktu yang singkat." imbuhnya lagi.


"Aku berbeda denganmu. Kau harusnya bersyukur karena sudah diberi kesempatan dan aku hanya memperingatkanmu, jika kau gagal maka selamanya kau akan bergentayangan sebagai roh. Lebih buruknya, kau bisa berubah menjadi roh jahat yang menyesatkan manusia." Rani mengiyakan saja dia sudah bosan mendengarkan ocehan sosok itu. Lalu kembali perutnya berbunyi.

__ADS_1


"Apa hantu juga bisa lapar?" tanya Rani pada sosok itu. Sosok itu menjawab itu bisa saja terjadi. Tapi yang dialami setiap roh akan berbeda-beda. Lalu Rani bertanya lagi bagaimana menanganinya. Sosok itu menjawab itu bisa ditangani jika Rani mempunyai amalan yang tidak pernah putus selama di dunia. Sosok itu menyebutkan tiga amalan yang bisa membantu Rani. Lalu Rani teringat Rumah Baca Kita. Ia punya kedua hal dari yang disebutkan itu. Ia hampir saja melupakan tentang keberadaan rumah itu. Apa itu sebabnya ia merasa kelaparan?


"Aku harus ke Rumah Baca, apa yang sedang terjadi disana aku harus memeriksanya. Apa karena aku tidak berada disana, anak-anak juga tidak datang lagi? Ini tidak boleh terjadi. Impian Raka harus tetap hidup." Rani menghilang seperti angin menuju Rumah Baca.


Saat Rani menuju Rumah Baca ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan. Rani tanpa sengaja berhasil memasuki tubuh perempuan itu sebentar. Rani terkejut kenapa hal itu bisa terjadi? Bukankah dia hanya bisa merasuki seseorang saat tengah malam tapi ini masih siang.


Rani menoleh saat sudah keluar dari tubuh perempuan itu. Ia merasa pernah melihat perempuan itu sebelumnya tapi karena ingatannya sangat payah ia tak merasa yakin pernah bertemu dimana. Lalu ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju Rumah Baca. Tapi lagi-lagi dia berpapasan dengan seseorang. Kali ini seorang pria.


Pria tersebut meminta maaf karena menghalangi langkah Rani, "Apa kau bisa melihat diriku?" Rani bertanya heran. Ia tidak menyadari bahwa pria itu sama sepertinya. Dia juga adalah roh yang bergentayangan. Roh itu mengangguk dan berkata ia harus segera mengikuti perempuan yang tadi.

__ADS_1


"Kenapa kau mengikutinya?" tanya Rani. "Aku harus menjaganya agar dia tidak terluka. Aku bersalah padanya." ucap roh laki-laki itu. Tapi Rani kembali heran, apa yang terjadi? Kenapa pria itu hanya mengikutinya. Bukankah dia bisa pergi bersama perempuan itu?


"Dia tidak bisa melihatku." jawab laki-laki itu. Saat itulah Rani baru menyadari bahwa laki-laki ini sama sepertinya. Tapi Rani tidak bisa mengatakan bahwa baru saja dia bisa merasuki tubuh perempuan itu karena roh laki-laki itu sudah memburu meninggalkan Rani.


__ADS_2