
Hari ini Raka sudah berada di kantin. Dia benar-benar dilanda kelaparan. Lima SKS dari pagi tak ada hentinya dan membuatnya kehilangan kekuatan. Setelah memesan makanannya, ia menuju meja yang kosong. Sembari menunggu Kevin yang sedang ke toilet.
Dari kejauhan dia kembali melihat Rani dan Mitha sedang menuju arah kantin. Tanpa pikir panjang ia langsung merapikan kondisinya. Berharap Rani akan menanggapinya setelah kejadian di malam itu. Namun sangat tidak nyaman melihat Mitha bersamanya. Tatapan yang ditujukan Mitha membuat Raka risih tak suka. Ada apa dengan tatapan itu?
"Hai Rani?" Raka menyapa sambil masang wajah sumringah. Namun apa yang terjadi? Sama seperti waktu sebelumnya, respon Rani sangat dingin. Ekspresi datar yang terpancar membuat Raka jadi serba salah.
Apa ada yang salah? Kenapa Rani yang dingin dan misterius kembali lagi hari ini? Bukankah baru kemarin ia melihat Rani yang berbeda dari ini?
"Hai Raka—" dengan girang malah Mitha yang membalas dan mengambil posisi duduk di sebelah Raka. Namun Raka tak mengabaikannya, ia kembali bertanya pada Rani, "Bagaimana kabarmu, Rani?" Raka kembali mengajak Rani bicara, mungkin saja kali ini akan disahuti.
Namun tetap saja Rani mengacuhkannya dan tak berminat untuk tinggal, "Mitha, aku ke Perpustakaan aja, urusanmu di sini sepertinya akan lama, aku pergi." Raka kebingungan, apa maksudnya ini? Kenapa Rani terlihat sengaja menghindarinya?
"Aku baik," ujar Mitha mendesak Raka dan menjawab pertanyaannya yang ia tanyakan pada Rani sebelumnya. Benar-benar muka tembok.
"Kenapa Rani pergi begitu saja? Apa dia membenciku?" tanya Raka heran pada sikap Rani yang berubah. "Jangan pikirkan Rani, dia takkan membenci orang dengan semudah itu, mungkin suasana hatinya lagi tidak baik. Makanya dia begitu, tapi tidak apa-apa. Setelah kembali dari Perpustakaan ia akan baik lagi," ujar Mitha dan masih saja bergeser sedikit demi sedikit. Dia begitu berbinar-binar mengajak Raka berbicara sedangkan Raka merespon seadanya saja.
Melihat Rani seperti tadi dan membandingkannya dengan sikap Mitha. Perkataan Kevin waktu silam sempat terbesit di benak Raka. Apa ia manfaatkan Mitha saja? Supaya sikap Rani tak berubah-ubah padanya? Namun Raka langsung menepis kemustahilan itu. Ia takkan lakukan hal seperti seorang playboy. Cukup punya teman playboy, tapi jangan jadikan dirinya seperti itu pula.
__ADS_1
****
Rani sengaja meninggalkan Mitha bersama Raka. Mitha sudah menceritakan semuanya pada Rani, bahwa dia sangat menyukai Raka. Jadi itulah sebabnya sikap Rani berubah-ubah pada Raka.
Di saat Rani meninggalkan mereka tadi, entah kenapa ada rasa kekecewaan terlintas sekilas menghampirinya. Malam itu, Rani benar-benar nyaman bersama Raka tapi untuk sampai menyukainya dengan hal sekecil itu, tidak mungkin bagi Rani.
Baginya untuk menyukai seseorang lagi saat ini, sangatlah sulit. Kejadian dua tahun yang lalu akan tetap membekas di hatinya (selalu).
Sebuah vas yang pecah dan hancur berkeping-keping takkan mudah untuk disatukan kembali. Meskipun tetap disatukan akan meninggalkan bekas goresan yang pernah ada. Bekas yang menjadi tanda bahwa rasa sakit dan cinta itu masih ada.
Menjauhi dan bersikap dingin pada Raka juga bisa dilakukan Rani untuk menghargai perasaan Mitha, untuk membuat sahabatnya senang. Baginya saling mendukung itu penting. Mitha, satu-satunya sahabat bagi Rani.
****
Kevin dari kejauhan yang sudah kembali dari toilet melihat Raka tengah berduaan dengan Mitha. Kevin menjadi khawatir, jangan sampai Raka melakukan perkataan yang sempat ia lontarkan waktu itu. Ia sebenarnya tak bersungguh-sungguh berkata demikian.
Lalu Kevin sengaja menunggu hingga Mitha pergi, barulah ia mendekati Raka. Ia masih ingin mengamati Mitha dari kejauhan. Apa yang diinginkan Mitha dengan sahabatnya?
__ADS_1
"Woii habis ngapain tu cewek?" tanya Kevin penasaran. "Mitha barusan?" jawab Raka.
"Memangnya ada yang lain?" tanya Kevin kesal dan langsung duduk di hadapan Raka. "Tadi ada Rani juga, tapi entah kenapa dia tak berkenan tinggal? pergi saja," Raka menjawab dan terdengar kecewa.
"Lo cupu sih," canda Kevin, "Maksud lo?" Raka menanggapi dengan serius.
"Ya, kalau suka tu diungkapkan, bukannya dipendam. Mana ada diam, terus dia bakal tahu kalau lo suka sama dia?" Kevin menimpali Raka dengan komentar pedas.
"Belum sekarang saja waktunya," Raka menjawab dengan pasrah. "Nah, lo nunggu waktu sampai kapan? Mana ada waktu akan ngasih tau lo, 'Raka sekarang waktunya!' yang ada waktu akan terus berjalan. Sampai langit runtuh pun lo nunggu waktu, nggak bakal dikasih tahu, kapan waktu yang tepat! Kalau bukan sekarang, kapan lagi Bro? Lo akan nunggu dan membuang-buang kesempatan begitu saja?" Kevin menceramahi.
"Lihat gw meskipun gw ditolak Lia, setidaknya gw tahu apa jawaban dari Lia dan gw juga rasain, rasa dari penolakan. Setidaknya rasa sakit penolakan tak separah rasa sakit di gantung cinta terpendam, Bro. Gimana tu cewek bisa tahu perasaan lo kalau lo masih diam dan gak ungkapin langsung?" lanjut Kevin. Kalimat yang keluar dari mulut Kevin terasa sangat menusuk batin Raka. Dia sengaja menyindir atau memberikan Raka semangat agar secepatnya ungkapin perasaan pada Rani?
"Atau lo benaran, mau dekatin Mitha dulu? secara dia sahabatnya cewek yang lo taksir, kalau lo dekat sama Mitha, pasti lo bakal dekat juga sama cewek itu. Emang gak salah lo lakuin itu karena sepertinya Mitha emang naksir lo. Tapi sebelum lo memutuskan untuk ngelakuin itu, lo mikir dulu baik-baik. Jangan memutuskan sesuatu karena suatu hal yang salah. lo paham?" Kevin tak henti-hentinya bicara dan menasehati Raka.
"Mulai bacot deh," ujar Raka yang tak ingin mendengar sedikit pun tentang Mitha. "Nah, lo mah gitu, gak percaya-an sama gw. Udah tau gw berpengalaman. Gak ada yang gak mungkin di dunia ini, Bro! Gw dah perhatiin gelagatnya si Mitha. Keliatan banget dengan jelas, dia tu suka sama lu, pake banget malah." Kevin menimpali Raka dengan kenyataan bahwa Mitha menyukainya.
Namun Raka mengalihkan pandangan, ia sudah malas mendengar ocehan Kevin. Ucapan Kevin mengatakan Mitha yang menyukainya sangat terdengar tidak masuk akal. Jika pun benar, ia tidak peduli. Lagipula dia hanya menyukai Rani bukan Mitha. Masa bodolah sama Mitha.
__ADS_1
***
Berikan cinta kalian dengan rate, like, komen, vote dan favorite. Terimakasih.