Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Masih Flashback


__ADS_3

Semester ini akan segera berakhir. Raka dan Risa semakin dekat sebagai teman sekelas. Terkadang terasa aneh jika Raka tak bersama Risa. Kehilangan yang tak bisa dijelaskan, sebab yang selalu ada akan terkalahkan dengan yang setia.


Sementara jika Dila mendekat, Raka hanya memberikan respon singkat dan cuek padanya. Berbeda dengan respon yang ia berikan pada Risa. Sementara Ari dan Risa masih tetap dekat sebagai sahabat meskipun mereka berbeda kelas.


Namun Ari yang sebagai kakak kelas, waktunya di sekolah takkan lama lagi. Ia akan ditimpali dengan berbagai macam ujian dalam waktu dekat ini. Sehingga ia tak ingin sesuatu yang masih janggal dan tertahan masih mengganggunya. Termasuk perasaannya pada Risa yang belum ia ungkap.


"Sa,, kamu ada hubungan apa sama Raka?" Yelvi tiba-tiba menanyainya


"Apa?" Risa tak mengerti maksud Yelvi.


Yelvi hanya ingin mengklarifikasikan pada Risa apa yang sebenarnya terjadi sebab di luar sana banyak omongan tentang Risa dan Raka


"Katanya kamu dan Raka punya hubungan, lagi ribut orang omongin kamu, kamu gak sadar?" Yelvi memperjelas keadaan.


Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Risa. Ia tak bisa menolak ataupun mengiyakan. Apa benar ia jatuh cinta pada Raka? Sebab tiap kali berada di dekat Raka ia selalu merasakan desiran aneh dan tiap kali ia menyadari kehadiran Raka, Ia tak mampu menyembunyikan rona di wajahnya. Tiap kali Raka tak bersama dia, ia merasakan sesuatu yang hilang. Matanya selalu memandangi Raka dan setiap yang mereka lakukan mampu membuatnya tergugu. Apakah itu maksudnya jatuh cinta? Jika iya, inilah pertama kalinya.


"Ada apa?" Tiba-tiba Raka muncul memotong pembicaraan Yelvi


Yelvi dan Risa sama-sama terdiam.


"Kok kalian malah jadi diam, ngomongin apaan barusan? Aku seperti mendengar namaku disebut-sebut." tanya Raka penasaran


Risa mengalihkan dengan mengerjakan sesuatu yang lain. Ia tak menanggapi pertanyaan Raka. Ia tak ingin Raka salah mengartikan apa yang ia rasakan. Ia sangat tahu Raka tak menyukai hal-hal seperti itu. Ia tak ingin Raka menjauh dan memberi jarak dengannya jika tahu apa yang dirasakannya. Sementara Yelvi hanya memandang Risa. Ia memutuskan hal yang sama seperti Risa. Ia paham sepertinya Risa tak ingin membicarakan hal itu. Kemudian Bu Silvi masuk ke dalam kelas. Pelajaran dimulai hingga jam pulang sekolah.


Minggu depan ada pertandingan basket. Saat ini Raka, Ari dan tim basket latihan sepulang sekolah. Begitu juga anak Tari. Risa juga ada di sana karena dia selalu pulang bersama Ari. Sehingga a harus menunggu Ari mengawasi tim basket latihan.


Sebelum latihan dimulai, mereka bersiap diri terlebih dahulu. Tiba-tiba ada salah satu anggota dari tim basket yang sedang membicarakan Raka dan Dila.

__ADS_1


"Gw dengar Dila gak dekatin Raka lagi,"


"Baguslaah, kesempatan buat kita. Tapi kenapa Dila menyerah?"


"Raka lebih memilih orang lain untuk didekati, kasihan Dila."


"Bodoh kali tu anak, apa kurangnya Dila dari gadis yang ia pilih? Dila kan lebih baik dari siapapun."


"Gw dengar dia dekat sama Risa."


"Laah, apa gak salah tu? Dila dikalahkan oleh cewek seperti Risa? Hahahaha." Mereka menertawakan dan seperti merendahkan Risa.


"Risa memang lebih baik daripada Dila." Ternyata Raka sudah berada di sana dan mendengarkan setiap pembicaraan tentangnya dan Risa. Ia kesal mereka membicarakan Risa dan membanding-bandingkan Risa dengan Dila.


"Apa menariknya Risa sih, sampe Ari juga tertarik?" ujar salah satunya menanyai Raka.


Raka tersendat sedikit mendengar ternyata Ari tertarik pada Risa.


Raka mengangkat bahunya memberikan penjelasan bahwa sedikit pun ia tak tertarik pada Dila


"Jika kalian bisa melihatnya, lebih baik Risa daripada Dila." ucapnya dengan penuh keyakinan.


Tanpa mereka ketahui, ternyata Dila juga mendengar yang mereka bicarakan. Ia merasa kecewa ternyata tak pernah sedikit pun Raka tertarik padanya. Raka lebih memilih gadis cupu seperti Risa, membuatnya lebih terluka lagi. Ia dikalahkan oleh gadis seperti Risa. Batinnya menolak dan tentu tak terima dengan hal itu. Ia akan membuat perhitungan dengan siapa pun yang berani menghalangi tujuannya.


Sebelum latihan basket dimulai. Ada penampilan Dance terlebih dahulu. Dila terlihat tidak fokus dengan gerakannya. Ia masih terpikirkan bagaimana bisa Ia dikalahkan oleh Risa. Dila memang tak pernah bisa menerima kekalahan. Ia selalu menjadi pemenang dan pusat perhatian selama ini. Harga dirinya terluka oleh Risa.


Selesai penampilan Dance. Dila berjalan ke arah Risa dan menyenggol Risa secara sengaja. Membuat posisi Risa tak seimbang dan hampir saja jatuh. Beruntung Ari di dekat Risa sehingga Ari memegangi Risa dan menghentikan niat buruk Dila. Ari merasakan aura kebencian yang sengaja dipancarkan Dila pada Risa.

__ADS_1


"Lu kenapa sih, La?" ujar Ari.


Ari tidak ikut latihan karena ia sudah dibatasi ikut kegiatan lain, sebab sebentar lagi ia akan ujian akhir. Sehingga ia hanya mengawasi dari luar lapangan. Lalu Dila menatap Risa tidak suka.


"Aku gak apa-apa," ucap Risa pada Ari dan menahan Ari untuk memarahi Dila.


"Lu pake apa sih? Bisa buat banyak cowok memperhatikan dan tertarik? Pake Pelet ya Lu?" tanya Dila tak suka.


Risa terdiam. Apa maksud Dila? Kenapa dia tega menuduh Risa melakukan hal buruk seperti itu?


"Apaan sih yang bagus dari cewek cupu kayak dia?" ujar Dila memandang remeh dan hendak berjalan pergi.


Kemudian Ari mencegatnya dan menarik tangan Dila, "Apa Lu bilang? Lu merendahkan Risa?" teriak Ari sehingga membuat orang-orang ikut mendengarnya. Menyebabkan semua perhatian tertuju pada mereka bertiga.


Orang-orang tak tertarik pada latihan basket. Ini lebih menarik. Permainan basket pun ikut terhenti karena kerumunan itu. Raka penasaran apa yang sedang terjadi. Apa yang dilakukan Dila, Ari dan Risa?


"Kalau iya, kenapa?" Dila menyombongkan diri.


Risa menarik tangan Ari dan menahannya. Sehingga Ari tak bisa membalas Dila. Padahal ia sudah sangat kesal dengan tingkah Dila.


"Aku tidak ada masalah sama kamu. Aku sudah mencoba untuk tidak menanggapi kamu meski kita sekelas. Kamu mencurigai hubunganku sama Raka? kamu dengar baik-baik. Aku dan Raka sama sekali tidak ada hubungan apa-apa. Raka tak mau mendekati kamu, harusnya kamu koreksi diri apa ada yang salah dari kamu? Bukannya menyalahkan orang lain. Itu tandanya kamu masih banyak yang kurang." ucap Risa menumpahkan segalanya. Ia tak nyaman jika diseret-seret dalam masalah ini.


"Memang pantas Raka tak tertarik sama cewek kayak Lu." bisik Ari ikut menimpali dan membenarkan.


Dila terdiam sejenak. "Ngomong apaan sih, dasar cupu." Dila masih tak mau menerima kekalahannya.


"Walaupun kalian bilang Risa Cupu, Risa lebih baik dari kalian, Risa lebih menarik dari kalian. Aku menyukai Risa." Ari mengungkapkan isi hatinya di depan semua orang yang melihat.

__ADS_1


Semua orang terkejut dengan penyataan tersebut. Semua orang tahu Ari dan Risa hanyalah sebagai sahabat. Tapi sekarang kondisinya berbeda dari yang mereka ketahui.


Dila pun pergi karena ia sudah kalah telak dengan pernyataan Ari dan Risa masih terdiam mendengar pernyataan Ari. Risa tak pernah menduga jika Ari memiliki perasaan padanya. Selama ini mereka hanya sahabat dan tak pernah terpikir akan menjadi lebih dari itu.


__ADS_2