Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Lima Tahun yang Lalu (Flashback)


__ADS_3

Desas-desus riuh terdengar sepanjang lorong kelas XI. Ada siswa baru pindahan, bukan itu yang bikin riuh. Tapi setiap orang membicarakan penampilan anak baru itu.


Saat ini dia bersama Wakil Kesiswaan berjalan beriringan memasuki ruang kelas XI IIS 3. Kala itu tengah jam pelajaran Sosiologi. Tiap siswa tengah asyik menyaksikan video dokumenter tentang penyimpangan sosial di kalangan remaja yang ditayangkan oleh guru mereka.


tok..tok.. "Permisi Bu Ayy?" ucap sang Wakil Kesiswaan menghentikan sejenak pembelajaran di kelas tersebut.


Lalu semua terhenti dari aktivitasnya dan langsung saja seluruh mata tertuju pada sosok yang bersama Wakil Kesiswaan. Bu Ayy tersenyum menyahut Wakil Kesiswaan dan kebetulan juga Bu Ayy adalah wali kelas dari kelas XI IIS 3.


Wakil Kesiswaan bersama anak baru itu menghampiri bu Ayy, "Bu, ini tambah lagi satu orang siswa ibu, saya tinggalkan" ucap Wakil Kesiswaan dan kemudian berjalan keluar kelas.


"Baik, pak.. Terimakasih"


"Baik, Ananda. Mohon perhatiannya sebentar sebelum kita lanjutkan pembelajaran. Kita kedatangan teman baru, alangkah baiknya kita dengarkan perkenalan singkat darinya." Bu Ayy meminta kelas untuk memperhatikan dan mendengarkan perkenalan singkat dari anak baru itu.


Semua terdiam, namun masih terdengar bisik-bisik dari beberapa siswi yang duduk di barisan belakang mengatakan bahwa anak baru ini sangat keren, tampan dan harus segera digebet.


"Baik, Ananda. Silahkan perkenalkan diri kamu dan gak perlu tegang. Teman-teman kamu disini baik-baik. Ibu juga sekalian WaliKkelas kamu. Nyaman saja" ucap Bu Ayy dengan ramah.


"Terimakasih Bu.."

__ADS_1


"Selamat pagi teman-teman semua, perkenalkan nama saya Randika Anggara. Teman-teman bisa memanggil saya Raka" perkenalan singkat yang membuat riuh kelas karena suara manis dari Raka menyebabkan siswi-siswi tergoda dan berteriak.


"Sudah jangan ribut. Baik Raka. Silahkan kamu duduk di bangku yang kosong itu" perintah Bu Ayy meminta Raka duduk di kursi belakang. Di dekat Dila dan kawan-kawannya.


Dila dan kawan-kawannya tadilah yang berbisik-bisik dan membuat keributan tentang Raka. Benar saja mereka adalah orang-orang yang aktif di kelas dan mereka selalu menjadi pusat perhatian. Dila langsung menatap naksir pada Raka.


"Halo Raka, aku senang menjadi teman sebangkumu. Jika kamu butuh apapun, katakan saja" ujar Dila memgulurkan tangannya.


Raka menyambut uluran tangan tersebut sambil menganggukkan kepala, sehingga diributkan oleh kawan-kawan yang lain kalau Dila baru saja mengambil kesempatan untuk mendekati Raka.


Di pojok lain kelas ada yang tidak mempedulikan situasi itu. Ia tak tertarik dengan keberadaan Raka. Ia hanya menoleh sejenak kemudian kembali memperhatikan pelajaran Bu Ayy.


"Clarissa bisa ke depan.." minta Bu Ayy saat Risa tak peduli dengan keriuhan kelas yang mengelu-elukan Raka. Dia lah orang yang tak tertarik dengan keberadaan Raka sebagai anggota baru di kelas ini.


Seisi kelas langsung memperhatikan penjelasan dari Risa, karena jika Risa sudah bicara itu artinya sebuah keuntungan, sebab penjelasan dari Risa terdengar lebih mudah untuk dipahami. Termasuk dengan Raka, ia juga ikut memperhatikan dan tertarik dengan penjelasan Risa. Ia berpikir jika ia bisa dekat dengan Risa pasti akan menyenangkan. Tapi terlihat sulit baginya. Risa yang terlihat jutek dan menakutkan membuatnya tak berani untuk mendekat.


******


Sudah lewat satu bulan Raka di sini. Dia sangat tidak nyaman di dekat Dila dan kawan-kawannya. Raka tidak menyukai keagresifan Dila dalam mendekatinya. Raka tak ingin menjadi pusat perhatian karena seisi kelas dan seluruh siswa di jurusan IIS tahu fakta bahwa Dila menyukai Raka.

__ADS_1


Semua orang peduli akan hal itu, hingga membuat Raka tak nyaman dan geraknya menjadi tak leluasa. Baginya cukup Dila yang menjadi pusat perhatian, tapi dengan perilaku Dila yang selalu mendekatinya, ia jadi ikut terseret menjadi perhatian siswa lain. Dia sangat membenci hal itu. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian karena itu sangat melelahkan.


Dila memang dikenal populer di sekolah. Sebab Dila sering mewakili sekolah dalam kompetisi Tari dan Dance. Dia juga ketua Eksul tari di sekolah. Tak ayal dia jadi pusat perhatian seisi sekolah dan menjadi idaman setiap siswa, kecuali dengan Raka.


Karena sudah satu bulan beradaptasi di sekolah, Raka tertarik untuk bergabung dalam ekskul Basket. Tapi dia tak menyangka, masuknya ia pada eksul Basket malah membuat jarak dengan Dila semakin dekat. Sebab kedua ekskul itu harus saling melengkapi. Jika ada pertandingan basket maka ekskul Tari ikut serta sebagai pengganti cheerleader.


"Silahkan diminum, Raka." Dila memberikan minuman pada Raka saat latihan selesai. Setiap orang memperhatikan itu dan menyoraki mereka.


"Dila perhatian banget sama Raka, sampe Raka diurusin, kalian dah jadian?" ujar Ari sebagai senior Basket menimpali suasana itu.


Semua orang ikut menggoda mereka. Tapi Raka terlihat tak peduli. Ia tak mengambil minuman yang diberikan oleh Dila. Ia hanya berjalan melewati Dila.


"Sa, kasih aku minum dong. Kayak mereka" ujar Ari pada Risa yang berada didekatnya. Ari dan Risa memang dikenal dekat karena mereka juga sesama pengurus OSIS.


Risa-lah satu-satunya orang yang diam dan tak peduli dengan Raka. Meskipun semua orang menggoda Raka.


"Ambillah tu sendiri" jutek Risa menanggapi permintaan Ari. Ia hanya melihat dan mendukung Ari latihan bukan untuk cari muka seperti Dila ke Raka. Tapi lain halnya dengan Ari, ia memang menginginkan perhatian dari Risa sebab ia menyukai Risa. Oleh karena itu, ia mendekati Risa. Bukan sebagai sahabat tapi menginginkan lebih dari itu.


Raka juga memperhatikan Risa sekilas. Ia sudah sebulan di sekolah ini dan juga sekelas dengan Risa, tapi dia tak pernah berbicara pada Risa. Menurutnya Risa sangat tertutup dan tidak mudah dekat dengan orang lain. Dari luar Risa juga keliatan jutek dan angkuh sehingga Raka sering mengurungkan niat untuk memulai pembicaraan dengan Risa. Ia takut Risa akan menolak jika ia mendekati. Padahal Raka sangat ingin meminta bantuan Risa dalam pelajaran.

__ADS_1


Bersama Dila, dia tak bisa fokus belajar. Orang-orang di sekitarnya selalu saja menggodanya dengan Dila. Pembahasan teman-teman sekitarnya hanya lelucon-lelucon percintaan monyet yang membuatnya tidak nyaman dan risih.


Sikap Dila yang terlalu memperhatikannya juga membuatnya risih dan geram. Apalagi sampai muncul berita kalau dirinya dan Dila sudah berpacaran. Padahal dia tak ada hubungan apa-apa dengan Dila, tertarik pada Dila sedikit pun dia tidak.


__ADS_2