Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Aku Masih Merindukanmu


__ADS_3

Semua telah kembali pada tempatnya. Berjalan normal tanpa ada masalah. Raka, Kevin dan Mitha sering menghabiskan waktu bersama saat ini. Meskipun dekat itu takkan mengubah kenyataan bahwa Raka tak pernah ada rasa untuk Mitha.


Sementara Mitha masih memiliki perasaan pada Raka. Hanya saja ia tak terlalu memperlihatkannya dengan jelas kali ini. Namun ambisinya untuk itu, memiliki Raka kembali masih menggebu di dalam dadanya. Apalagi sejak tidak ada Rani di sisi nya.


"Aku bawakan cemilan," ujar Mitha menghampiri Raka dan Kevin yang sudah berada di kantin sejak tadi. Mitha meletakkan kotak makan siang itu di hadapan Raka.


"Cuma buat Raka, buat Gw?" pinta Kevin meminta jatahnya. Mitha tersenyum dengan berat.


"Nihh,, nih ambil." Raka menyodorkan kotak berisi cemilan yang di bawa Mitha kepada Kevin.


"Gw masih ada kelas,, Gw cabut dulu." Raka pergi meninggalkan mereka berdua setelah melihat arloji di tangan kirinya.


"Enak juga makanan Lo, Tha." Kevin memasukkan makanan yang diberikan Mitha kedalam mulutnya dengan lahap.


Sebelum Kevin melahap habis isi kotak itu, Mitha merebutnya dan menutupnya dengan rapat. Ia susah payah membuat ini untuk Raka tapi malah Kevin yang melahapnya. Ia sangat kesal pada Kevin,

__ADS_1


"Dasar rakus!" ujar Mitha dan pergi meninggalkan Kevin.


"Percuma Lu lakuin itu, Mitha ... Meskipun Rani tak berada disini, Lu takkan bisa menggantikan posisinya di hati Raka, dasar perempuan rubah!" gerutu Kevin seketika Mitha beralih pergi.


Meskipun mereka dekat, Kevin masih merasakan bahwa Mitha bukan perempuan yang baik. Jadi ia akan selalu mengawasi Mitha di saat dekat dengan Raka.


*****


Sore ini hujan turun cukup deras. Sehingga menghentikan Raka untuk pulang tepat waktu. Padahal hari ini dia akan mampir ke Rumah Baca. Sejak Rani tak ada, Rumah Baca menjadi lebih sepi. Anak-anak yang biasa singgah mulai berkurang. Sebab beberapa ada yang sudah masuk pendidikan formal dan ada juga yang menghilang tanpa alasan. Mungkin mereka sedih karena sudah kehilangan Rani untuk selamanya.


Perlahan ia menikmati setiap resapan air hujan yang masuk ke dalam pori-porinya. Hujan selau mengingatkannya, pada satu rindu untuk kekasih hatinya.


"Saat ini sempurna untuk berpikir tentangmu. Di tempat ini tanpamu, aku berjuang dengan kesepian. Aku berjalan sendirian. Aku bahkan mengunci diriku sendiri dalam kenangan, bagaimana denganmu? Cuaca ini, suhu ini, angin yang berhembus ini, akankah kau ingat itu? Saat kita selalu bertemu dan selalu bersama, meski hanya sekejap. Aku menikmati kenangan itu. Bagaimana denganmu?" Kenangan saat Raka bertemu Rani di tempat ini kembali datang saat hujan selalu hadir. Hujan menjadi bagian dalam kisah mereka.


"Aku masih merindukanmu bahkan saat aku tertidur. Tapi pada malam berhujan, aku tidak bisa tertidur. Itu membuatku memikirkanmu dan Aku merindukanmu. Aku selalu bertanya, Apakah suara hujan ini, suaramu? Apakah suara ini yang memanggilku? Apakah hanya aku yang memikirkanmu? Akankah hujan ini menghiburku? Apakah hujan ini akan menyampaikan rinduku padamu? Apakah kau tahu, bagaimana perasaanku? Aku terus memikirkanmu dan aku merindukanmu di setiap tetes hujan yang jatuh membasahiku. Pada hari hujan, aku jatuh cinta padamu. Aku tahu, kita saling mencintai meskipun itu tak tampak. Aku pikir, aku berbohong ketika aku bilang aku bisa hidup tanpamu. Aku membuang perasaanku, tapi aku tetap saja masih merindukanmu saat aku tertidur dan saat aku menutup mata kau selalu hadir dalam mimpiku. Aku selalu meminta pada langit untuk menghentikan hujan ini. Sebab hujan turun selalu mnegingatkanku padamu. Wahai langit, tolong bantu aku. Tolong hentikan hujan ini. Sehingga aku bisa melupakannya, oh tidak. Tentu aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak akan bisa melupakanmu. Kenangan kita selalu aku ingat, karena itulah aku tidak bisa hidup tanpamu. Pada hari-hari hujan, aku memikirkanmu dan aku merindukanmu. Pada hari-hari hujan, aku selalu bertemu denganmu. Kamu ingat itu? Kamu pasti mengingatnya karena kisah kita bermula karena hujan dan belum berakhir karena hujan." curhatan Raka pada hujan yang selalu mengingatkannya pada Rani.

__ADS_1


Akhirnya bis yang Raka tunggu datang dan itu langsung menghentikan curhatannya pada hujan yang turun membasahi. Lalu ia menaiki bis itu untuk membawanya ke Rumah Baca. Sesampainya di Rumah Baca. Ada beberapa anak yang menyambut Raka dan Raka membalas dengan hangat. Kemudian ia menuju ruangan sang Ibu.


Namun sang ibu Rumah Baca sedang tidak berada di tempat. Menurut salah satu anak di sana, sang Ibu sedang ada urusan ke luar kota. Rumah baca ini memang tak pernah dikunci. Oleh karena itu, siapapun bisa masuk dan mampir. Tidak hanya dibatasi untuk anak-anak saja.


"Mas Raka ganti dengan ini." ujar salah satu anak menyerahkan satu setelan pakaian kepada Raka. Ia memberikan pakaian itu karena melihat pakaian Raka basah kuyup karena hujan. Lalu Raka mengambil pakaian itu, sangat pas di badannya. Ia mengira pakaian ini pasti punya Raka sebelumnya dan ia tidak keberatan memakainya.


Saat ini ia berada di sebuah ruangan di dalam rumah baca itu untuk mengganti pakaiannya yang basah. Di dalam ruangan itu terdapat sepasang tempat tidur dan lemari pakaian. Setelah mengganti pakaiannya, Raka membuka lemari yang berada di hadapannya. Ia membuka lemari untuk mencari gantungan baju yang bisa ia gunakan untuk menggantung pakaiannya yang basah.


Tidak hanya menemukan gantungan baju, Raka juga menemukan beberapa lembar foto yang tergeletak begitu saja. Ia mengambilnya dan memperhatikan orang yang berada di dalam foto tersebut. Tampak senyum tersungging dari wajahnya. Ia senang melihat foto itu. Foto yang ia pegang saat ini, ada Rani di dalamnya. Foto Rani memakai blouse hijau tua dengan celana katun serta di balik latar foto itu tampak hamparan pantai yang indah.


Raka yakin, Raka yang bersama Rani di masa lalulah yang telah memotret foto ini. Ia memuji kepandaian Raka tersebut dalam memotret kecantikan Rani. Kemudian ia melihat lagi lembaran yang lain. Tampak Rani bersama Raka tengah ber-selfie dengan latar belakang yang sama. Rani tampak sangat bahagia. Kemudian Raka melihat lagi foto Rani sedang sendirian. Di balik foto itu terdapat tulisan tangan, cintaku dan kebahagiaanku. Alasanku untuk bertahan hidup. Raka mencintai Rani.


Pasti Raka yang telah menulisnya dan sepertinya Rani tak tahu tentang keberadaan foto ini. Lalu Raka kembali mengelus wajah Rani pada lembar foto tersebut, mencium dan mendekap foto itu di dadanya.


"Aku masih merindukanmu dan kamu juga bagian dari kebahagiaanku. Sampai kapan pun aku tetap mencintaimu." ucap Raka lirih.

__ADS_1


__ADS_2