Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian

Awas Jatuh Cinta (0330) Cinta Dalam Keabadian
Perempuan Itu Clarissa


__ADS_3

Pusing menyelimuti kepala Raka saat terjaga di pagi hari. Butuh waktu sedikit lama baginya untuk kembali normal. Ia mengamati sekitar, kenapa dia masih berada di Rumah Baca?


Setelah ia mengingat-ingat kembali, ternyata dia memang tidak pulang ke rumah semalam disebabkan hujan yang tak berhenti. Oleh karena itu, ia tak sengaja malah ketiduran di kamar Raka.


Untungnya hari ini Sabtu, jadi ia tak ada jadwal di kampus. Lalu ia mengusap wajahnya. Berjalan gontai ke kamar mandi. Membasuh muka dan menyegarkan diri kembali. Siapa kira nanti ibu Rumah Baca telah kembali dari urusannya di luar Kota.


Pagi hari anak-anak belum ada yang berkunjung ke Rumah Baca. Jadi, ia sendirian disini. Saat telah selesai menyegarkan diri. Ia heran siapa yang sedang berbaring di tempat anak-anak biasa beraktivitas dan mencoba untuk memeriksa.


"Apakah itu Bu Riri?" tanya Raka dalam hatinya mengira itu adalah ibu pemilik Rumah Baca


Kemudian perempuan yang dilihatnya itu tampak gelisah dan mulai sadar dari kantuknya. Ia langsung terduduk dan mengusap wajahnya.


Saat perempuan itu duduk dan mengembalikan kesadaarannya. Alangkah terkejutnya Raka saat memperhatikan wajah perempuan itu.


Perempuan itu adalah seseorang yang ia kenal.


Sadar ada yang memperhatikannya, perempuan itu merasa canggung. Ia juga terkejut melihat Raka yang berada di ujung pandangannya. Bagaimana Raka bisa ada di rumah gadis yang menolongnya semalam?


Siapakah gadis semalam? Apa hubungannya dengan Raka?


Lalu Raka perlahan mendekati perempuan itu, "Risa?? kamu Risa kan?" tanya Raka meyakinkan kecurigaannya dan memastikan ingatannya mengenai orang yang dikenalnya ini.

__ADS_1


Perempuan itu mengangguk membenarkan. Namanya adalah Clarissa Az-Zahra. Ia dan Raka memiliki kisah di masa lalu yang cukup singkat.


"Kenapa kamu berada disini?" Raka kembali bertanya. Ia sangat heran kenapa Risa berada disini, harusnya Risa sudah hidup bahagia bersama kekasihnya.


"Dia yang membawaku kemari," ujar Risa saat menatap foto yang ada di tangan Raka.


Tentu saja Raka tercengang dengan pernyataan Risa. Bagaimana mungkin Rani yang membawanya sementara Rani sudah tiada?


"Jangan bercanda kamu." ucap Raka tak yakin dengan perkataan Risa.


"Aku serius, Dia yang menyelamatkanku semalam dan membawaku ikut bersamanya, Dia tak bicara satu kata pun. Ia hanya menuntunku kemari dan aku tak punya pilihan lain sehingga aku hanya mengikutinya." Risa menjelaskan.


Raka mengusap wajahnya, ia terllihat gusar. Perkataan Risa terdengar tak masuk akal. Tapi jika bukan itu, bagaimana Risa bisa tahu tempat ini?


"Dia perempuan yang aku cintai. Aku sangat mencintainya," dengan tulus Raka mengucapkan kalimat itu sambil memandangi foto Rani yang ia ambil dari lemari itu dan menjelaskan pada Risa siapa perempuan yang sudah membantunya.


Risa tersenyum. Ia tahu apa yang dirasakan Raka, "Tapi dia sudah tak berada di sini," ujar Raka tertatih


"Tapi aku melihatnya masuk ke dalam semalam setelah ia mengajakku masuk, lalu aku tak sengaja tertidur tanpa aku bicara dengannya. Aku harus bertemu dengannya dan mengucapkan terimakasih." Risa menjelaskan kembali apa yang ia lihat pada Raka.


"Kemana kamu melihat dia masuk?" tanya Raka masih tak percaya.

__ADS_1


"Kesana," Risa menunjuk kamar yang ditempati Raka semalam.


Raka menarik nafas panjang, "Tidak mungkin dia berada disini" kalimat itu dengan sangat susah keluar dari mulut Raka.


Raka memberitahu Risa bahwa gadis yang Risa lihat semalam sudah tiada. Mana mungkin ia berjalan dan masuk ke dalam sana. Raka kembali meminta Risa mengingatnya, apa mungkin dia salah lihat?


"Apa?" Risa sangat terkejut mendengar Raka.


Risa tak percaya gadis yang menolongnya semalam tidak nyata. Tapi dia benar-benar bertemu dengannya. Gadis itu menyelamatkannya dan membawanya ke Rumah Baca ini. Ia tak mungkin salah.


"Semua karena kesalahanku ..... " Raka menceritakan kisahnya.


Risa tampak berkaca-kaca setelah mendengar perkataan Raka. Bagaimana bisa Raka yang ia kenal bisa


semenderita ini?


Risa menyentuh pundak Raka dan berusaha menenangkan Raka yang kembali harus mengingat Rani.


"Aku rasa dia masih berada disini, Ka. Dia tahu kamu juga sangat mencintainya, itu artinya dia masih ingin bersamamu." Usaha Risa menenangkan Raka.


"Ada yang belum ia dengarkan dariku, Sa. Aku terlalu bodoh untuk jadi seseorang yang teramat mencintainya" keluh Raka.

__ADS_1


Risa memandangi Raka. Terbesit kisah di masa lalu dalam pandangannya. Bagaimana ia mengenal dekat Raka lima tahun yang lalu saat masih duduk di bangku SMA. Ternyata Raka yang ia kenal juga akhirnya bisa mencintai.


__ADS_2